Home » » Usai Buka Puasa, Puluhan Warga Keracunan, 1 Orang Tewas

Usai Buka Puasa, Puluhan Warga Keracunan, 1 Orang Tewas

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 17 Juli 2013 | 16.43

Batulicin / fokusbatulicin.com - Usai berbuka puasa dikediaman Anwar (60) warga Rt 3 Dusun 2 Desa Mentawakan Mulia Kecamatan Mentewe, Senin (15/7) lalu, puluhan warga setempat terpaksa dilarikan ke Posko Kesehatan, lantaran mengalami mual, muntah dan lemas. Diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan menu berbuka puasa di tempat itu.

Dari data sementara sejak ditanganinya kasus tersebut dari hari Selasa (16/7) sore hingga hari ini Rabu (17/7) yang sempat dirawat di penampungan sementara di gedung olahraga (di samping Kantor Desa Mentawakan Mulia) berjumlah 90 orang, terdiri dari, orang tua dan anak anak dengan rata rata usia dari 14 taun sampai dengan 60 tahun lebih.
Selain itu, dari keterangan pihak aparat desa, melalui Sekdesnya, Supiansyah diketahui 1 orang warganya meninggal dunia atas nama Aisiyah (60) setelah lebih awal mengalami gejala yang sama.

Namun sayangnya, tidak sempat di larikan ke Rumah Sakit, lantaran diduga hanya sakit biasa. Aisyah hanya dirawat jalan setelah sempat berobat ke puskesmas Simpang Empat, dan dirawat dirumah keluarganya di Kecamatan Simpang Empat.

"sepertinya, fisiknya sudah sangat lemah sehingga tidak mampu bertahan. Alhamdulillah, sudah kita makamkan siang ba,da juhur" ucap Supiansyah.

Menghindari terjadinya Anarkis, Kapolsek Mentewe IPDA Apriansyah menjelaskan, saat ini Anwar (60) pun mengamankan diri ke Polsek setempat, mengingat sejak kasus ini terjadi masyarakat sempat panik, menghindari hal hal yang tidak di inginkan, secara pribadi Anwar melarikan diri ke Polsek untuk minta perlindungan.

"Anwar sudah kita minta keterangannya, dan saat ini masih di polsek" ujar Kapolsek saat ditemui di Posko Kesehatan.

Siang Rabu (17/7), Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, setelah mendapat informasi, langsung meluncur ke lokasi kejadian. Bupati menyambangi puluhan warga yang masih dirawat di Posko yang saat itu telah ditangani oleh sejumlah perawat yang didatangkan dari Puskesmas Batulicin, Simpang Empat, Manunggal, dan Puskesmas Mentewe.

"Usai makan, tidak merasa apa apa, tapi begitu sampai dirumah langsung pusing, mual, badan lemas semua setelah mencret buang air terus menerus" ujar Ipah (62) Salah seorang warga yang mendapatkan perawatan di dalam gedung GOR, saat dihampiri Mardani.

Saat tiba dilokasi, Mardani langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk segera merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Husada, dengan meminta disiapkan Armada Ambulance, dan juga mobil Bus untuk mengangkut puluhan korban agar cepat ditangani. "Kita harapkan semuanya masuk Rumah Sakit, biar bisa ditangani lebih intensif" ujar Mardani H Maming.

Korban lainnya Nur latifah (14), warga lainnya yang tengah dirawat ditempat tersebut, dan mengaku ikut menikmati hidangan berbuka di rumah Anwar, sempat menikmati hidangan berupa kare ayam, es buah, dan agar agar. setelah mengalami mual dan mulas, dan lemas itu, langsung dilarikan ke posko penanganan di Gor tersebut,

Sementara menurut penuturan Camat Mentewe Muhammad Ikbal S.PD yang juga saat itu berada di Pos Kesehatan, jumlah korban awalnya ditangani sebanyak 36 orang, akan tetapi jumlah tersebut terus bertambah menjadi 67 orang sampai siang Rabu (17/7), kemudian meningkat hingga sore ini mencapai 90 orang. Seluruhnya telah berhasil di evakuasi ke RSUD, menggunakan Bus BKW, Bus Red Star, Bus Dishub, serta sejumlah Ambulance yang didatangkan dari 4 Puskesmas.

"Insya Allah sebelum Magrib seluruhnya sudah bisa masuk RSUD, karena di Pos Kesehetan ini sifatnya penanganan awal saja" ujar Camat.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Dr Ambo Sakka, yang siang itu sibuk terlihat mengawasi perawatan yang dilakukan sejumlah petugasnya mengatakan jika dilihat dari Rentang waktu kontaminasi, penyakit yang saat ini diderita pasien rentang waktunya rata rata dari 5 sampai 24 jam, di curigai faktor keracunan makana itu adalah bakteri, karena jika pengaruh bahan kimia masa kontaminasinya lebih cepat lagi, berada di bawah 2 jam.

" Jadi Yang kita curigai rentan mengandung bakteri adalah makanan Kare, dan es buah. Akan tetapi untuk sampel air minum dan bahan makanan lainnya sudah dikumpulkan, dan sampel sudah dibawa ke banjarmasin. Adapun Petugas kesehatan yang diturunkan untuk penanganan sementara ini, diantaranya kita datangkan dari Puskes Batulicin, Simpang Empat, Manunggal, dan Puskes Mantewe, yang diturunkan sejak kemarin (16/7), termasuk Dinas Kesehatan yang langsung ikut membantu pelayanan disini" ujar Ambo Sakka. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved