Home » » PT. MJIS Berniat Perbaiki Pencemaran, 1 Bulan

PT. MJIS Berniat Perbaiki Pencemaran, 1 Bulan

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 11 Juli 2013 | 19.38

fokusbatulicin.com - Setelah ditemukan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan pabrik biji besi PT. Meratus Jaya Iron Steel yang beroperasi di bilangan jalan raya KM 10 desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, belum lama tadi. Akhirnya Pihak PT. MJIS bersedia melakukan perbaikan. Maklum saja, perbaikan yang dilakukan oleh Perusahaan BUMN ini tentunya tidak lepas dari pengawasan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) setempat.

"Kami saat ini sedang berupaya melakukan perbaikan. Pokoknya kami selama 1 bulan ini telah melakukan optimalisasi rehab baik mesin, maupun kawasan stockfile batubara sebagai bahan baku utama untuk mengolah biji besi. Untuk limbah yang tercecer di sungai kemarin, sudah kita angkat. Bahkan, aliran anak sungai di KM 10 sudah kita lebarkan. Hal ini bertujuan agar sisa limbah di jalur sungai habis terkeruk" beber Mangku (65) dan Ampera (50) selaku Menejer Departemen CSR PT. MJIS ketika disambangi fokusbatulicin.com, Kemarin.

Meski BLHD mengeluarkan himbauan perbaikan selambat lambatnya 3 bulan kedepan. Namun, saat ini PT. MJIS terus melakukan perbaik. Untk Stock file, pihaknya telah memasang tanggul, kemudian membangun saluran penjernih air limbah melalui dengan menampungnya terlebih dahulu kolam penampungan limbah setlingfon. Sementara untuk cerobong asap yang mengalami kebocoran lantaran alat penangkap partikel debu biji besi mengalami kerusakan, saat ini terus dilakukan perbaikan dan sekaligus sedang dilakukan percobaan. "Uji coba kita lakukan berulang kali" kata Mangku, sambil tersenyum.

Sementara, secara spesifik Ampera menjelaskan, bahwa terkait pengelolaan limbah selama ini telah dilaksanakan sesuai prosedur. Hanya saja, dimusim penghujan ini limbah limbah yang terdapat di bak penampungan terseret air saat hujan deras terjadi, air di bak penampungan limbahpun meluber. Akhirnya merembes dan mengalir hingga menjalar menuju muar sungai. Begitu juga yang terjadi dibagian stockfile batubara, rembesan itu terjadi saat beberapa hari ini hujan deras mengguyur Bumi Bersujud. "Sebenarnya ini lebih disebabkan oleh faktor alam" jelas Ampera.

Secara terpisah, Direktur LSM Linta Indonesia yang bermarkas di Sampoerna ini, meminta dengan adanya kejadian pencemaran limbah oleh perusahaan raksasa di Tanah Bumbu ini menjadi pelajaran bagi perusahaan perusahaan lain, untuk senantiasa memperhitungkan kembali dampak dampak buruk bagi lingkungan, meski sekecil apapun terutama yang bisa saja disebabkan faktor kelalaian manusia, dan faktor alam. Internal maupun faktor eksternalnya. Sehingga masyarakat sekitar yang masih menggantungkan hidup pada lingkungannya tidak terganggu, dan tetap terus terjaga stabilitasnya. " Lebih baik menjaga dari sekarang, ketimbang memperbaikinya. Hati hati itu perlu dalam menjalankan usaha, apalgi jika limbah yang dihasilkan berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia maupun biota lainnya" ucap Rudi selaku Direktur Eksekutif LSM Lintah Indonesia di Batulicin.

Di pihak lain, Kepala BLHD Ir. H Erno Rudi Handoko saat ditemui fokusbatulicin.com, terkait adanya temuan pencemaran yang dilakukan PT. MJIS, serta adanya langkah perbaikan yang kini terus diupayakan, Erno berharap, PT. MJIS terus mengirimkan laporannya kepada BLHD sejauhmana dan sudah seperti apa perbaikan yang dilakukan. Terutama saat Petugas BLHD datang ke lokasi pabrik, PT. MJIS harus memberikan keterangan yang sebenarnya, dan terus melakukan evaluasi. Sehingga penanggulangan pencemaran benar benar ditangani dengan baik, dan tepat sasaran.

Dari pantauan fokusbatulicin.com yang datang ke pabrik pengolahan biji besi yang diresmikan oleh Wakil Presiden Yusuf Kala (pada masa pemerintahannya) beberapa tahun lalu, kini kondisi pabrik terlihat masih beroperasi. Pabrik yang mendengung itu, menghasilkan udara buang dari cerobong asap berwarna hitam pekat. Beberapa rumput disekitar pabrik pun terlihat menghitam, seakan dipenuhi oleh serbuk partikel yang keluar dari cerobong asap. Beberapa petugas securyti yang berjaga di gerbang terlihat menggunakan masker yang terbuat dari kain slayer. "Setiap hari seperti ini pak, katanya ada yang rusak pabriknya, dan kini masih ada perbaikan di belakang" ujar sang securyti. Sesekali, saat mesin menghentak, asap hitam tebal langsung membumbung tinggi. (Ley)

Powered by fokusbatulicin.com®




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved