Home » » Tanbu Siap Bangun IPAL, Guna Tingkatkan Kualitas Air Sungai

Tanbu Siap Bangun IPAL, Guna Tingkatkan Kualitas Air Sungai

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 26 Juni 2013 | 12.53

Seperti Apa Kualitas Lingkungan dan tingkat Kepatuhan Perusahaan terhadap Aspek Lingkungan di Tanbu, simak Wawancara Fokus Batulicin (FB) dengan Ir. Erno Rudi Handoko selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Tanah Bumbu berikut ini

FB : Selamat Siang Pak Erno, Apa kabar? Dan langsung saja kita mulai wawancara singkat kita mengenai kondisi lingkungan di Tanah Bumbu secara global, serta bagaimana tingkat kepatuhan perusahaan yang ada di Tanah Bumbu terhadap pentingnya kesadaran pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Bapak,   Berapa standar lingkungan yang sehat ? Jika dilihat dari beberapa factor? Baik udara, air dan tanah?

Erno : Berdasarkan Peraturan Gubernur Tentang Standart baku mutu Udara , Air dan Tanah No 53 Tahun 2007, standart baku mutu udara untuk tingkat kebisingan udara ditetapkan maks 55 Desibel. Kemudian akibat perdagangan dan jasa maksimal 70 desibell, ambien udara ditetapkan dengan 15 parameter diantaranya SO2, TO, NO2 Hc, debu maks 230micro, serta sejumlah parameter lainnya. Untuk bakumutu Air di Tanah Bumbu diketahu masih berada di bawah standart, hal ini diketahui dengan melihat dari 15 parameter untuk menentukan tingkat kualitasnya. Sementara, untuk kualitas tanah di Tanah Bumbu sampai dengan saat ini masih dikategorikan sebagai lahan berkualitas baik. Hal ini dilihat dari peta kawasan Biomata yang sampai saat ini masih bagus.

FB : Nilai kualitas lingkungan di Tanbu apakah standar, lebih baik atau kurang?

Erno : kulitas lingkungan di Tanah Bumbu terbilang cukup bagus. Hanya saja perlu ditingkatkan melalui kerjasama yang baik oleh semua pihak, antara masyarakat, pengusaha, pelajar, pemerintah serta semua pihak yang dipundaknya semua berkewajiban menjaga dan melestarikan alam, dan lingkungan. Hal itu mulai dari upaya peningkatan kesadaran tentang pentingnya lingkungan yang sehat. Kemudian memulainya dari lingkungan terkecilnya, dari lingkungan rumah, kantor, tempat ibadah, sekolah, taman bermain, tempat usaha, bahkan disekitar kawasan aktifitas yang sering di jumpai. Cara termudah adalah tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama yang mengandung bahan cair beracun, bahan yang mudah mengeluarkan bau tak sedap, dan mengelola limbah dengan tepat guna, sehingga membuat lingkungan tempat beraktifitas setiap hari tersebut memiliki lingkungan yang bersih dan sehat.

FB : Kalau lebih baik dari standar lingkungan, cara apa yang membuat hal itu terjadi?

Erno : kalau dibilang lebih baik, tidak. Setiap tahun sama saja. Artinya dilihat dari beberapa indikator dan parameter selalu pluktuatif. Bahkan untuk kualitas air ditempak kita memiliki tingkat kekeruhan yang sama dengan tahun sebelumnya, dan ini terus kita berupaya untuk memperbaikinya.

FB : Kalau standar, langkah apa yang diambil untuk peningkatan

Erno : langkah perbaikan ini, terutama untuk kualitas baku mutu air, saat ini kami sedang merencanakan pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di 3 kecamatan. Yakni kecamatan Satui, Kusan Hilir, dan Batulicin. Karena daerah ini memiliki Daerah Aliran Sungai (Das). Ini bertujuan untuk mensterilkan air air aliran yang dihasilkan oleh sejumlah perusahaan, yang dialirkan setelah melalui pengolahan limbahnya, kemudian dialirkan ke sungai. Menangkap air yang keruh tersebut, langsung di olah di IPAL, kemudian disalurkan kembali ke sungai, dengan kualitas yang lebih baik.
Terkait upaya perbaikan kualitas lingkungan dari faktor lainnya, baik udara dan tanah, kita akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk lebih sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Meningkatkan SDM pengawasan, melakukan pengawasan dan bimbingan terpadu kepada semua perusahaan, dan memberikan pendampingan bagi mereka yang bermasalah dengan pengelolaan limbahnya. Kendala yang dihadapi adalah minimnya fasilitas dan SDM pengawasan. Mengingat, sumber pencemaran lingkungan tergolong cukup luas, bukan saja hanya dari kegiatan perusahaan dan industri saja, melainkan semua lini yang bersentuhan langsung dengan lingkungan. Seperti Rumah Tangga, Perhotelan, Rumah Sakit, Pelabuhan, stock file, perkebunan, pertambangan dan lainnya.

FB : berapa jumlah perusahaan yang ada di daerahnya? Tanyakan  mengenai pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengelolaan limbahnya? Apakah ada control lapangan? Apakah ada uji lab atas hasil pengelolaan limbah? Per jeda waktunya kapan (per minggu, perbulan atau pertahun)?
Erno : lebih dari 300 perusahaan berada dibawah pengawasan BLHD Tanah Bumbu, dan setiap bulannya bahkan setiap mingggunya dilakukan kontrol lapangan dari BLHD. Pembinaan dan pengawasan diberikan bagi setiap perusahaan yang memiliki dokumen ANDAL. Bahkan, tiap 6 bulannya ratusan perusahaan itu wajib dilakukan Uji Standart Pelayanan Minimum (SPM) dalam melakukan pengelolaan limbahnya di titik tertentu.

FB : Perusahaan mana yang pengelolaan limbahnya mendapat nilai minus? Berapa banyak? Di sisi apa minusnya? Dapat sanksi apa? Apakah ada jeda toleransi perbaikan  pengelolaan limbah? Berapa lama? Apakah akan ada aturan penutupan usaha kalau tidak bisa memperbaiki atau meningkatkan kualitas pengelolaan limbahnya?

Erno : saya tidak berbicara dalam jumlah, perusahaan di tanah seluruhnya masih dalam pembinaan, jika ada yang ditemukan kelalaian dalam pengelolaan limbah, akan segera ditegur dan diarahkan untuk segera melakukan perbaikan. Jika sudah mendapatkan teguran rata rata pihak perusahan langsung melakukan perbaikan, dan tentunya dibawah pengawasan BLHD, biasanya diberikan waktu maksimal 3 bulan tergantung tingkat kerusakannya, untuk melakukan perbaikan. Secara aturan apabila perusahaan secara terang terangan mengabaikan pengelolaan limbah, maka wajib di tutup, dimulai dari teguran, instruksi perbaikan, peringatan kedua pembekuan, dan jika tetap tidak mengindahkannya maka ijin usahanya akan dicabut, dalam arti kata di hentikan secara paksa.
                                                 
FB : Kalau ada perusahaan yang kurang dalam pengelolaan limbahnya, apakah ada selama ini yang ditutup?
Erno : selama ini tidak sampai penutupan, hanya sampi pembekuan atau penghentian aktifitas hingga masa perbaikan.
                                                 
FB : Apakah ada pembinaan berkelanjutan terhadap perusahaan mengenai pengelolaan limbah atau polusi yang di hasilkan oleh usaha dari perusahaan itu?
Erno : ada, dan sampai saat ini, akan terus dilakukan pembinaan.
 FB : terimakasih atas wawancara siang hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua..dan Selamat Siang.














Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved