Home » » Kebutuhan Kelapa, Meningkat di Bulan Ramadhan.

Kebutuhan Kelapa, Meningkat di Bulan Ramadhan.

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 13 Juli 2013 | 10.47

fokusbatulicin.com - Pagatan, Kota tua Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Selain kaya dengan sumber daya alam kelautan dan perikanannya, Kota Pagatan juga terkenal sebagai sentra produksi kelapa kopra, kelapa hijau dan kelapa hybrida.

Saat bulan ramadhan seperti ini, perdagangan kelapa dirasakan sejumlah petani, semakin meningkat. Hal itu, seiring dengan tingkat kebutuhan masyarakat untuk menjadikan kelapa sebagai bahan baku utama mengolah makanan, kue berbuka puasa, serta untuk kue lebaran nanti. Setiap Senin, dan hari Jumat, pelabuhan pagatan dipenuhi dengan tumpukan tumpukan kelapa. Yang dibawa petani untuk dijual ke pasar. Sehingga secara tidak langsung, harga kelapa tua, yang biasa digunakan untuk mengolah santan dan minyak ini, perlahan merangkak naik, meskipun naik berkisar seribu hingga dua ribu lima ratus per ikat atau perbijinya.
"Ini sudah lumrah seperti ini. Kenaikan ini juga tidak stabil, dan tidak ada kepastiannya bertahan atau tetap pada harga semula, karena di pasaran, masih di lihat tingkat pembeli, jika ramai, kemudian stok terbatas, bisa saja naik harganya, akan tetapi, jika stok banjir, dan jumlah pembeli standar atau berkurang, bisa saja harga tetap" ujar Durramang, petani kelapa di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir.

Sekedar diketahui, peluang infestasi Komoditas kelapa untuk Kabupaten Tanah Bumbu, terutama di wilayah Kota Pagatan masih cukup baik dan dinilai memenuhi kriteria sebagai produk unggulan, terutama karena diperkirakan mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah besar yaitu 9.776 orang, dengan volume produksi 7.480 ton senilai Rp. 1.735.000.000,-. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, pemasaran kelapa telah menjangkau wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya, sementara bibit yang digunakan berasal dari daerah lokal dengan jumlah ketersediaan cukup. Tingkat pertumbuhan produksi kelapa diperkirakan rata-rata mencapai 9% pertahun.

Komoditas kelapa memiliki kemanfaatan yang amat tinggi sehingga memiliki keterkaitan hulu hilir yang tinggi pula. Pemanfaatannya antara lain dipergunakan untuk membuat kopra sebagai bahan minyak goreng serta bumbu masak. Air kelapa juga dapat dipergunakan untuk membuat Nata de coco sebagai bahan baku minuman, tempurung kelapa dipergunakan untuk memasok industry kerajinan, lidi berfungsi untuk membuat sapu lidi sedangkan sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industry kerajinan sapu.

"Dulu sebenarnya, pohon kelapa hampir terdapat diseluruh wilayah kota Pagatan, baik dari ujung muara, pesisir pantai pagatan, kemudian di Pagaruyung, sampai dengan menuju Sungai Loban, produksi kopra di Pagatan, menjadi analan mata pencaharian masyarakat, selain bergantung pada pertanian padi, dan juga perikana air tawar maupun laut" terang tokoh masyarakat Pagatan, Andi S Jaya.

Pemanfaatan kelapa, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka secara pribadi seperti bulan ramadhan ini, tapi lebih pada mata pencairan utama. Bahkan, kelapa kering yang dihasilkan kota Pagatan, kerap dikirim ke luar Kabupaten, baik menuju Plaihari, Kotabaru, hingga sampai kota Banjarmasin dan sekitarnya. Untuk pusat perkotaan di Kabupaten Tanah Bumbu untuk memenuhi kebutuhan kelapa, sebagian besar berasal dari Kota Pagatan, baik ke Batulicin, maupun Satui. Setiap hari pasar, sejumlah armada baik mobil pickup maupun truk selalu dipenuhi oleh komoditi yang satu ini, untuk dibawa keluar daerah.

"Kalau hari biasa, untuk kebutuhan lokal sangat terbatas, paling cuma beberapa puluh biji saja laku perhari, tapi jika di bulan ramadhan seperti ini, bisa mencapai ratusan biji perhari. Bukan hanya kelapa tua, kelapa muda pun ikut diburu, sebagai menu berbuka puasa" papar Durramang. (Ley)

Powered by fokusbatulicin.com®





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved