Home » » Telur Penamat Maulid Mulai Langka

Telur Penamat Maulid Mulai Langka

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 30 Januari 2013 | 06.11

Nyaris punah. Mungkin itu kalimat yang lebih tepat untuk menggambarkan tradisi Anjuran Telur Penamat saat peringatan kelahiran Nabi Muhammad S.AW di setiap bulan Maulid seperti bulan bulan ini, semakin jarang terlihat dan hanya bisa ditemukan di daerah daerah terpencil saja atau bahkan hanya disekitar lingkungan permukiman penduduk suku bugis yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Selasa (28/1) tadi, pemandangan tradisi mengantar gunungan telur berbendera pada setangkai bilah bambu yang ditancapkan pada gedebong pisang itu kembali terlihat di belahan Bumi Bersujud tepatnya di kelurahan Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin. Iring iringan telur yang kulit luarnya telah diberi pewarna dengan warna merah menyala itu satu persatu memasuki halaman mesjid Gunung Tinggi yang berada tepat di sisi jalan raya itu. Bukan hanya diangkut menggunakan gerobak belta saja, akan tetapi ada juga yang diangkut menggunakan Mobil Truck. Maklum saja telur penamat yang diangkut menggunakan mobil truck itu lumayan berukuran yang cukup besar dengan tinggi lebih dari 3 meter, dengan digantungi ratusan telur yang sudah direbus. Lengkap dengan hiasan dibagian puncaknya. Jika dilihat bentuk susuna telur yang menggunung di sisi sisi gedebong, nyaris mirip berbentuk pohon natal.

Menurut salah seorang warga, telur telur penamat itu diantarkan ke mesjid yang bakal merayakan bulan Maulid dengan prinsif sukarela. Biasanya, telur telur itu akan di rebut oleh masyarakat yang berhadir atau dibagikan satu persatu sebagai bingkisan untuk dibawa pulang kerumah. Sebagian besar orang meyakini, telur penamat yang biasanya banyak digunakan untuk prosesi Tamatan atau Khatam Al Quran itu memiliki "apuah" sesauai keyakinan mereka. "Itu dari orang tua kita dulu dulu. Makanya kalau maulidan itu selalu direbutkan," ujar H. Hair tokoh masyarat setempat.

Jika sedikit menoleh ke belakang di era 90-an. Telur telur penamat ini sangat mudah ditemukan disetiap Bulan Maulid disetiap Mesjid yang ada di Kecamatan Kusan Hilir maupun Batulicin. Keberadaannya selalu dicari dan diburu oleh anak anak dan orang tua. Mereka rela berebutan demi mendapatkannya. "Wahh...kalau dulu hal semacam itu nggak perlu dikisahkan lagi. Semua orang tau. Kalau bulan maulid itu bulannya telur merah dan juga ketan putih yang dibungkus pakai daun pisang atau kerap disebut sokko oleh masyarakat bugis di Tanah Bumbu." Beber H Hair lebih lanjut.

Sementara, dari acara maulid di mesjid Gunung Tinggi itu bisa dibilang cukup meriah dengan adanya pemandangan telur penamat maulid yang menghiasi sisi sisi ruangan mesjid. Bahkan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang juga putera daerah Batulicin ini ikut merayakan Maulid bersama masyarakat Gunung Tinggi. Meski sesaat sebelum menghadiri acara Maulid di mesjid mungil uang terus berbenah itu Bupati juga sempat menghadiri acara Maulid Akbar di Mesjid Raya Nurul Azhar Gunung Tinggi bersama seluruh petinggi pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu beserta ribuan pegawai PNS dan PTT yang ngantor di pusat perkantoran Gunung Tinggi.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved