Home » » Dua Karyawan Toko Bangunan Gelapkan Uang Majikan

Dua Karyawan Toko Bangunan Gelapkan Uang Majikan

Written By Fokus Batulicin on Senin, 15 Juli 2013 | 20.17

fokusbatulicin.com - Dua karyawan toko bangunan Setia Eka Jaya Simpang Empat tega melakukan aksi penggelapan uang milik majikannya. Mereka adalah Hardiansyah alias Ardi bersama Ahmad Faqih yang bekerja sebagai sopir telah dipercaya untuk mengantarkan uang disetor ke Bank.

Namun sayangnya Ardi, pria yang beralamat di Jalan Raya provinsi arah Pelabuhan Samudera RT 1 Desa Sejahtera kecamatan Simpang Empat, malah memanfaatkan kepercayaan yang diberikan oleh bosnya, Heru Santoso. Dimana saat itu, Heru sudah beberapa kali mengutus Ardi untuk menyetor uang ke Bank. Namun, untuk yang kesekian kalinya merasa sudah sangat dipercaya, Ardi merencanakan untuk menggelapkan uang bosnya itu bersama dengan Ahmad Faqih alias Alung yang tinggal di mes di Jalan Transmigrasi desa bersujud, Tanahbumbu.

Keduanya merencenakan tega menggelapkan uang tersebut untuk keperluan pribadinya. Menurut pengakuan Ardi, ketika itu ia diminta menyetorkan uang dengan cepat iya mengantarnya. Namun ditengah perjalanan ia sudah terlebih dahulu berhubungan dengan Alung untuk bertemu di Pasar Minggu. Sesampainya disana uang tersebut diberikan kepada Alung untuk disimpan dimesnya.

Setelah itu, Ardi pulang dan melapor kepada Bosnya dan mengatakan dirinya dirampok di Jalan raya Provinsi desa kampung baru RT 12 Desa Bersujud Tanahbumbu. Mendapat kabar tersebut, Heru terkejut dan merasa curiga dia segera melapor ke Polsek Simpang Empat. Laporan tersebut diterima Kapolsek Simpang Empat, Iptu Heriyanto. Mendapat laporan tersebut Heri beserta anggota Reskrim melakukan pengecekan dilokasi kejadian. Bersama pelaku, Ardi dan Bosnya menuju ke lokasi kejadian.

Namun setelah bertanya dengan warga sekitar, polisi curiga karena dari penuturan warga tidak ada kejadian pada pukul 14.00 wita ditempat tersebut. Akhirnya kembali ke Mapolsek. Curiga, Heryanto dan satreskrim melakukan introgasi kepada Ardi. "Karena dilokasi kejadian tidak jelas dan warga juga tidak tau, akhirnya kita kemali ke Polsek kemudian mengintrogasi pelaku. Sempat mengelak namun akhirnya mengakui telah menggelapkan uang bosnya sebesar 96 Juta,"ucap Kapolsek Simpang Empat, Iptu Heriyanto kepada wartawan, Senin (15/7).

Dikatakan Heri, pelaku saat diintrogasi awalnya tidak mengaku namun setelah didesak akhirnya dia mengaku telah menggelapkan uangnya. Ardi bekerjasama dengan Alung, sementara alung menyimpan uangnya di Mes tempatnya tidur. Mengetahui itu, kapolsek langsung melakukan penggerebekan terhadap Alung yangsaat itu berada dimesnya. Awalnya dia tidak mengaku, namun karena pengakuan Ardi akhirnya mengaku juga. Dia memperlihat uang yang disembunyikannya diatas pelapon mesnya dengan maksud agar tidak ketahuan.

"Keduanya sama, awalnya tidak mengaku, setelah didesak baru mau mengakui perbuataannya. Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara diatas 5 tahun,"ucap Heri mewakili Kapolres Tanahbumbu AKBP Asep Taufik. Sementara pengakuan Ardi menggelapkan uang tersebut untuk dipakainya sebagai keperluan sehari-hari. Berbeda halnya dengan Alung yang berniat membeli kendaraan roda dua untuk dipakainya. Akibatnya, Hardiansyah dan Ahmad Faqih kini harus meratapi nasibnya didalam sel di bulan puasa ini. Keduanya diciduk petugas usai gelapkan uang pimpinan tempatnya bekerja, sejak Jumat (12/7) lalu.(Yat)

Powered by fokusbatulicin.com®



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved