Home » » Dianggap Mengganggu Ketentraman Umum, Satpol PP Bubarkan Aksi Ngabuburit Soreram Jhonlin

Dianggap Mengganggu Ketentraman Umum, Satpol PP Bubarkan Aksi Ngabuburit Soreram Jhonlin

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 23 Juli 2013 | 23.43

Simpang Empat / fokusbatulicin.com - Dituding mengganggu ketertiban umum, suara musik yang digarap oleh anak anak jhonlin Radio dalam acara Ngabuburit Soreram alias Sore Sore Rame Rame yang digelar di halaman parkir ruko Jhonlin, sejak awal ramadhan hingga rencananya baru akan berakhir di penghujung ramadhan 1434 H ini, terpaksa Selasa (23/7) kemarin dibubarkan oleh Petugas Satpol PP.

Rombongan Satpol PP yang langsung di pimpin oleh Kasi ops Satpol PP Muh Rusli S Sos, sore itu mendatangi hingar bingar musik live di antara kerumunan pasar wadai yang juga digelar tak jauh dari lokasi Soreram tersebut. Di lokasi kejadian terlihat pula sejumlah warga umat muslim sekitar permukiman Jhonlin yang datang mengenakan pakaian Gamis dan kopiah ala timur tengah, sambil meminta untuk dihentikan kegiatan live musik yang merupakan kegiatan offair radio Jhonlin sambil menunggu waktu berbuka puasa itu.

Kasi Ops Satpol PP kepada fokusbatulicin.com mengatakan kedatangannya ke tempat ini bukan atas dasar tidak suka secara pribadi saja. Namun lebih kepada menyikapi adanya keluhan masyarakat sekitar yang menganggap bahwa kegiatan live music tersebut sangat tidak sesuai dengan suasana religi ramdhan. Dimana berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu menghimbau untuk beragam bentuk hiburan karaoke, live music, dan lain lain yang tidak mengandung unsur ke agamaan, diminta untuk sementara waktu di hentikan selama bulan ramadhan, karena dinilai mengganggu ketertiban dan kekhusukkan umat muslim yang tengah beribadah, sekaligus menghormati bulan suci ramadhan.

" Kita hanya menjalankan amanat pemerintah daerah melalui Surat Edaran Bupati Tanah Bumbu, dan itu kita sampaikan disini. Karena kami menilai kegiatan Ngabuburit Sore Sore Rame Rame, Jhonlin ini termasuk didalam salah satu item yang dilarang selama ramadhan pada Surat Edaran yang dimaksud" ujar Kasi Ops Satpol PP Muh Rusli.

Sejumlah masyarakat umat muslim yang datang ke lokasi meminta segala bentuk bunyi bunyian pada acara Ngabuburit itu dihentikan. Karena dinilai sangat tidak menghormati nilai luhur dan kesucian bulan ramdhan. Bahkan, kerap bunyi bunyian musik tersebut tetap mengalun bahkan saat saat mendekati suara azan maghrib berkumandan.

" Seyogyanya, pada bulan ramadhan kita lebih mendekatkan diri dengan Allah, bukan seperti ini. Apa tidak lebih baik kalau musik musik yang ditampilkan bernuansa religi, agak pelan pelan sedikit suaranya jadi nikmat di dengar. Bukan seperti ini. Pokoknya kami datang kesini untuk meminta dengan tegas tidak adalagi suara hingar bingar musik ditempat ini " ucap Andi Said Sultan warga perumahan Jhonline, seraya meminta lebih baik arah ke kegiatan dalam bentuk keagamaan saja.

Sementara di pihak lain, Richi selaku koordinator Kegiatan Ngabuburit menyampaikan pihaknya siap mengikuti aturan yg berlaku, termasuk penerapan Surat Edaran Bupati yang melarang adanya kegiatan semacam ini, yang apabila dinilai mengganggu ketentraman umum. Namun Richi juga menjelaskan, bahwa di tempat ini bukan semata mata menampilkan musik pop dan rock saja, akan tetapi ada juga music live qasidah, sambrah, rabbana, dan musik musik religi lainnya. Hanya saja diselang seling sejak beberapa waktu lalu.

" Kalau masyarakat merasa terganggu kita siap hentikan kegiatan, kita akan patuhi aturan yang berlaku. Kami tidak merasa kalau ini sangat mengganggu, yang lebih tahu mungkin masyarakat luar sana, karena mereka yang menilai ini mengganggu atau tidak" jelas Richi (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved