Home » » Pengamanan Lebaran,Petugas Buru Makan Minuman Kadaluarsa

Pengamanan Lebaran,Petugas Buru Makan Minuman Kadaluarsa

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 25 Juli 2013 | 13.51

Batulicin / fokusbatulicin.com - Lebih dari 2 Dos makan minuman kadaluarsa disita petugas gabungan saat melakukan razia disejumlah pusat pertokoan dan perbelanjaan, serta pasar pasar tradisional yang ada di Kecamatan Simpang Empat Batulicin, Kamis (25/7) sejak siang hingga menjelang sore, secara acak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu Dr H Ambo Sakka menerangkan, kegiatan razia makanan dan minuman yang kebanyakan diperlukan untuk parsel lebaran ini, dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta petugas Puskesmas Batulicin dan Simpang Empat.

Sasaran yang ingin dicapai adalah menindak pelaku yang dengan sengaja mengedarkan, memperdagangkan makanan minuman kadaluarsa, makanan impor tanpa lable halal dari Indonesia, Rusak, makanan kemasan tanpa menggunakan bahasa indonesia, minuman beralkohol yang dimasukkan kedalam paket parsel lebaran, serta makanan mengandung bahan daging babi. Hal itu berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Ditjen Badan Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) untuk bulan ramadhan, dan lebaran Idul fitri mendatang.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pelanggar surat edaran tersebut, dijelaskan Ambo Sakka, yang bersangkutan akan diberikan surat teguran, dan dilakukan pembinaan berkelanjutan di Dinas Kesehatan. Kemudian, diminta dengan tegas untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Tentunya dengan dibuatkan berita acara pemeriksaan lebih awal.

Kegiatan itu sendiri bakal dilakukan oleh petugas gabungan ini sejak Hari ini (25/7) sampai dengan Rabu (31/7) mendatang. Dengan daerah target operasi kegiatan penertiban dari Kecamatan Simpang Empat, Batulicin, Kusan Hilir, Hingga Kecamatan Satui. " Kita berharap tidak ada yang sampai berbuat merugikan orang lain. Pedagang harus benar benar memperhatikan kualitas barang dagangannya. Karena kalau sudah kadaluarsa atau rusak, busuk tetap dijual, kemudian di konsumsi oleh pembeli, itu akan menjadi racun di dalam tubuh" jelas Ambo Sakka.

Salah seorang pedagang yang tertangkap dalam pengawasan itu, dan tidak bersedia dikorankan identitasnya, mengaku dirinya tidak mengetahui kalau barang dagangannya yang sudah kadaluarsa. Karena banyaknya barang yang masuk belakangan ini ke tokonya. "Sebenarnya 2 atau 3 minggu sekali kita periksa, tapi saat ini belum masuk jadwal pemeriksaan rutin anak anak yang betugas di toko" ucapnya. (Ley)

Powered by edha kemcana corp®



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved