Home » » Untuk Daerah Terpencil, SMKN2 Buka Pendidikan Jarak Jauh

Untuk Daerah Terpencil, SMKN2 Buka Pendidikan Jarak Jauh

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 08 Januari 2013 | 17.35

Bermula dari panggilan hati nurani terhadap kepedulian edukasi yang harus bisa dinikmati oleh seluruh warga negara Republik Indonesia khususnya bagi mereka yang tinggal dan menetap di kawasan desa terpencil di tapal batas Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Banjar. Ribut Giono (45) kepala sekolah SMKN2 Kecamatan Simpang Empat terpanggil untuk membuka jenjang Pendidikan Jarak Jauh pada tahun ajaran  2013 mendatang yang rencananya akan digelar di desa Emill KM 58 dengan melibatkan 3 desa lainnya disekitar Desa Emil yang ditetapkan sebagai pusat Pendidikan Jarak Jauh SMKN2 bidang Perkantoran.

Diharapkan dengan adanya Pendidikan Jarak Jauh SMKN2 ini, anak. usia sekolah menengah yang selama ini telah memiliki ijazah Paket B maupun ijazah SLTP bisa kembali bersekolah untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang menenngah atas. Tanpa harus meninggalkan desa Emill untuk mengenyam pendidikan menengah. Dipaparkan Ribut Giono, kedepan proses belajar mengajar pada Peendidikan Jarak Jauh menggunakan mekanisme dan kurikulum yang tidak jauh berbeda pada sekolah menengah kejuruan lainnya. Hanya saja pertemuan tatap muka antara siswa dengan tenaga pengajar sangat jarang dilakukan. Bisa seminggu sekali, sebulan sekali atau bahkan bisa saja pertemuan dilakukan pada saat ulangan semester maupun ujian saja. Selebihnya akan menggunakan modul serta  perangkat IT seperti Handphone maupun internet sebagai perangkat perantara proses belajar mengajar setiap hari.

"Dengan demikian setiap siswa diharapkan bisa menikmati pendidikan yang layak serta kedepan setelah mereka lulus. Merek juga berhak menyandang predikat kelulusan SMKN2 Tanah Bumbu dengan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan Izasah SMKN2" papar Ribut Giono.

Sebagai persyaratan penting untuk bisa belajar pada Pendidikan Jarak Jauh SMKN2 ini selain memiliki Ijazah SlTP atau Ijazah Paket B. Usia pelajar harus memiliki usia maksimal 19 Tahun. Lebih jauh dikatakan Ribut Giono, untuk progran ini tidak dipungut biaya selama mengennyam pendidikan 3 tahun. Dengan demikian siswa tidak lagi terbebani biaya sekolah.  Sementara untuk seluruh sarana dan prasarana ang digunakan dalam proses belajar mengajar sepenuhnya menjadi tanggung jawap pihak sekolah.

Selain berencana membuka pendidikan Jarak Jauh bidang perkantoran itu, SMKN2 juga saat ini telah ditunjuk sebagai sekolah inklusif dimana kedepan bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus juga bisa ikut serta mengenyam pendidikan di SMKN2. Kepercayaan Ini merupakan Pilot projek pemerintah daerah bagi sekolah lainnya yang ada di Tanah Bumbu di jenjang sekolah menengah atas. Bahkan tahun 2012 SMKN2 juga telah resmi mengantongi predikat sebagai Rintisan Sekolah Bertarap Internasional (RSBI) dengan mengantongi SK. Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu. Dimana  sebelumnya Sekolah SMKN2 juga  telah mengantongi ISO dan melaksanakan program Green Scholl, dengan memiliki lebih 28% tenaga pendidikan berizasah S2.

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved