Home » » Daging Sapi Melonjak 20,5 Persen

Daging Sapi Melonjak 20,5 Persen

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 10 Maret 2013 | 13.08


Sebulan terakhir, Harga daging sapi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan mengalami Lonjakan kenaikan  harga. Berdasarkan penelusuran di pasar tradisional Pagatan dan Batulicin, Senin (25/2) kemaren, harga rata rata daging sapi mengalami kenaikan harga hingga 20,5 persen. Hal ini dipicu akibat dari tingginya gelombang laut pulau jawa yang menghubungkan Kalimantan Selatan dan Jawa timur selaku pengekspor sapi terbesar ke daerah tersebut, masih mengalami peningkatan.
Dari penelusuran Kalimantan View, untuk pasar Kota Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, harga daging. Pada bulan sebelumnya hanya berkisar Rp 80.000/Kg, namun kini sudah mencapai Rp 100.000/kg. Seperti diungkapkan Aliansyah, selaku pedagang daging sapi di Bilangan Jalan Hasan Basry Pasar Baru Pagatan. Semula, harga daging dalam batas normalnya terjual dengan harga tertinggi pada bulan sebelumnya hanya Rp 8000/kg. Namun setiap minggunya terus mengalami peningkatan. Seiring tingkat kesulitan untuk mendapatkan sapi hidup untuk di potong terus meningkat. Sementara, jumlah sapi lokal terus mengalami penurunan stock siap potong.
"Kita beberapa hari ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan sapi lokal untuk di potong, kemudian dijual dagingnya ke pasaran. Jikapun ada, sapi lokal cenderung lebih mahal ketimbang sapi impor asal pulau jawa. Namun, di saat musim angin kencang dan gelombang pasang ini, sapi impor asal pulau madura sulit masuk ke Tanbu" beber Aliasnyah, yang ditemui KV, saat berada di rumah potongnya.
Sementara untuk Wilayah Kecamatan Batulicin, kenaikan harga daging sapi ini sudah merangkak naik lebih awal dari bulan bulan sebelumnya secara perlahan. Diketahui, saat berita ini diturunkan, harga jual daging sapi di pasar pasar tradisional telah mencapai Rp 110.000,./kg. Tentunya hal ini berimbas pada pningkatan jumlah pengeluaran tambahan dan berkurangnya pendapatan para pelaku usaha lainnya yang menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar utama usaha  mereka seperti pedagang bakso, pedagang soto kikil, sop tulang, coto, maupun pedagang pentol keliling.
Mesiasati kenaikan harga daging tersebut, sejumlah pedagang bakso di Tanah Bumbu terpaksa putar otak, untuk mempertahankan kualitas dagangannya, maupun mempertahankan pendapatan mereka. sebut saja Suakil (40) pedagang Bakso Jember yang berdiri di sisi jalan desa Pagarruyung Pagatan itu.  Ia lebih memilih menambah modal usahanya untuk bisa membeli daging sapi untuk dibuat pentol bakso dengan takaran dan campuran tetap, untuk mempertahankan cita rasa. Imbas penambahan modal itu, iapun terpaksa ikut menaikan harga jual baksonya dalam setiap porsi. Jika sebelumnya ia menjual bakso setiap porsi Rp 8000, kini ia terpaksa harus menjual 9000.
Pedagang pentol keliling di Batulicin Taufik dari Doa Ibu Group, mengaku tidak menaikan harga jual pentolnya, meski beberapa bahan dasar untuk membuat pentol kini telah mengalami lonjakan yang cukup tajam. Selain daging sapi yang memiliki harga cukup fantastis, komoditi bawang putih juga mengalami kenaikan, dari Rp 26,000/kg, kini sudah melonjak mencapai 40.000 rupiah/kg. Namun demikian, taufik dan sesama profesi lainnya lebih memilih pasrah untuk mempertahankan kualitas pentolnya dengan tetap mengolah daging sebanyak 13 kg untuk penjualan satu hari. Harga jualnyapun tetap sama jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
" mau tidak mau, kita mengalami penurunan pendapatan Rp 50.000 setiap hari. Biar saja kita kurang dari segi penghasilan per hari, namun pelanggan kita tetap banyak dan tidak berpindah hati" ujar Taufik.
Pedagang sapi sekaligus peternak sapi di wilayah Tanah Merah Batulicin, H Bandu melalui Rudi yang juga pengelola Rumah pemotongan hewan CV Rahmah ini, mengatakan secara rutin pihaknya menjual sapi potong sebanyak 2 ekor setiap hari, dengan rata rata bobot mencapai 90Kg. Angka tersebut masih bisa bertahan, meskipun pihaknya terus mendatangkan sapi dari luar Kabupaten Tanah Bumbu, seperti dari daerah Lontar Kab. Kotabaru. Mengingat, sapi lokal di Tanbu sudah mulai sulit di dapatkan. Belum lagi, harga jual sapi lokal di Tanbu cukup mahal. Dengan bobot 50Kg saja, sapi lokal Tanbu jenis bali bisa mencapai Rp 10 Juta hingga Rp 13 Juta.
"Ini hampir tiap tahun terutama saat musim gelombang tinggi, hal yang sama selalu saja terjadi. Sebenarnya ini tidak ada yang dirugikan. Akan tetapi justru memberi dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani sapi, sehingga kesejahteraannya pun turut meningkat. Kalau di lihat dari daya beli, Tanah Bumbu masih cukup memuaskan. Hal ini di buktikan berapapun sapi yang kita potong, berapapun harga jualnya, kemudian kita lempar ke pasaran setiap hari selalu ludes di borong pembeli" kata Rudi.
Di pihak lain, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanah Bumbu Ir Mariani MP, melalu Agus Susanto S Pt Kabid Produksi dan Pengembangan Ternak, mengatakan untuk saat ini populasi sapi di Tanbu mencapai 20.000 ekor, dengan kondisi siap potong mencapai 5 persen dari jumlah populasi yang ada. Dengan bobot per ekor rata rata mencapai 250 Kg-300Kg. Dengan harga jual mencapai harga tertinggi diatas rata rata Rp 10 juta. Selain itu,  sapi asal luar kalimantan juga masuk ke Tanbu, setiap tahun mencapai 40 ekor perbulannya. Dengan kalkulasi pertahun mencapai 2101 ekor sapi yang didatangkan dari Daerah pulau jawa seperti Supandi, Sumenep, Kali Adem, Banyuwangi, Pulau Kangean serta asal Lembar (lombok).
" kita juga mendapatkan bantuan sapi dari pemerintah provensi untuk tahun ini sebanyak 100 ekor sapi bali, melalui program swasembada ternak sapi potong. Dan akan kita distribusikan ke seluruh kecamatan yang ada di Tanbu" ujar Agus.
Saat ditanya berapa besar jumlah sapi yang di potong untuk konsumsi masyarakat Tanah Bumbu, agus membeberkan setiap tahuinnya mencapai 4.179 ekor dengan berat mencapai 250 sampai dengan 300Kg setiap satu ekor sapi. (Fadly)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved