Home » » Pedagang Bunga Musiman, Kais Rejeki dari Peziarah

Pedagang Bunga Musiman, Kais Rejeki dari Peziarah

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 09 Juli 2013 | 13.33

fokusbatulicin.com - Sepekan ini, pedagang kembang (bunga) musiman, terlihat mulai bermunculan di sepanjang muara Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin Pagatan Desa Pagarruyung, Kecamatan Kusan Hilir, saat menyambut awal bulan suci ramadhan, seperti terlihat kemarin (9/7).

Keberadaan pedagang bunga ini, tentunya mempermudah para peziara untuk mendapatkan bunga segar (bunga rampai.red) untuk ditaburkan di atas pusara. Hanya dengan mengeluarkan Rp 5000 atau Rp 10.000 saja bragam jenis bunga untuk kuburan ini bisa didapat lewat tangan terampil para pedagang ini. Dari bunga curah yang sudah dicampur dengan beragam jenis dan warna, kambang barenteng, bunga rampai, dan lainnya. Seperti Rizali (46) yang datang berziarah bersama sang istrinya, Lilik Suryani (40) saat tiba di depan muara gerbang TPU tersebut, langsung membeli bunga, untuk menambah ragam bunga yang sudah ia persiapkan dari rumah. " Tadi ada membawa sedikit, seadanya, untung disini ada, jadi kita bisa beli lagi" ujar Lilik.

Menurut penuturan lilik, menaburi bunga dan menyirami air doa doa diatas pusara merupakan rangkaian tradisi berziarah secara turun temurun dari masyarakat di Tanah Bumbu. Sebelumnya, para peziarah datang terlebih dahulu membersihkan makam. Dengan menggunakan pisau kecil mereka mencabut rumput, mengumpulkannya dan membakar sampah sampah yang berserakan. Setelah itu, mereka duduk membaca surah yasin, dan beragam doa yang dihadiahkan bagi penghuni makam, leluhur mereka, dan diakhiri dengan prosesi tabur bunga dan menyirami air doa. " ini selalu dilakukan di awal bulan ramadhan, maupun khaul memperingati wafatnya " ucap Lilik.

Sementara, pengakuan Acil Siyah (60) pedagang bunga di bilangan jalan raya HM. Badri Pasar baru itu, jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini jumlah peziarah terbilang lebih sedikit. Hal ini, menurutnya mungkin lantaran beberapa hari ini hujan masih terus mengguyur kota Pagatan. Sehingga, banyak peziarah yang datang secara terpisah baik pagi, siang maupun disaat sore hari. " Kalau tahun dahulu, kelihatannya lebih rame, dari pagi sampai sore hari, ada saja yang terus berdatangan. Namun saat ini, musim hujan, jadi kayaknya lebih sedikit" ujar Siyah.

Menurut Siyah, sebagai imbasnya, rizki yang mereka terima dari hasil menjajakan bunga bunga kuburan itu berkurang. jika setiap tahun mereka bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah perhari, namun saat ini, hanya puluhan ribu saja. Sementara, jumlah pedagang bunga tahun juga lebih banyak (Ley)
Powered by fokusbatulicin.com®


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved