Home » » Harga Ikan Laut Melonjak

Harga Ikan Laut Melonjak

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 02 Juli 2013 | 17.14

Setelah kenaikan Harga BBM beberapa waktu lalu, ditambah dengan kondisi musim yang dinilai kurang menguntungkan bagi nelayan, akhirnya sejumlah nelayan di wilayah Kecamatan Batulicin terpaksa menaikan harga jual hasil tangkapan mereka. Seperti Selasa (2/7) kemarin, di tingkat pedagang eceran ikan segar di bilangan jalan raya Pelajau Kecamatan Simpang Empat, sejak sepak ini sudah menaikkan harga jual ikan ikan segar yang dipasok nelayan ke bak dagangannya.

Jika sebelumnya harga ikan basah segar jenis ikan rumah rumah, ketombong, cepa, kakap, bandeng dan trakulu dijual dengan harga Rp. 30.000 per kilogram. Kini ikan jenis tersebut, telah naik dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Sementara untuk daging sapi di pasar tradisional juga mulai mengalami kenaikan jika dibandingkan harga jual bulan bulan sebelumnya. Bulan lalu, harga daging sapi dijual dengan harga tertinggi Rp 100.000 hingga Rp 110.000,/Kg. Namun, kini naik menjadi Rp 120.000/Kg.
"Naik pak ai..dari nelayan harga ikannya juga sudah naik, mungkin karena faktor BBM yang naik lebih dulu, jadi berimbas semua" ujar Daeng Aman, pedagang ikan laut, yang memiliki bak di bilangan jalan raya Pelajau Simpang Empat ini.

Saat ditanya jumlah pembeli yang merapat di bak dagangannya pasca kenaikan harga jual ikan basah ini, Daeng Aman mengaku, mengalami penurunan. Kebanyakan, ibu rumah tangga beralih membeli ayam potong dan ikan air tawar. "Ada juga yang masih berani membeli ikan laut, tapi mereka yang benar benar terlihat jarang atau tidak suka membeli ayam maupun daging sapi. Jadi pembeli ikan laut seperti ini tetap saja membeli ikan laut setiap hari, lantaran sudah menjadi kebutuhan" ucap Daeng Aman.

Secara terpisah, Chandra (35) ibu rumah tangga yang juga merupakan guru PTT di Kecamatan Simpang Empat ini. Mengaku dengan kenaikan harga ikan laut ini dinilai membebani ibu rumah tangga dalam menangani dan mensiasati kebutuhan bahan dapur mereka. Sekarang, kenaikan kebutuhan pokok, bukan hanya terjadi pada ikan laut, dan daging sapi saja, tapi diyakini menjelang Ramdhan tiba, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga bakal naik. "Ini baru awalnya saja, harga kebutuhan rumah tangga terutama untuk urusan dapur, pasti akan terus bergerak naik menjelang Ramdhan ini. Mau tidak mau, ya kita juga dituntut menggunakan anggaran belanja lebih efektif" ujar Chandra.

Iwan (46) warga Simpang Empat Kab. Tanah Bumbu, menuturkan, salah satu upaya membantu keluarganya untuk tetap bisa menikmati ikan segar ini, pihaknya kerap turun ke lokasi pemancingan untuk menangkap ikan menggunakan kail. Selain sudah merupakan hoby, memancing ikan juga ia menilai cukup efektif untuk bisa mendapatkan ikan secara geratis. Tanpa harus repot repot mengeluarkan uang lebih hanya untuk bisa mendapatkan ikan laut di pasaran.

"Daripada kita repot memikirkan kenaikan harga ikan laut, mending kita mancing aja, boleh pergi ke sawah mancing ikan haruan, maupun ikan papuyu, boleh juga mancing lele, atau kalau mau sedikit ekstrim kita pergi aja ke pinggiran laut, kita mancing sambil ajak keluarga bersantai menikmati liburan, pulangnya kita bawa ikan, toh tidak setiap hari kita mau makan ikan. Ikan juga bukan kebutuhan primer, bisa aja kita ganti dengan makan telur, ayam, maupun tempe, jadi saya pikir jangan terlalu dirisaukanlah, tingga kita kita saja yang menyikapinya, mau seperti apa menyikapi kenaikan harga kebutuhan pokok saat sekarang ini." Bebernya. (Ley)

Powered by fokusbatulicin.com®





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved