Home » » Lilin Sambar Tumpukan Bensin

Lilin Sambar Tumpukan Bensin

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 27 Januari 2013 | 18.53

Jika sebelumnya sempat mencuat informasi yang simpang siur terkait penyebab musibah kebakaran di bilangan jalan raya lapangan lima oktober, sabtu (26/1) malam kemarin, akhirnya pihak kepolisian Resort Tanah Bumbu berhasil mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. Dari keterangan Saksi, api bermula dari kios milik Ahim pedagang bensin, yang juga tengah nyambi merentalkan permainan game anak anak. Ketika Ahim dimintai keterangan, ahim tak menampik bahkan dituturkannya saat itu dirinya tengah menyalakan lampu lilin, karena malam itu pemadaman listrik oleh PLN diberlakukan diwilayahnya. Tak berapa lama lilin menyala, tiba tiba saja terjatuh dan menyambar tumpukan wadah bensin di kiosnya tersebut.

Berikut Kronologis kejadian yang diterangkan oleh Team Innafis Polres Tanbu melalui data yang di himpun Polsek Simpang Empat kepada Wartawan. Diuraikan pada hari Sabtu (26/1) sekitar pukul 20: 15 Wita kebakaran di sampig kiri Jalan Lapangan 5 0ktober poros Jalan Raya Kampung Baru Desa Bersujud Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan,  bermula pada saat terjadinya pemadaman arus listrik oleh PLN.

Ahim pemilik toko bensin dan rental play station menyalakan lilin dan tidak beberapa lama kemudian lilin tersebut jatuh dekat tumpukan bensin dan api langsung merembet ke dinding bangunan toko sehingga terjadi kebakaran yang mengakibatkan 9 (sembilan) buah bangunan berupa 3 (tiga) buah rumah tinggal sekaligus dijadikan toko pakaian, dan 6 (enam) buah kios hangus terbakar. Atas kejadia tersebut kerugian seluruhnya ditaksir mencapai Rp 500 Juta.

Dua orang, warga lapangan lima oktober Algi (28) serta Yusuf (25) ditetapkan sebagai saksi atas kejadian tersebut. Karena pada saat kejadian, keduanya sedang berada tidak jauh dari lokasi TKP, dan melihat api membesar dari dinding rumah Ahim. Secara terpisah eks lokasi rumah Ahim yang telah menjadi arangpun telah dipasangi police line oleh aparat petugas, untuk dilakukan pengembagan lebih lanjut.

9 korban yang telah terdata dari musibah kebakaran itu, diantaranya Kartasiah (40), Tohir (35), Ahim (36), Bustani (38), Hj Rusmina (40), Riduansyah (60), Adi Rahayu (25), Johansyah (58), H. Ahim (35). Pagi minggu (27/1), terlihat tak sedikit dari pemilik rumah mengais ngais sisa barang peralatan rumah tangga mereka yang terlihat sudah menghitam. Selain itu, ada juga mereka yang masih terlihat syok, sambil menjaga barang barang miliknya yang berhasil diselamatkan.

Terkait kesulitan apa yang di hadapi pihak pemadam kebakaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Anwar S, melalui Kepala Bidangnya A Rahim menjelaskan, lambannya armada pemadam ke lokasi kebakaran bukan karena pengisian air yang lambat maupun jarak tempuh pengisian air yang terlampau jauh. Melainkan minimnya kerjasama dari warga disekitar lokasi kejadian terutama menyediakan akses yang baik menuju lokasi. " saat kita mobail menuju lokasi kita sempat teriak teriak meminta agar masyarakat yang ada dijalan raya minggir tapi mereka seakan enggan mengedepankan  pemadam untuk lebih dahulu menuju lokasi. Begitu pula ketika kita mendekati lokasi kerumunan warga menyulitkan armada untuk melewatinya karena warga enggan menepi maupun menjauh dari lokasi" beber A. Rahim.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved