Home » » Kuota BBM Tanbu Diduga "Dimainkan"

Kuota BBM Tanbu Diduga "Dimainkan"

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 10 Maret 2013 | 13.08

Sejumlah pihak mengecam kebijakan PT.Pertamina terkait dengan kebijakan pengurangan jatah suplay BBM oleh Pertamina Depo Kotabaru kepada sejumlah SPBU di Tanah Bumbu (Tanbu) hingga berdampak langkanya BBM di Bumi Bersujud.
Bahkan, sejumlah pihak menduga ada permainan dibalik pengurangan kuota BBM itu.. Karena, sejauh ini Pertamina Depo Kotabaru hanya menyampaikan data untuk kuota tahun 2011, itupun hanya sampai bulan Mei, sedangkan dari bulan Juni hingga Desember 2011 belum disampaikan oleh pihak Pertamina.
Disamping itu, pihak Pertamina juga belum memberikan data kuota tahun 2012 kepada Pemkab Tanbu. Padahal Pemkab Tanbu sudah meminta secara tertulis tapi tidak ada tanggapan dari pihak Pertamina.
Ketua LSM Lembaga Pemerhati Pemerintah (Lintah) Indonesia Rudi Hartono menduga ada permainan dibalik pengurangan jatah kuota BBM Tanbu. Selain itu, ia juga mendesak pihak Pertamina Depo Kotabaru untuk memberikan klarifikasi terkait pengurangan jatah suplay, untuk kepentingan daerah.
"Kalau Pertamina tak bersedia memberikan informasi data kuota BBM untuk wilayah Tanbu, kami yakin ada sesuatu yang disembunyikan. Dan dimungkinkan atau dapat diduga, ada penyelewengan,"ujar Rudi, kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Menurut dia, kebijakan Pertamina Depo Kotabaru sudah mempermainkan masyarakat di Tanbu. Berbeda dengan sejumlah SPBU daerah lain di Kalsel, pada bulan Februari tahun 2013 ini justru Pertamina menambah jumlah suplay ke sejumlah SPBU setempat, termasuk di Kabupaten Kotabaru sebagai kabupaten tetangga Tanbu.
Idealnya, menurut dia,  justru kuota BBM untuk Tanbu harus ditambah, bukan sebaliknya malah dikurangi. Ini terkait dengan semakin pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk di Tanbu khususnya di pusat-pusat perkotaan.
Dengan pengurangan jatah suplay oleh pertamina itu, menurut Rudi, sudah barang tentu dampaknya menjadi semakin kompleks, sebab tanpa pengurangan jatah suplay saja antrian warga yang membeli BBM di SPBU di Tanbu sudah sangat panjang, apalagi dikurangi.
Jika kemudian Pertamina Depo Kotabaru tidak bisa memberikan klarifikasi terkait pengurangan suplay BBM untuk SPBU dalam wilayah Tanbu, maka wajar kalau publik lantas curiga dan menduga kalau jatah suplay untuk Tanbu diselewengkan pihak Pertamina Depo Kotabaru.
"Pertamina Depo Kotabaru harus segera memberikan klarifikasi terkait pengurangan kuota ini,"ujarnya.
Menurutnya, masyarakat harus mengetahui alasan Pertamina Depo Kotabaru mengurangi jatah suplay untuk Tanbu sehingga BBM khususnya dari jenis premium kembali langka.
Pihaknya dari LSM Lintah Indonesia juga mendukung dengan langkah yang ditempuh Bupati Tanbu Mardani H Maming yang meminta klarifikasi kepada pihak Pertamina Depo Kotabaru, karena kami pikir kebijakan pengurangan jumlah suplay BBM ke SPBU di Tanbu itu tidak lazim.
"Kami mendesak kepada manajemen Pertamina Depo Kotabaru agar segera memberikan klarifikasinya", tegas Rudi.
Kelangkaan BBM itu berakibat pada melonjaknya harga BBM Premium di kios-kios eceran. Di wilayah dalam kota saja, harga BBM Premium per liter dijual mulai harga Rp.7.500. Sementara di kawasan yang jauh dari pusat kota, BBM Premium dijual dengan harga Rp.8 ribu hingga Rp.9 ribu per liter.
Sementara itu seperti diberitakan sejumlah media cetak harian Kalsel, Pemkab Tanbu melalui. Dinas Pertambangan dan Energi telah melakukan investigasi guna menelusuri akar masalah terjadinya kembali kelangkaan BBM di Tanbu.
Sepekan yang lalu Distamben melakukan investigasi untuk menelusuri mulai langkanya BBM khususnya dari jenis premium dengan mendatangi SPBU-SPBU yang ada di Tanbu.
Dan dari keterangan para pengelola SPBU menyebutkan, bahwa pihak PT. Pertamina Depo Kotabaru telah melakukan pengurangan suplay BBM ke SPBU-SPBU yang ada di Tanbu.
Distamben selanjutnya menyurati pimpinan Petamina Depo Kotabaru. Inti dari isi surat itu, pemerintah daerah  meminta klarifikasi terkait pengurangan suplay BBM oleh Pertamina Depo Kotabaru ke semua SPBU yang ada di Tanbu.
Pada surat itu, pemkab juga meminta data terkait berapa jumlah kuota BBM untuk wilayah Tanbu tahun 2012, yang hingga kini belum diperoleh Distamben meski surat permintaan data sudah dilayangkan.(fadly)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved