Home » » Ferry Penyeberangan Batulicin-Tanjung Serdang Terancam Tutup, ASDP dituding Caplok Lahan Warga

Ferry Penyeberangan Batulicin-Tanjung Serdang Terancam Tutup, ASDP dituding Caplok Lahan Warga

Written By Fokus Batulicin on Senin, 24 Juni 2013 | 17.02

ASDP Ferry Penyeberangan Batulicin (Tanah Bumbu) -Tanjung Serdang (Kotabaru), Senin (24/6) kemarin, diblokir ratusan masa dengan memasang portal kayu dan bambu di depan loket tiket pelabuhan Batulicin. Sejumlah Massa juga menduduki jalan masuk menuju pelabuhan dengan mendirikan tenda dan menggelar terpal sambil berorasi meminta ASDP tidak mencaplok tanah warga lebih banyak lagi.
Aksi ratusan warga yang merupakan warga penduduk sekitar lingkungan pelabuhan Ferry Batulicin ini, mengundang perhatian dari Petugas Kepolisian Resort Tanah Bumbu. Tak alang tanggung sedikitnya 3 Pleton Personil Polres dan Brimob diturunkan guna mengamankan aksi penutupan jalur penyeberangan Ferry Batulicin-Tanjung Serdang sejak pagi hingga siang itu.
Akhirnya, ratusan truck, mobil dan sepeda motor menumpuk di kedua pelabuhan selama 3 jam, setelah melalui pertimbangan sejumlah pengunjuk rasa, akhirnya jalur penyeberangan dibuka untuk sepeda motor saja, terpaksa mobil dan truck yang seharusnya bisa menyeberang menggunakan kapal Ferry harus balik kanan keluar dari pelabuhan, membatalkan perjalanan mereka menuju Kabupaten Kotabaru.
H Riduan (H. Ride) selaku pemilik lahan dan juga perwakilan masyarakat pemilik lahan yang selama ini ditempati ASDP sebagai pelabuhan, dan kantor, mengaku kebingungan dengan sikap pihak ASDP yang pura pura buta dan tutup mata se enaknya mencaplok tanah warga, dan itu dilakukan setelah selama 3 tahun menempati lahan warga tanpa kompensasi. Padahal selain lahan untuk pelabuhan dan kantor, ASDP juga sempat menerima lahan tambahan secara sukarela untuk digunakan sebagai jalan utama menuju pelabuhan.
"Ini kan sangat luar biasa perhatian masyarakat untuk ASDP, tapi kami sangat menyayangkan sikap ASDP yang se enaknya menambah lahan tanpa
Sepengetahuan pemilik, bahkan katanya mau mencaplok lagi dari lahan semula. Dimana lahan semula diberikan cuma cuma 2 hektare, diam diam menambah 2700 meter persegi. Begitu kita komplein di pengadilan ternyata, mau diambil lagi seluas 2 hektar. Mana semua tanah itu rencananya mau di pagar beton, ini yang kami tidak bisa terima" beber H. Riduan.
Dijelaskan H Riduan, jika tanah yg dulunya di hibahkan itu bertujuan untuk memberikan efek dengan keberadaan pelabuhan tururt berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dengan ikut mengais rejeki dengan cara berjualan makanan dan minuman, jasa transportasi ojek dan lain sebagainya, dengan adany rencana pemagaran beton oleh ASDP, terang saja akan membunuh penghidupan masyarakat disekitar pelabuhan ini.
Di tengah aksi berjalan, terlihat pula Kapolres Tanah Bumbu AKBP Asep Taufik, Dandim Tanbu-Ktb Letkol Inf. Bayu, Kabag Ops AKP Gofur Siregar, Kasatlantas Polres Tanbu AKP Deny, Komandan Brimob, serta sejumlah Kapolsek yang juga turut mengamankan jalannya penutupan operasional pelabuhan.
Setelah beberapa saat, karena tidak menemukan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak, lantaran ASDP Batulicin yang bersikeras tak bisa mengeluarkan keputusan, membuat permasalahan menjadi bertambah buntu. Beruntungnya, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming bersama Kapolres, dan Dandim setempat berupaya memfasilitasi kedua belah pihak untuk dilakukan musyawarah. Lagi lagi, hasilnya nihil.
"Kami cuma diminta mundur oleh Pak Bupati, Kami juga menghormati keinginan beliau untuk menjembatani persoalan ini. Kami hanya meminta ASDP tidak mencaplok lahan kami, jika harus mereka miliki, bagaiman perselesaian ganti ruginya, jika dalam satu bulan tidak ada kejelasan kami akan tutup total," ujar H Riduan, kepada Wartawan. (Ley)

Powered by Telkomsel BlackBerry®







Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved