Home » » Re: Pelayanan PLN Tanbu Dinilai Masih Bobrok. Padam lebih 6 jam -Tanbu Daerah Kaya Batubara, Daerah Krisis Energi Listrik

Re: Pelayanan PLN Tanbu Dinilai Masih Bobrok. Padam lebih 6 jam -Tanbu Daerah Kaya Batubara, Daerah Krisis Energi Listrik

Written By Fokus Batulicin on Senin, 21 Januari 2013 | 07.18

Pada 20 Jan 2013 21:13, "Fadly Muhammad" <fadlybatulicin@gmail.com> menulis:

Tahun 2013, sepertinya tak memberi harapan bagi Dunia Listrik di Tanah Bumbu. Betapa tidak, sejak denting waktu berdetak dimalam pergantian tahun baru hingga saat ini. Pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan masih saja terus terjadi. Parahnya lagi, pemadaman listrik beberapa hari belakangan ini hingga mencapai 6 jam lebih. Jikapun terjadi pemadaman dalam waktu singkat, bisa dipastikan akan terjadi berulang kali. Terang saja pemadaman listrik yang selama ini ditegaskan oleh Kepala PLN Ranting Batulicin lebih disebabkan karena adanya " Gangguan" ini, oleh sebagian besar Warga Tanah Bumbu adalah gambaran bobroknya pelayanan PLN diwilayah tersebut. Sangat disayangkan, ini terjadi bahkan setelah Kepala PLN Ranting Batulicin telah di ganti dengan sosok pemimpin yang lebih muda jika dibandingkan dari H. Samsu Saleh kepala PLN Ranting Batulicin sebelumnya.

Salah seorang warga di desa Ringkit Kecamatan Sungai Loban. Sempat mengeluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi dimalam hari. Selain memicu terjadinya tindak pidana pencurian dan perampokan, pemadaman listrik yang berulang kali terjadi dalam satu waktu itu, ditengarai juga sebagai penyebab kerusakan peralatan listrik serta kebakaran akibat arus pendek. Dimana dari sekian banyak kasus kasus yang secara garis besar juga disumbangkan oleh pemadaman listrik itu, PLN tak pernah bisa dibuktikan di meja hukum sebagai tersangka.

" selalu saja kami rakyat kecil yang dirugikan. Padahal kami rutin membayar listrik, tapi kok PLN tak pernah bisa membenahi kinerja mereka dengan baik, tak pernah becus menangani kerusakan listrik yang ada. Kalau selalu pemadaman dikatakan karena adanya gangguan, kena tidak diantisipasi jauh hari, bagaimana kesiapan mesin cadangan, apa peralatan mesinnya masih layak pakai, jika mesinnya nggak layak pakai, kenapa PLN tak berani memutuskan kontrak denga penyewa mesin! Jangan jangan ada kongkalikong disana" ujar kepala rumah tangga yang enggan dikorankan identitasnya itu.

Seraya menambhakan, sejak terjadinya pemadaman listrik diwilayahnya beberapa hari belakangan ini, praktik pencurian kendaraan bermotor dan hewan ternak, mulai marak lagi.

Sementara dari pantauan, Sabtu (19/1) malam pemadaman listrik terjadi di kecamatan Sungai Loban cukup lama. Bahkan beberapa hari sebelumnya juga telah mengalami byarpet berulang ulang kali hanya berselang beberapa jam lamanya. Dit empat terpisah Listrik Di Kecamatan Simpang empat Minggu (20/1), sejak pukul 15.00 sore hari hingga pukul 21.00 lewat pemadaman listrik masih terus berlangsung. Padahal beberapa hari sebelumnya juga terjadi kasus pemadaman yang sama bahkan berlangsung ke esokan harinya selama satu hari full.

Kepala PLN Ranting Batulicin yang baru, Sugianto saat dikonfirmasi seakan enggan memberikan komentar lebih banyak. Sugianto sempat meminta kepada Wartawan untuk Konfirmasi Langsung melalui Humas PLN Wilayah yang berada di Kabupatan Kotabaru. Melalui pesan singkatnya Sugianto sempat  mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan. Lantaran pembangkit Yang terletak di Pagatan tengah mengalami gangguan. Bukan itu saja, beberapa hari sebelmunya juga sempat terjadi gangguan mesin utama swasta yang ada ditempat tersebut.

"Sebelumnya mohon maaf pak atas terjadinya pemadaman, penyebab padam akibat gangguan dari pembangkit utama swasta, saat ini msh pemulihan secara bertahap. Maaf pak kita lg gangguan pembangkit, mulai kemarin tdk bisa sinkron dan sore td kita gangguan mesin di pagatan,
utk lebih jelasnya silakan menghubungi humas kantor wilayah bp Soetjahjono " demikian SMS dari Telpon Genggam Sudianto.

Warga lainnya, mereka yang berdomisili di Kecamatan Simpang Empat Batulicin, sebut saja Jali (30) menyikapi kerapnya pemadaman listrik di Tanah Bumbu ini berkomentar. Bahwa hal ini membuktikan bahwa tujuan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Negara Republik Indonesia belum sesungguhnya berhasil dilakukan oleh pemerintah terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah pusat menggelontorkan Otonomi Daerah. Tetap saja Kebutuhan air bersih, infrastruktur jalan pedesaan, dan kebutuhan Listrik masih belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh seluruh warga belahan Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu. Ditambah Dengan pelayanan listrik yang seakan tidak pernah berubah dari Zaman Kotabaru, membuat pertanyaan besar dibenak. "Apakah seperti ini kabupaten kita bisa di bilang telah lebih maju, kita kaya dengan batu bara, tapi kita kere dengan listrik. Padahal kita sudah otonomi, tapi kita tidak bisa berbuat apa apa, listrik kita masih saja seperti era Kotabaru, tak ada bedanya. Selalu saja byarpet" ujarnya.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved