Home » » Pasar Harian Simpang Empat Dinilai Kumuh, Lalinpun Macet

Pasar Harian Simpang Empat Dinilai Kumuh, Lalinpun Macet

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 11 Juli 2013 | 19.51

fokusbatulicin.com – Sejumlah warga Batulicin berharap Pemkab Tanah Bumbu (Tanbu) bisa merelokasi pedagang yang ada di Pasar Harian ke Pusat Niaga Bersujud yang kondisinya lebih refresentatif.
Warga menilai, relokasi pedagang Pasar Harian harus segera dilakukan karena sejumlah permasalahan krusial yang muncul akibat keberadaan pasar tradisional terbesar di Bumi Bersujud itu sudah sangat mendesak untuk ditangani. "Kami pikir relokasi pedagang Pasar Harian itu sangat mendesak sekali. Pertama karena keberadaan pasar itu tak jauh dari kawasan Simpang Empat yang notabene merupakan salah satu titik sentral pusat kabupaten yang idealnya bersih dari aktifitas pasar", sebut Rianto warga Kecamatan Simpang Empat, kemarin.

Selain itu bebernya, kondisi ruas jalan kawasan Simpang Empat yang relatif tidak memadai sebagai ruas perlintasan utama daerah. Lebih-lebih ruas jalur Simpang Empat juga menjadi akses jalan negara yang menghubungkan antara Provinsi Kalsel dengan Provinsi Kaltim. Dapat dipastikan lalu lintas di kawasan tersebut sangat sibuk nyaris sepanjang hari, ditambah kesibukan pedagang dan warga yang berkunjung ke Pasar Harian yang berada di sisi kiri ruas Jalan Pelabuhan Speed, sehingga menambah kesemrawutan kawasan Simpang Empat.

Kesemrawutan semakin menjadi-jadi akibat adanya area parkir kendaraan roda dua yang berada di sisi kanan Jalan Pelabuhan Speed memakan sebagian marka jalan. Maka tak ayal, pada pagi hari antara pukul 06.00 wita hingga pukul 11.00 wita kemacetan dipastikan terjadi di ruas jalan tersebut. "Kondisi semakin parah ketika sejumlah mobil angkutan barang yang mengangkut sembako memasuki kawasan Pasar Harian, kemacetan menjadi semakin parah. Apalagi pada jam-jam puncak kesibukan pasar pada pagi hari armada becak juga parkir di sisi kanan dan kiri Jalan Pelabuhan Speed, kemacetan semakin menjadi-jadi ", ujar Bachtiar warga Kecamatan Batulicin.

Dari pantauan Fokus Batulicin, kesemrawutan yang terjadi di kawasan Pasar Harian juga disebabkan oleh sejumlah pedagang yang menempatkan dagangannya pada sebagian marka jalan sehingga fungsi jalan rayapun berubah menjadi lapak pedagang. Belum lagi, jika musim penghujan, beberapa ruas gang di dalam pasar harian itu becek dan berlumpur hitam. Jika tak terbiasa, memasukki lorong lorong pengap ini membuat sesak dada, namun bagi masyarakat di Kecamatan Simpang empat, pemandangan seperti itu sudah biasa. "Dari fakta-fakta yang ada itu mestinya pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait segera mengambil langkah program. Relokasi pedagang kami pikir adalah jawabannya. Ini juga terkait tidak adanya kontribusi yang diperoleh pemerintah daerah dari aktifitas yang ada di Pasar Harian karena status pasar adalah pasar swasta yang lahannya dimiliki perorangan", beber Bachtiar lagi.

Diharapkan nantinya, jika pedagang Pasar Harian bisa benar-benar direlokasi ke Pusat Niaga Bersujud, dampak positif yang dapat diperoleh pemerintah daerah tak hanya berupa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector retribusi parkir dan retribusi dari pedagang, namun lebih dari itu, sentralisasi pasar milik pemerintah daerah juga akan memberikan dampak berupa semakin bergeraknya dinamika ekonomi kerakyatan, juga memudahkan pemerintah daerah dalam melakuykan pengawasan dan pengelolaan sarana penunjang pasar sebagai basis ekonomi kerakyatan.

Seyogyanya, dengan pandangan seperti itu, Bahtiar berharap kepada pemerintah daerah bisa mendengar dan menyerap aspirasi warga. Sehingga kedepan, Pasar Harian bisa terlihat sehat, bersih, dan rapi. (Brh)

Powered by fokusbatulicin.com®




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved