Home » » Cemari Lingkungan, PT. MJIS Dapat Teguran BLHD Tanbu

Cemari Lingkungan, PT. MJIS Dapat Teguran BLHD Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 03 Juli 2013 | 07.13

Terkait dengan adanya dugaan pencemaran limbah yang dilakukan PT. Meratus Jaya Iron Steel (MJIS) sejak Kamis (27/6) lalu, telah dilakukan penelitian dan survey lapangan oleh pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kab. Tanah Bumbu Provensi Kalimantan Selatan. Berdasarkan keterangan Ir. Erno Rudy Handoko selaku, Kepala BLHD Tanah Bumbu, DitemukanTanggul atau parit pembatas stockfile batubara milik MJIS Jebol sejak Kamis lalu. Tumpukan batubara yang merupakan bahan bakar milik perusahaan pengolah biji besi terbesar di Kalimantan Selatan itu, ditemukan telah merembes, mengikuti aliran air hujan hingga masuk ke sungai KM 10 Transmigrasi Pelajau Kecamatan Simpang Empat. Selain temuan rembesan batubara yang menumpuk di stockfile, warga juga melaporkan ketidaknyamanan asap hitam tebal yang keluar dari cerobong asap milik PT. MJIS tersebut..

Dari Temuan itu, BLHD langsung mengeluarkan surat teguran untuk memperbaiki kerusakan lingkungan itu. Serta memberikan sanksi Administrasi. Surat teguran itu berisikan perintah perbaikan dampak lingkungan dari lokasi stockfile, hingga di sepanjang sungai yang tercemar. Jika memungkinkan limbah yang masuk ke sungai segera dilakukan pengangkatan. Kemudian untuk stockfilenya, segera harus dibuatkan tanggul dan parit pembatas bahkan bila perlu dibuatkan penampungan rembesan.

"Kita berikan waktu selambat lambatnya 3 bulan sejak surat dikeluarkan, semua permaslahan pengrusakan lingkunga yang diakibatkan aktifitas PT. MJIS harus ditangani dengan baik. Jika dalam tempo waktu yang diberikan tida, maka PT, MJIS terancam perijinannya, di bekukan atau bahkan sampai pencabutan, alias penutupan" ujar Kepala BLHD Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Erno RH.

Erno mengaku, informasi pencemaran yang dilakukan PT. MJIS itu, berawal dar laporan pengaduan masyarakat ke BLHD, kemudian dilakukan peninjauan, pada hari itu juga Kamis (27/6). Bahkan laporan yang masuk ke BLHD, pencemaran yang dilakukan PT. MJIS terindikasi ada dua Bagian, pertama Pencemaran Limbah Batubara ke sungai, dan kedua, pencemaran pada udara di lingkungan KM10, melalui cerobong asapnya, yang terlihat memekat, dan sudah dianggap melebihi ambang batas baku mutu.

"Untuk indikasi pencemaran udara, masih dilakukan penelitian, jika ini benar, maka ada dua kasus pencemaran yang dilakukan PT. MJIS, kemudian kita akan segera mengirimkan surat teguran untuk perbaikan, dan tentunya kita juga memberikan batas waktu toleransi perbaikan, dalam waktu dekat kita akan menurunkan petugas untuk mengambil sampel udara dari atas cerobong, mungkin dalam waktu dekat satu atau dua hari ini" ujar Erno. (Ley)
Powered by fokusbatulicin.com®


Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved