Home » » Jelang Ramadhan, Latupan ( Petasan ) Sepritus "Cetar Membahana"

Jelang Ramadhan, Latupan ( Petasan ) Sepritus "Cetar Membahana"

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 12 Juni 2013 | 18.50

Jika tempoe doeloe, petasan tradisional lebih familiar terbuat dari gulungan kertas, batang bambu dengan berbahan bakar minyak tanah, dan pohon palm (kelapa) menggunakan karbit atau yang lebih di kenal dengan sebutan meriam karbiy. Kini di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, menjelang bulan suci Ramadhan 2013 yang bakal tiba beberapa bulan lagi kedepan, mulai terdengar suara letupan petasan seperitus.

Petasana seperitus ini, berbahan dasar uap seperitus dan menggunakan selongsong kaleng bekas. Baik kaleng berukuran kecil, sedang maupun kaleng berukuran besar. Jika dibandingkan dengan petasan petasan sebelumnya petasan jenis ini terbilang lebih aman bagi penggunanya. Namun, dari suara letupan, petasan seperitus ini lebih "cetar membahan" ketimbang petasan pendahulunya.

"Kalau kita membandingkan dengan suara suara petasan sebelumnya, petasan seperitus ini lebih menggelegar memekakkan telinga. Sehingga kalau diperdengarkan secara terus menerus bisa membuat telinga teramat bising. Karena suara letupannya sangat menggelegar" ujar Ali, yang kerap melihat aksi perang petasan seperitus di lapangan 7 Februari Pagatan setiap sore hingga malam hari.

Menurut Ali, warga Gang Hidayah Kecamatan Simpang Empat ini, untuk memainkan petasan seperitus yang sepintas terlihat seperti Bazoka ini, memiliki trik tersendiri untuk mengatur volume suara yang dihasilkannya. Jika seperitus disemprotkan ke liang bazoka sebanyak 4 kali atau bahkan lebih, bisa dipastikan suaranya akan sangat menggemparkan. Akan tetapi, jika hanya disemprotkan satu kali saja, maka suaranya pun akan kecil. " Tapi kalau untuk kontes suara ternyaring, maka pemain biasanya memasukkan seperitus lebih banyak lagi, bahkan bisa sampai mengeluarkan api dibagian pucuk Bazokanya" beber Ali.

Dari pantauan fokusbatulicin.com, sebaran permainan "Bazoka Sepritus" ini nyaris dimainkan di Kecamatan Kusan Hilir dan Batulicin oleh semua kalangan usia. Hal ini, bisa dikarenakan pengembangan pembuatan "Bazoka Sepritus" ini berawal dari daerah Kecamatan Kusan Hilir. Dimana menurut beberapa sumber, awalnya, Bazoka Sepritus ini dibeli oleh warga Salimuran, untuk mengusir tikus di sawah. Ia membelinya dari seorang pelaut. Dituturkan sumber, di laut Bazoka Sepritus ini sangat ampuh untuk menakut nakuti pencuri, perompak dan pembajak di tengah laut. Lantaran, dari suaranya yang besar sangat mirip dengan bunyi suara Senjata Api. Setelah di bawanya ke Salimuran, rasa ingin tahunya membuat ia dengan terpaksa membongkar bahan Bazoka dan merekonstruksi ulang kembali, hingga ia yakin sudah bisa membuatnya.

"Makanya, yang banyak memainkannya awalnya anak anak petani di Pagatan, untuk mengusir burung dan juga tikus hama padi" ujar Ali, lebih jauh.

Terlepas dari semua efek positif dan negatif dari keberadaan Bazoka Sepritus ini, yang perlu mendapat tempat khusus dan diberikan acungan jempolnya adalah tingkat kreatifitas anak bangsa yang lahir dari sebuah pola kesederhanaan. Karena jika melihat bahan dasarnya, hanya terbuat dari kaleng bekas, dan sepritus yang mungkin nyaris menghilang dari pasaran, maklum sepritus di tempoe doeloe banyak di gunakan sebagai pemicu awal menghidupkan lampu petromag. Dari mainan anak kampung, menjadi mainan yang booming di Kota Pagatan, dan Batulicin. Jika kreatifitas itu, didukung dengan permodalan dan legalitas produksi masal, diyakini, Bazoka Sepritus itu akan membanjiri pasar, dan bisa beromzet jutaan rupiah. Namun sayang, mainan anak kampung itu paling hanya bisa "Cetar Membahana" di perkampungan juga. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved