Home » » Lampu PLN Batulicin = Lampu Disco

Lampu PLN Batulicin = Lampu Disco

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 31 Mei 2013 | 07.54

Sepekan ini sudah, nyala lampu PLN Batulicin bak lampu disco. Sebentar mati sebentar nyala, dari siang sampai malam hari. Kondisi hidup mati ini terjadi sejak Sabtu 25 Mei 2013 lalu hingga hari jumat (31/4) ini.
Tak sedikit masyarakat modern Batulicin mengumpat kesal di blok FB, Tweet, maupun di Status BB mereka. Bahkan kebanyakan mereka memasang Fict BB bertuliskan "PLN Batulicin Tambuk Banar" alias PLN Batulicin Nggak Pintar. Ini salah satu ekspresi mereka meluapkan kekesalan lantaran Petugas PLN seolah tak berbuat banyak dengan kondisi pelayanan listrik yang buruk tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui Telpon selulernya, Kepala PLN Ranting Batulicin yang Cabang"nya" ada di Kotabaru, Sugianto kepada Wartawan menjelaskan. Krisis listrik ini terjadi lantaran PT. MJIS yang merupakan salah satu Subkontraktor PT.PLN tempat membeli listrik berkapasitas 1,5-5MW mengalami gangguan. Menurut Sugianto Gangguan itu akibat dari pecahnya Pipa Intake PDAM Batulicin yang berfungsi sebagai pipa distribusi ke MJIS pecah. Meski masih ditangani, Listrik di Batulicin tetap saja tak bisa normal.
"MJIS ga bisa suplai penuh krn mjis kekurangan air dr PDAM ada pipa pecah di intake nya" bunyi pesan singkat SMS Sugianto kepada wartawan sabtu lalu.
Akibatnya, mau tidak mau, PLN Ranting batulicin tidak bisa menyuplai daya secara penuh ke rumah pelanggan. Kekurangan daya terjadi hingga mencapai 2,2 MW. Beberapa rumah pelanggan yang terbilang telah memiliki jalur trapo tersendiri secara terpisah, mengalami pemadaman tak terduga setiap hari secara bergiliran dadakan.
"PT mjis tdk bisa suplai ke PLN jd kita pengurangan beban, jd kami mohon maaf. kita kurangi 2,2mw pak, kita blm tau apa gangguan MJIS nya" sambung Sugianto, setelah beberapa hari kemudian, masih melihat kondisi suplay listrik PT. MJIS yang tak lagi normal.
Dijelaskan Sugianto, PLN Batulicin saai ini memproduksi daya sebesar 12,4MW, daya mampu MJIS sebesar 1,5-5MW, .sementara saat terjjadi beban puncak mencapai 14,4 - 16 MW, artinya PLN masih memiliki kondisi daya yang pas pasan, alias "pas hidup pas mati".
" Kallo daya mampu pln 12,4mw, daya mjis yg disuplai mjis biasanya 1,5-5mw, beban puncak 14,4-16,9mw. Untungnya malam ini dingin jd beban puncak 15mw jd pemadaman 2,6mw aja pak" beber Sugianto.
Hernawan SE, warga Pelajau Simpang Empat yang merupakan tokoh masyarakat setempat, menilai PLN Batulicin kurang profesional dalam mememberikan pelayanan sampai saat ini, bahkan sejak jaman Orde Kotabaru lalu. Karena PLN Batulicin sampai saat ini masih terkesan memiliki hoby yang sama untuk memadamkan listrik di rumah pelanggannya.
Senada dengan Hernawan, Rudy selaku Dir Eksekutif LSM Lintah Indonesia meminta PLN segera melakukan kajian dan kalkulasi akurat terkait jumlah kebutuhan listrik di Tanbu, dan menghitung secara cerdas berapa produksi listrik yang masuk ke Batulicin. Apakah sudah memenuhi atau pas pasan bahkan bisa saja kekurangan.
Mengingat, setiap tahun jumlah kebutuhan listrik ditempat ini dipastikan akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk, maupun jumlah hunian, serta meningkatnya gaya hidup masyarakat Batulicin. " Jika stock listrik yang dimiliki hanya pas pasan, yang menjadi pertanyaan kenapa PLN tidak menambah volume produksi daya mereka. ? Kenapa PLN Batulicin masih menggunakan mesin mesin pembangkit sewa yang usianya rata rata sudah ujur? " Ujar Rudy. (Ley)

Powered by Telkomsel BlackBerry®








Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved