Home » » Sungai Kusambi Tercemar, Kinerja BLHD Dipertanyakan

Sungai Kusambi Tercemar, Kinerja BLHD Dipertanyakan

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 02 Juli 2013 | 18.25

BATULICIN Kinerja Badan Pengendali Dampak Lingkungan (Bapedalda) Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dipertanyakan. Pasalnya Sungai Kusambi Makao, yang terletak di Km.10 tercemar limbah perusahaan PT. Kratkatau Stell, malah dibiarkan begitu saja, selain air sungai tidak bisa dikomsumsi warga lagi, bau busuk sudah mulai menyegat.

Menurut seorang warga, Afriannor, pencemaran ini sudah lama dilakukan PT.Krakatau Stell, namun sampai sekarang tidak ada sama sekali tindakan baik dari pemerintah Kabupaten maupun dari pihak perusahaan.
" Sungainya hitam sekali kaya seperti olie airnya, kalau kita lewat saja didaerah jalan itu sangat berbau, " kata Afriannor kepada wartawan, Minggu (30/6).

Yang dikhawatirkan warga, kata Afriannor, selain airnya berbahaya, juga udara sekitar yang di sinyalir tercemar, akan menjadi berbahaya, dan berakibat lebih fatal. "Jangan sampai, warga lainnya menjadi korban kalau tidak mengetahui hal ini, maka kepada pihak bertanggungjawab, baik Bapedalda, maupun PT.Krakatau Steel.Secepatnya bertindak bertanggungjawab dengan membersihkan kembali limbah beracun yang dicemarkan. Kita sebagai warga mempertanyakaan apa kerja bapedalda selama ini, apa mengambil uang perusahaan saja, kalau air tercamar seperti ini malah tidak ada tindakan, " ujarnya.

Diingatkan Afriannor, lebih jelasnya lokasi yang terlihat tercemar disungai didekat Kantor Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Manggala Agni, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Senada juga diungkapkan warga lainnya Kusno, dirinya mempertanyakan wakil rakyat yang merasa dipilih rakyat selama ini, jangan hanya waktu pemilihan saja turun dan membantu warga. Kejadian seperti ini seharusnya menjadi urusan yang dikhususkan anggota dewan yang terhormat.

" Datang dan lihat penderitaan warga, kalau air tercemar kemana lagi warga mengadu, kalau tidak ke anggota dewan, " ujarnya.

Menyikapi terkait pencemaran anak sungai yg terletak diwilayah Ds Sarigadung yg diduga berasal dari kegiatan yg dilakukan oleh PT MJS ( Meratus Jaya Sthill ) Direktur LSM Lintah Indonesia Rudy H, meminta pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kab. Tanah Bumbu segera melakukan pemeriksaan, dan penelitian apakah benar berdasarkan keterangan masyarakat tersebut telah mencemari lingkungan, atau ada faktor lain, jika terbukti hendaknya BLHD mengambil tindakan tegas, dan meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab.

"kami dari LSM berharap BLHD menindak tegas Perusahaan tersebut sesuai dengan UU Lingkungan Hidup no 32 thn 2009, dan dalam hal ini pihak BLHD Tanbu harus bertanggung jawab karena Kurangnya monitoring yang dilakukan oleh Badan tsb. Pihak BLHD Tanbu juga diharapkan mampu menindak tegas perusahaan jika terbukti melanggar UU, yang berakibat pada pencemaran Lingkungan, bukan hanya pencemaran pada anak sungai saja akan tetapi akibat kurangnya monitoring dan kurang tegasnya tindakan dari Pihak terkait pencemaran udara pun juga disinyalir telah terjadi, jadi kami berharap pihak terkait lebih inten lagi melakukan monitoring terhadap Perusahaan seperti ini, kalau memang perlu dilakukan tindakan tegas berupa pencabutan izin, jika pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan dinilai cukup berat, sebagai efek jera kepada perusahaan nakal" pinta Rudy.

Dipihak lain, ketika dikonfirmasi Kepala BLHD Tanbu, Ir. Erno Rudy Handoko, melalui Ponselnya tidak bersedia berkomentar, alias tidak memberikan tanggapan, meski Fokus Batulicin, mencoba mengkonfirmasinya dengan cara mengirimkan pesan singkat terlebih dahulu ke nomer Telpon genggamnya itu. (Ley)
Powered by fokusbatulicin.com®









Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved