News

copyright by Fokus Batulicin @ 2011. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Latest Post

Brigadir Muhammad, Anggota Pol Air Polres Tanbu, Tewas Terjatuh

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 31 Agustus 2013 | 20.34

Brigadir Muhammad terjatuh dan tewas ketika ingin naik ke vissel yang saat itu berada ditengah laut di perairan Tanah Bumbu (Tanbu) kurang lebih 20 mil dari laut, Sabtu (31/8) sekitar pukul 07.30 wita.

Kepala Satuan Polisi Airud, AKP Parman saat dihubungi media ini mengatakan, Brigadir Muhammad terjatuh saat melaksanakan tugasnya sebagai polisi yang saat itu berangkat dari markas sekitar pukul 07.00 wita.
Tidak disangka, ternyata keberangkatan itu adalah yang terakhir kalinya menginjakkan kakinya di Pol Air. Dimana saat itu, ketika Muhammad ingin naik ke vessel menggunakan tangga bersama anggota lainnya tiba tiba dihantam ombak. Ternyata hantaman ombak tersebut membuat brigadir Muhammad kehilangan keseimbangannya sehingga dirinya terlempar dari speed dan kepala terbentur benda keras sehingga kepala bagian kanannya pecah.

"Saat ingin naik ke Vessel, Brigadir Muhammad terjatuh dan membentur benda keras entah itu tangga dan sejenisnya sampai kepalanya pecah dibagian kanan akibat benturan keras,"ujar Parman.

Saat itu lah, korban sempat dilakukan pertolongan namun akibat benturan keras tersebut dirinya meninggal dunia. Bahkan, saat ingin membawa ke rumah sakit korban sudah tidak bernyawa lagi sehingga tidak bisa dilakukan pertolongan lebih lanjut.

"Saat ini korban sudah berada di rumah duka di Kotabaru, dan saya beserta jajaran sudah berada dikediaman rumah duka yang beralamat di jalan Silokayang kotabaru no 35 RT 11 Kabupaten Kotabru,"ucap Parman.

Sementara itu Kapolres Tanah Bumbu AKBP Asep Taufik melalui Kasubag Humas Polres Tanbu. AKP Ana setiani membenarkan peristiwa tersebut. Salah satu anggota Satpol Airud meninggal dunia karena terjatuh saat melaksanakan tugas. "Iya, anggota Satuan Polisi Airud meninggal saat melaksanakan pekerjaannya, terjatuh dan nyawanya tidak sempat tertolong,"terang Ana.
Dikatakan Ana, malam sekitar pukul 19.44 satuan satpol Air sudah berada dirumah duka di Kotabaru, beserta anggota Polres Tanbu lainnya. Sebab, besok akan dilakukan pemekaman secara militer dengan dihadiri Wakapolres beserta sejumlah Perwira Polres Tanbu. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Polisi dan Warga, Lidik Pembuangan Bayi Pagatan

Pagatan/ fokusbatulicin.com -
Terkait adanya temuan kasus pembuangan bayi yang terjadi di desa Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dini hari Sabtu (31/8) kemarin, akhirnya aparat kepolisian serta aparat desa setempat dipastikan akan bekerjasama melakukan "infestigasi" terhadap pelaku pembuangan bayi tersebut.
Menurut Kepala Desa Pasar Baru, Zainal Ilmi, pihaknya akan melakukan peninjauan terhadap warganya dan memberitahukan ke aparat desanya untuk turut melakukan penyelidikan karena tdak diketahui siapa pemilik bayi tersebut.

Begitu pula dengan Kapolsek Pagatan, Ipda I Ginting saat ditemui di kantornya mengatakan, saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus temuan bayi tersebut. Pihaknya sudah mengimbau kepada kepala desa dan rt dan puskesmas serta masyarakat setempat untuk turut bekerjasama bila ada yang mengetahuinya.

"Saya juga akan melakukan pendataan pada bidan, karena siapa tau warga yang rutin melakukan pemeriksaan sehingga bisa diketahui pelakunya,"ujarnya.

Ditegaskannya, untuk pelaku yang tega membuang anaknya akan dijerat UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Awal kejadian penemuan bayi itu, bermula ketika Solihin terkejut saat mendengar suara tangisan bayi yang berada didepan rumahnya dengan hanya terbungkus sehelai kain dirumah dinas istrinya Bidan Rieska Roshayanti di Jalan Hasanudin RT 6 Desa Pasar Baru Pagatan kecamatan Kusan Hilir, Sabtu (31/8) dini hari sekitar pukul 02.30 wita.

Dirinya terbangun saat mendengar suara sepeda motor yang tiba-tiba mati didepan rumahnya. Namun tak lama kemudian sepeda motor tersebut kembali menyala tetapi tidak terlalu dihiraukan. Alangkah terkejutnya, setelah bunyi sepeda motor itu hilang beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan bayi didepan rumah.

Solihin pun memeriksa dan membuka pintu, hal tak diduganya sesosok bayi mungil dibungkus kain warna kuning dengan corak bunga telah berada diteras rumahnya. Dia pun sangat terkejut karena tidak ada orangtuanya dan diduga sepeda motor tadilah yang meletakkan bayi itu didepan rumahnya.

Bayi tersebut terus menangis, dia pun sempat kebingungan karena istrinya tidak berada dirumah ditinggal ke Banjarmasin. Tanpa banyak basa basi, dia segera menelpon Kepala Puskesmas Pagatan dr Irma.

Tak lama kemudian dr Irma datang, bayi malang tersebut menangis. Sedangkan tali pusarnya masih menempel dan belum dipotong. Karena itu, Irma pun segera melakukan tindakan untuk memotong tali pusar tersebut.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Irma mengatakan bayi yang berjenis kelamin perempuantersebut terpaksa segera dilakukan pemotongan pada tali pusarnya. Sebab harus secepatnya dilakukan dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama.

"Saya yang motong tali pusarnya karena memang harus dilakukan secepatnya. Setelah itu bayi tersebut dibawa ke RSUD Amanah Husada untuk dilakukan penanganan karena bayi itu baru lahir,"ujarnya.

Bayi tersebut kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Bayi tersebut ditangani di IGD namun akhirnya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia sekitar pukul 11.30 wita.

"Kami sudah melakukan upaya maksimal di IGD, namun tidak bisa tertolong. Bayi juga sempat kehilangan nafas selama empat kali, di IGD sempat tiga jam penanganannya namun akhirnya nyawa bayi itu tidak bisa terselamatkan," ujar dr Daru Dewa selaku Kepala RSUD Amanah Husada Tanbu.

Dikatakannya, penanganannya secara medis k sudah maksimal, baik peamasang infus, pemasangan oksigen, serta pemberian obat yang dianggap perlu secara medis sudah dilakukan namun tidak bisa tertolong. Berat bayi hanya 1700 gram sedangkan untuk normal seharusnya berat badan 2500 gram atau 2,5 kg.

"Ada dua kemungkinan kelahiran bayi tersebut, bisa karena belum umur dan baru sekitar 7 bulan dan bisa juga dikarenakan bayi tersebut kurang gizi karena beratnya tidak normal, karena dari tubuh bayi semuanya sudah lengkap,"ujar Dewa. (Ley)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Geger, Orok Perempuan Ditemukan Depan Rumah Bidan

Pagatan / fokusbatulicin.com - Sekitar pukul 03:00 dini hari, warga pagatan geger, saat mengetahui adanya bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan, dibuang oleh orang tak bertanggung jawab di depan rumah Bidan Riska tepat dibelakanh Puskesmas Pagatan, dibilangan jalan Hasanuddin, Rt 6 desa Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir.

Warga yang Menemukan, dan melihat kondisi tubuh yang sangat lemah, bayi yang masih memiliki tali pusar itu segera ditangani di Puskesmas setempat untuk perawatan pusarnya, dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanah Bumbu, Sepunggur Kecamatan Batulicin, untuk segera mendapat perawatan lebih lanjut.

Terkait temuan bayi itu, dibenarkan oleh Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Tanbu, dr. Daru Dewa, saat dikonfirmasi oleh fokusbatulicin.com Sabtu (31/8) siang. "Bayi diantar oleh warga, ditemukan depan rumah bidan yang kebetulan tinggal di belakang puskesmas Pagatan, jam 3 pagi tadi. Kondisi bayi BBLR (berat badan lahir rendah), dengan berat hanya mencapai 1.7 kg. Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dalam kondisi Apneu", terang Daru Dewa.

Setelah ditangani, selama kurang lebih 9 jam di ruang IGD, RSUD Tanah Bumbu, sejak pagi hingga pukul 11:45 Wita, dinyatakan pihak rumah sakit, bayi perempuan yang diantar dalam kondisi lemah lantaran baru berusia tidak lebih dari 12jam itu, akhirnya meninggal dunia.
"Kami sudah melakukan upaya maksimal di IGD, namun tidak bisa tertolong" Ujar dr. Daru Dewa, Kepala Rumah Sakit Daerah Tanah Bumbu, di Sepunggur Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.
H
Sementara, saat ditemui diruang perawatan IGD, Dr. Andi petugas medis di IGD RSUD Tanah Bumbu kepada fokusbatulicin.com mengatakan, saat ditangani, bayi malang tersebut sempat kehilangan nafas empat kali, sebelum meninggal dunia
"Penangannan secara medis kita sudah maksimal, baik peamasang Pasang Infus, pemasangan oksigen, serta pemberian obat yang dianggap perlu secara medis. Dari penangannan jam 3:45 yang oleh warga dibawa ke sini, bayi tersebut masih dalam kondisi menangis, 2 jam sebelum dibawa ke RSUD. Sempat berhenti nafas 4 kali, namun tidak bisa terolong lagi dan dinyatakan positif meninggal pukul 11:20 wita" terang dr. Andi kepada media ini. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®




LENSA : Peresmian Markas KODIM 1022/TNB di Batulicin 19 Agustus 2013 Oleh Kasad TNI Moeldoko




Bupati Ancam Blacklist Kontraktor Nakal

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 30 Agustus 2013 | 19.43

Menanggapi banyaknya Kontraktor nakal yang bekerja asal asalan ketika menggarap pekerjaan proyek proyek pekerjaan umum dengan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan bestek proyek, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, mengancam bakal mem-blacklist perusahaan perusahaan tersebut.

Untuk itu, Bupati meminta agar pengawasan pekerjaan proyek proyek dilapangan itu lebih diperketat, sehingga tidak ada lagi laporan atau berita berita di media massa yang mengabarkan masih banyak pekerjaan proyek yang asal asalan, apalagi hingga dikabarkan masih ada pekerjaan proyek kualitas pekerjaannya yang tidak memadai dengan nominal kontrak.

" Kalau ada yang tidak sesuai pekerjaan dilapangan, laporkan saja" ujar Mardani kepada sejumlah media saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Selain meminta pengawasan dilakukan oleh Pihak Dinas Pekerjaan Umum, bupati juga meminta kepada wartawan untuk ikut melakukan pemantauan dilapangan, proyek proyek mana saja yang dikerjakan dengan kualitas yang tidak sesuai dengan perencanaan pekerjaan, alias bobrok.

Belum lama tadi, ditemukan berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa di Kota Pagatan, banyak ditemukan proyek yang digarap oleh kontraktor nakal. Selain tidak memiliki papan Plang Proyek, pekerjaannya juga sangat mengecewakan. Secara kasat mata, pembangunan drainase di sisi jalan dibilangan jalan raya depan kubah makam Syeh Muh. Arsyad Pagatan diigarap dengan kualitas semen cor coran yang tidak sesuai bestek, meski sudah ditinggal beberapa hari setelah disemen, tapi begitu di injak atau disepak langsung pecah. Selain itu, drainase itu dibangun meliuk liuk, dengan tingkat kedalaman galian parit yang tidak merata. Selain temuan proyek tersebut, diyakini masih banyak yang diperkirakan bernasib sama. Hanya saja, selama ini tidak terawasi dengan baik.

sebut saja, proyek drainase di bilangan jalan veteran Pelajau Kecamatan Simpang Empat, di kawasan ini, beberapa titik drainese yang baru dibangun dalam hitungan bulan sudah banyak yang ambruk. sehingga terkesan kurang maksimal pemanfaatannya. Dimana seyogyanya proyek proyek ratusan juta rupiah melalui penunjukan langsung itu, bisa bermanfaatan dalam masa tahunan dan dinikmati oleh masyarakat banyak. (Ley)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Said Ahmad, Bakal Jabat PLT Sekda Kab Tanbu, H. Gusti Hidayat Pensiun

Batulicin / fokusbatulicin.com - tepat Tanggal 1 September 2013 mendatang, jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Oleh H. Gusti Hidayat berakhir. Menurut Informasi yang dihimpun fokusbatulicin.com bahwa yang bakal menduduki Penjabat Pelaksana Tugas Sekda (PLT) Sedka kepada Said Achmad Asegaf, yang kini menjabat Asisten II bidang Pembangunan.

Mengingat, hingga masa jabatan Sekda Kab.Tanah Bumbu, H Gusti Hidayat yang akan berakhir masa jabatannya per 1 September 2013 ini, hingga beberapa waktu kedepan, Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Arifin belum melantik Sekda Kab Tanah Bumbu, defenitif.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, begitu dikonfirmasi terkait nama PLT Sekda tersebut, diakuinya bakal dijabat oleh Asisten II, atau Said Achmad. Karena, menurut Mardani, sesuai aturan yang berlaku, pengemban jabatan PLT Sekda hanya boleh di jabat oleh Asisten yang ada. Untuk jabatan PLT Sekda, bisa saja berganti ganti, dilihat sesuai kemampuannya selama menjabat, mendampingi masa tugas Bupati, sebelum ditetapkannya Sekda Defenitif oleh Gubernur, melalui pelantikan resmi.

Sementara, dari 11 nama penjaringan calon Sekda tempo hari lalu, kini telah dipersiapkan 3 nama Calon Sekda yang bakal naik diajukan ke meja Gubernur Kalsel. Diantara 11 nama, 3 nama yang mencuat bakal dipersiapkan itu diantaranya, Dr. Ambo Sakka, Said Achmad Asegaf, dan Ir. Eno Rudy Handoko. Dari ketiga nama itu, nantinya diharapkan salah satunya bakal menduduki jabatan sekda defenitif.

3 nama Calon Sekda itu, baru saja dikirm Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, ke meja Gubernur, namun sayangnya belum bisa diketahui kapan hasil pasti nama sekda defenitif itu bisa diketahui. Menurut Bupati Tanbu, nama itu baru muncul setelah SK penetapannya dicetak, dan disampaikan ke Daerah, untuk kemudian dilantik di Kab. Tanah Bumbu.

"Berapa lama jabatan PLT. Sekda bakal diemban, kita belum tahu pasti sampai kapan, tergantung cepat atau lambatnya Gubernur menandatangani SK-nya" ujar Mardani. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Ratusan Murid SD Gosok Gigi Massal

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 29 Agustus 2013 | 15.11

Batulicin / fokusbatulicin.com - Ratusan murid Sekolah Dasar Negeri 1 Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat mengikuti gerakan gosok gigi massal dan cuci tangan pakai sabun, Kamis (29/8) pagi.
Gerakan gosok gigi massal dan cuci tangan pakai sabun tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani di SDN 1 Kampung Baru Simpang Empat. Ratusan murid pun tampak antusias mengikuti arahan dari panitia tentang menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik.

Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan TP PKK Tanbu yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tanbu dan didukung oleh BRI dan BTN yang bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk berpola hidup yang sehat. Salah satunya dengan menggosok gigi dan mencuci tangan dengan sabun baik itu sebelum melakukan aktifitas maupun sesudah melakukan aktifitas.
"Kesehatan anak menjadi fokus perhatian kita saat ini. Untuk itu kita perlu mengajarkan pola hidup bersih kepada anak usia muda khususnya para pelajar tingkat Sekolah Dasar," ujar Erwinda seraya mengatakan manfaat pola hidup bersih tentunya banyak manfaatnya seperti menghindarkan diri dari terserangnya penyakit.

Dikatakan Erwinda, kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dan bisa berkelanjutan dilaksanakan dirumah masing-masing. Sementara itu, Kepala Bidang PSDM dan Promkes pada Dinas Kesehatan Tanbu H. Rahmatullah mengatakan pencanangan gerakan gosok gigi dan cuci tangan pada anak sekolah dasar  ini dilaksanakan selama 21 hari berturut-turut dimulai pada tanggal 29 Agustus – 19 September 2013.
Pencanangan dilaksanakan di empat tempat yaitu di SDN 1 Rejowinangun Kecamatan Karang Bintang, SDN 1 Manunggal Kecamatan Karang bintang, SDN 3 Batuah Pagatan, dan SDN 1 Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat.

"kita targetkan pada hari ini ada sekitar 600 murid SD yang mengikuti gerakan gosok gigi secara serempak di empat sekolah," ujarnya. Murid SD yang mengikuti gerakan tersebut yaitu dari kelas 1, 2, dan 3.
Adapun materi yang diberikan pada kegiatan ini, ujar Rahmatullah yaitu mengajarkan bagaimana cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang baik.

"Hendaknya mencuci tangan setelah keluar kamar kecil dan memegang sesuatu serta menggosok gigi sebelum makan dan hendak tidur malam," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, masing-masing Pejabat dilingkungan Dinas Kesehatan Tanbu menyumbangkan sebanyak 5 sikat gigi dan 1 pasta gigi, sedangkan untuk staf masing-masing 1 sikat gigi. " Sudah terkumpul sekitar 100 sikat gigi dan akan kita bagikan secara gratis kepada murid SD," Ujar Rahmatullah.

Kepala Sekolah SDN 1 Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat, Zaidi S.Pd mengatakan sangat bangga dengan dilaksanakannya kegiatan gosok gigi massal dan cuci tangan pakai sabun yang dilaksanakan TP PKK Tanbi disekolah SDN 1 Kampung Baru.

"Kegiatan yang dilakukan PKK ini tentunya sangat bermanfaat sekali untuk anak-anak didik disekolah kami. Apalagi ketua TP PKK langsung turun kelapangan untuk mengajarkan bagaimana cara menggosok gigi dengan baik dan benar serta mencuci tangan," ujar Zaidi.

Selama ini ujar Zaidi, SDN 1 Kampung Baru juga telah menerapkan dan mengajarkan bagaimana pola hidup bersih kepada murid-murid. Yang salah satunya dengan kegiatan membersihkan kela s setiap  pagi, jumat bersih, serta kegiatan dokter kecil disekolah. (Dd)
 
Powered by Edha Kencana Corp®












Penangkapan Udang Sungai Dengan Racun, Semakin Marak

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 28 Agustus 2013 | 17.46

Batulicin / fokusbatulicin.com - Akhir-akhir ini di kecamatan Kusan Hilir masyarakat diresahkan dengan maraknya oknum yang melakukan peracunan udang di hampir seluruh desa. Selain meresahkan para nelayan, juga dikawatirkan bisa terkena dampaknya bila termakan udang yang hasil tangkapannya menggunakan racun.

Hal itu dikeluhkan warga, sebab itu adanya penyuluhan pengawasan tentang peracunan yang dilaksanakan di Gedung indor 7 Februari dihadiri seluruh kepala Desa dan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) desa.

Masing-masing kepala desa mengeluarkan keluhannya terhadap maraknya peracunan yang menjadi sasaran utama adalah udang. Salah satu kepala Desa Pulau Satu, Tarwin misalnya mengungkapkan Undang-Undang sekarang ini sebagai bahan bacaan saja. Sebab, petugas kalau sudah terjadi baru datang bahkan terlambat.

Apalagi saat ini, para oknum yang melakukan peracunan untuk mendapatkan udang di sungai-sungai dilakukan siang hari sekitar pukul 14.00 sampai 15.00 wita. Seharusnya, pengawasan tersebut dilakukan sebelum terjadi bukan sebaliknya. Dia juga mengatakan untuk pengawas disediakan alatnya sehingga bisa mempermudah dalam pengawasan dan peneguran.

"Seharusnya petugas datang sebelum terjadi bukan sebaliknya, dan alatnya juga disediakan agar pengawasan bisa berjalan dengan baik,"terangnya.

Serupa, Kepala Desa Mudalang Tajemudin mengatakan, peracunan saat ini sudah sangat parah dengan sasarannya udang menggunakan racun pemusnah hama pertanian dengan peptisida di antaranya Decis. Bahkan sudah beberapa kali diimbau agar tidak melakukan peracunan namun tak diindahkan dan masih merajalela karena tidak ada tindakan

Dikatakannya, sempat terjadi perkelahian namun hasilnya masih tetap. Dirinya sekarang bisa membedakan udang penagkapan alami dan dengan cara meracun. Bila udang penangkapan normal tidak berdampak apa-apa tapi penangkapan dengan racun itu hasilnya tenggerokan jadi kering.

"Saya sudah pernah memakan hasilnya tenggerokan saya jadi kering. Hasil tangkapan alami dan tidak itu bisa dibedakan dengan melihat matanya, bila matanya rusak berarti dari tangkapan karena racun,"ucapnya.

Namun sampai saat ini pelaku belum bisa ditangkap. Dirinya pun bingung karena pelaku tak bisa ditangkap. Sedangkan saat ini, penjahat sungai itu makin merajalela.

Hal tersebut pun ditanggapi pihak terkait, dan penjelasan tentang UU Pengawasan dan Penegakan Hukum di Bidang Perikanan menurt undang-undang No 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Dikatakan Kasi Intel Kejaksaan Batulicin, Harwanto mengatakan pelaku yang melakukan penggunaan B3 dan penyetruman ikan akan di pidana maksimal 6 tahun penjara.

"Dimaksud B3 adalah bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsetrasinya baik langsung ataupun tidak langsung yang dapat mencemarkan lingkungan hidup atau memvahayakan kesehatan manusia, itu bisa dipidana dengan catatan ada barang bukti dan alat bukti,"katanya.

Namun penangkapan tersebut harus lah berdasarkan barang bukti atau sarananya dan alat bukti dengan 5 kriteria yakni berdasarkan saksi, surat, keterangan ahli, petunjuk dan keterangan terdakwa. Jika sudah memnuhi baru lah bisa ditangkap.

Sementara, Pengawas fungsional provinsi kalsel Fadly mengatakan, saat ini pihak pengawas dari provinsi cuma dua orang sehingga semua pihak diminta untuk kerjasamanya. Karena pengambilan ikan dengan tidak benar dan berarti sudah melanggar UU sehingga perlu dibina atau ditindak.

"Hanya ada dua pilihan dibina atau ditindak, sehingga dari masyarakat bisa melaporkannya bila terjadi untuk menghilangkan illegal Fishing,"jelasnya.

Setelah sempat dilakukan perdebatan, namun mendapat kesimpulan UU harus dikedepankan karena sudah harga mati tinggal penindakannya serta alat buktinya sehingga bisa diproses. Dengan catatan pihak pengawas, polsek Pagatan dan Polairud rutin melakukan patroli.

"Sesuai hasilnya, bila ada pelaku bisa dimusyawarahkan didesa terlebih dahulu untuk diperingati. Namun bila masih melanggar tinggal ditindak lanjuti dan diproses secara hukum,"ujar Kabid Pengawasan dan Perlindungan Sumber daya kelautan perikanan Kabupaten Tanbu (Team)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lantaran Banyak Amburadul, Proyek PL Terancam Dihapus

Menyikapi banyaknya proyek Penunjukkan Langsung (PL) yang dikerjakan asal asalan, bahkan terkesan dibangun dengan prinsip asal jadi. Sehingga tidak berumur lama, proyek ratusan juta dengan dana yang diperkirakan menelan angka dari Rp 200 juta, 150 juta ke bawah itu kembali rusak.

Seperti pekerjaan yang ditemukan oleh Bupati Tanah Bumbu disejumlah daerah, seperti proyek drainase di Bilangan jalan raya kampung baru Pagatan, kemudian Jalan Keserasian Pagatan (samping SMP1 Kota Pagatan, dan sejumlah proyek drainase di sekitar pusat perkotaan di Kecamtan Simpang Empat dan Batulicin.

Bupati yang melihat langsung ke lapangan sejumlah proyek itu, pihaknya sangat menyayangkan adanya temuan seperti itu. Dia berharap, para kontraktor bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah sehingga mengerjakannya dengan sungguh sungguh dan bertanggung jawab.

" Kalau semua dikerjakan banyak asal asalan, mending kita hapuskan proyek PL tahun depan, kita gabung aja pekerjaannya biar besar angkanya, kemudian dikerjakan melalui tender semua" ujar Mardani, usai melihat pengerjaan proyek PL di Pagatan.

Menyikapi adanya temuan proyek PL yang dikerjakan asal asalan itu, Roy Rizali Anwar St selaku Sekretaris Pekerjaan Umum Pemkab Tanbu, mengaku sudah melakukan peninjauan beberapa hari yang lalu. Bahkan memanggil kontraktor yang melaksanakan proyek, untuk diminta segera melakukan pembenahan. Karena jika tidak dikerjakan sesuai dengan bestek pengerjaan, maka proyek tersebut juga terancam tidak bisa diserahterimakan ke pemerintah daerah.

"Sudah kita minta diperbaiki, kita tinggal lihat beberapa lama dikerjakannya. Nanti kita lihat lagi kesana, sudah diperbaiki atau belum. Kalau belum diperbaiki, maka nantinya tetap tidak akan bisa diserahterimakan" ujar Roy. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp

Sambil Poling, Bupati Tinjau Maket/Gambar Desain Pembangunan

Batulicin / fokusbatulicin.com - Hari kedua Poling Calon Sekda Kab Tanah Bumbu, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming secara langsung berkunjung ke kantor ke BP3MD, Dinas Kelautan dan Perikanan, BAPEDA, serta ke kantor Dinas PU Pemkab Tanbu yang berlokasi di desa Manunggal Kec. Karang Bintang, Rabu (28/8) siang.

Kembali dijelaskan Mardani, kegiatan polling ini bertujuan untuk menjaring aspirasi dari kalangan pegawai, staf dan kepala dinas terkait figur calon sekda yang bakal di persiapkan untuk diajukan ke Meja Gubernur, menjelang pergantian Sekda Kab Tanah Bumbu, karena masa bakti Sekda Kab. H Gusti Hidayat akan segera berakhir.

"Ini hanya saya yang tahu, dengan pian,,pimpinan pian gin dijamin kadada yang bakal tahu." Ujar Mardani saat menyodorkan kertas kosong. Sekaligus meminta menulis daftar nama calon sekda yang dipilih, yang di inginkan mereka menjadi Sekda.

11 calon sekda yang masuk dalam penjaringan di antaranya, Ambo Sakka, Said Ahmad, Erno Rudi Handoko, Abdul Haris, HM Taha, H Riduan, Eka Safruddin, Rahmadi, H. Bahriansyah, Abdul Karim, Suhartono. Diantara 11 orang yang dipersiapkan masuk dalam pencalonan itu, dipastikan hanya 3 nama yang bakal diajukan ke Gubernur.

Selain mempersiapkan kandidat calon Sekda depenitif, saat ini juga tengah dipersiapkan nama tunggal dari 3 jabatan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ekonomi Pembangunan dan Asisten Bidang Administrasi. Dimana dari ke 3 asisten itu juga tengah dipersiapkan untuk ditetapkan menjadi penjabat pelaksana tugas (PLT) Sekda.

"Untuk calon PLT Sekda juga belum bisa diketahui, karena belum ditandatangani Gubernur" ujar Mardani.
Sebagai tujuan Akhir pelaksanaan Poling, Begitu tiba di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, menyempatkan diri melihat maket/ desain pembangunan di Tanah Bumbu, baik pembangunan jalan jembatan dan drainase serta pembangunan beberapa bundaran. Pada kesempatan itu ia meminta perencanaan, dan desain dari setiap pembangunan infrastruktur di Bumi Bersujud harus benar benar sesuai dengan desain yang telah digambarkan dan tentunya disesuaikan dengan besar atau kecilnya anggaran.

"Jangan sampai desainnya saja yang cantik, tapi jadinya jauh dari gambaran desain" pinta Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®





Mardani Kunjungi Awaluddin di Sekolah, Ditemukan 2 Kasus

Pagatan / fokusbatulicin.com - Kedatangan Mardani H Maming, Bupati Tanah Bumbu ke Sekolah SDN Kampung Baru 1 Desa Mattone Kampung Baru Pagatan, sontak membuat siswa siswi di sekolah tersebut hingar bingar menyambut kedatangan orang nomer satu di Bumi Bersujud, Rabu (28/8) pagi.

Mardani yang datang bersama rombongan wartawan, langsung disambut dewan guru, dan siswa siswa dari depan pagar sekolah, hingga menggiringnya ke dalam sekolah, dimana tempat Awaludin bejalar menimba ilmu setiap hari. Awaludin yang dihampiri Bupati Tanah Bumbu, bahkan beberapa kali disorot oleh kamera tv jurnalis tidak bergeming dengan kesibukannya menulis di buku tulisnya. Seakan, kekurangan yang ia miliki tidak menjadi halangan ia dalam melakukan aktifitasnya setiap hari.

Selain menemui Awaludin, ternyata dikunjungan pertamanya ke sekolah itu, Mardani juga kembali menemukan satu penderita kelainan genetik kulit lainnya, ia adalah Abdillah (11) siswa kelas 1. Abdillah terlihat tidak terlalu parah. Meski sebagian besar kulitnya menghitam dari kaki, tangan, badan dan wajahnya, namun tidak separah Awaludin, yang hingga menderita pecah pecah disela kulit kulitnya yang menghitam.

"Ini harus kita selidiki, kita akan segera meminta pemerintah daerah dengan pemerintah provensi untuk melakukan pemeriksaan ke desa Mattone Kampung Baru, biar kita bisa mengetahui ada virus atau sumber penyakit yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit seperti ini" ujar Mardani.

Ditambahkan Mardani, Awalnya ia hanya ketemu dengan Awalludin, namun setelah berkunjung hari ini ia menemukan satu penderita lagi, yakni Abdillah (11), siswa Kelas 1 di sekolah yang sama dengan Awaludin. Keduanya Ujar Mardani, akan di berangkatkan ke Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan tindakan pengobatan selanjutnya.

" Untuk itu kita akan bentuk team, dan bekerjasama dengan Pemerintah provensi bersama gubernur. Untuk melakukan, kajian dan penelitian terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Kemudian untuk kedua penderita kelainan kulit ini akan di rekomendasikan untuk segera dilakukan pemeriksaan di labkes provensi, untuk mengetahui jenis penyakit atau faktor kelainan genetik yang mereka alami" tambah Mardani.
Selain melihat fisik kedua penderita kelainan kulit yang masih berusia belasan tahun itu, Mardani juga menyempatkan diri untuk melihat lihat ruang kelas belajar di SD Kampung Baru tersebut, serta meninjau Sekolah SMP 7 berkat kerja sama Republik Indonesia dengan Pemerintah Australia.

"Untuk SD Kampung Baru Mattone, sebenarnya ruang kelas yang di diami Awalludin dan kawan kawan sebenarnya sudah seharusnya dirobohkan, karena telah dibangunkan unit gedung baru, namun karena jumlah siswanya banyak, jadi difungsikan lagi, kedepan kita akan anggarkan untuk perbaikan plafon dan atapnya, sehingga bisa difungsikan dengan baik" jelas Mardani. (Ley)
Powered by Edha Kencana Corp®




Jelang Penerimaan CPNS, Pemburu AK1 (Kartu Kuning) Meningkat 100 lembar/Hari

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 27 Agustus 2013 | 19.27

Batulicin / fokusbatulicin.com - berbeda dari hari biasanya. Sejak beberapa hari ini, kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu mulai ramai didatangi pemohon pembuat Kartu Kuning atau (AK1). Dari panrtauan fokusbatulicin.com Selasa (27/8) tadi, puluhan pemohon keluar masuk antri didepan loket pembuatan Kartu Kuning tak henti hentinya hingga sore hari.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat Abdul Haris melalui Tri Astuti petugas pembuat AK1/Kartu Kuning diloket itu mengatakan, sudah dua atau tiga hari ini rata rata pembuatan kartu kuning mencapai rata rata 100 blanko dikeluarkan perhari. Padahal jika dibandingkan dengan hari hari biasanya, pemohon kartu kuning paling banyak 10 blanko perhari, bahkan dalam keadaan tertentu sehari hanya 2 atau 3 orang saja yang mengajukan pembuatan Kartu Kuning tersebut.

"Selain penerimaan CPNS seperti saat ini, tingkat kepadatan pembuatan Kartu Kuning juga kerap meningkat pada saat usai pelaksanaan kelulusan sekolah menengah atas. Untuk beberapa hari ini, pembuatan AK1 rata rata mencapai seratus lembar perhari. diperkirakan, semakin mendekati hari pelaksanaan penerimaan CPNS akan semakin meningkat" papar Tri Astuti.

Raihana (29) warga Batulicin, sejak seharian ini terlihat sibuk melengkapkan administrasi untuk bisa memperoleh Kartu Kuning, di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempt. Menurut Raihana, dirinya mengetahui ada penerimaan CPNS itu melalui salah satu media cyber lokal Tanah Bumbu di Internet yang menyampaikan kalau dalam waktu dekat ada penerimaan CPNS dari beberapa kategori maupun formasi.

" Saya mencoba melamar di Kebidanan, untuk tenaga CPNS di Tanah Bumbu. Selain adu nasib, menurut mendaftar CPNS itu kudu wajib dilakukan bagi orang seperti saya yang baru saja lulus kuliah. Selain memenuhi persyaratan, sesuai dengan kategori, formasi yang bakal saya pilih juga sangat sesuai dengan latar belakang pendidikan. Jadi, kenapa tidak, kita coba saja, masalah diterima atau tidak lulus test atau tidak, bukan masalah. Yang penting semua persyaratan kita lengkapi dulu" ujar Raihana.(Ley)


Powered by Telkomsel BlackBerry®




Hamdani, Setiap Hari Merasa Panas, Lantaran Menderita Belang Kulit

Meskipun merasa berbeda, Hamdani (11) yang terkena penyakit kelainan kulit itu tak merasa minder dengan teman-teman sebayanya untuk bermain bersama.

Dia nampak seperti anak-anak normal lainnya yang suka bermain bersama meskipun tubuhnya sedikit berbeda dengan yang lainnya. Dari hasil pantauan BPost di sekolahnya, Hamdani yang sekarang berganti nama menjadi Awwaludin itu tetep belajar dan bermain di tempatnya bersekolah di SDN Kampung Baru kecamatan Kusan Hilir.

Andan adalah nama sapaannya sejak kecil, meskipun sempat menjadi dilarang bersekolah karena keadaannya namun kegigihannya ingin bersekolah seperti anak lainnya. Namun seiring jalannya waktu, dia tidak menghiraukan bila ada ejekan seakan tak didengarkannya.

Namun, waktu terus berlalu dan membuat semuany tersbiasa sehingga dia bisa berteman dan bermain layaknya seperti anak normal. Tidak ada lagi perasaan minder atau pun dijauhi temannya, tapi temannya justru paham dan menganggap biasa saja.

"Berteman wajar-wajar aja dan tidak ada masalah sama sekali, sudah terbiasa dan teman saya tidak ada yang mengejek. Bermain seperti anak yang lain juga,"ujar Andan yang saat ini duduk dikelas V bangku sekolah dasar ini.

Namun, ada sesuatu hal yang membuatnya tidak seperti anak yang lainnya. Dirinya sering merasa kepanasan sehingga terkadang bila sudah merasa panas, dia akan segera lari mencari mencari air dan cuci muka karena tidak tahan panas.

"Kalau saya kepanasan, langsung lari mencari air untuk cuci muka makanya saya juga selalu bawa air untuk persiapan. Saya tidak tahan panas dan semua teman dan guru-guru sudah mengerti semuanya,"ujarnya.

Buah hati Badrus Salman dan Masniah ini pun termasuk siswa yang berprestasi karena saat ini selalu masuk 8 besar di sekolahnya. Bukan itu saja, para guru sekolahnya pun mengerti dengan keadaan muridnya itu dan tidak menjadi masalah apaun saat belajar disekolah.

"Awwaludin itu normal saja dan tidak ada masalah dalam berteman, bahkan dia berteman sama dengan yang lainnya. Awwaludin juga pernah mengikuti perlombaan catur dengan sekolah lain tetapi kalau ada yang mengatakan aneh-aneh dia malah cuek saja mendengarnya,"ujar Muksinatun Aminah salah seorang guru Awwaludin bersama guru yang lainnya.

Dia mengatakan, Awwaludin belakangan ini pernah mengikuti perlombaan catur dan bertemu dengan siswa siswi dari sekolah lain. Disana memang ada yang baru bertemu dengan Awwaludin dan mungkin heran dengan melihat kondisinya. Namun saat itu, Awwalun hanya cuek seakan tidak mendengarkan padahal dia mendengar.

"Awwaludin cuek aja kalau dengar yang seperti itu,"ujarnya.

Jamaludin sebagai guru olahraga juga menuturkan hal serupa, semua temannya sudah berteman seperti anak normal lainnya dan sama sekali tidak ada permasalahan. "Kita disini kekeluargaan jadi semua sama kaya keluarga, temannya tselalu mendukung bahkan berpegangan sudah biasa. Namun saat olahraga bila Andan kepanasan dia akan lari mencari air dan cuci muka,"katanya.

Sementara itu, teman sebangku Awwaludin atau Andan, yakni Fahrul Fauzy pun sudah terbiasa apalagi dia sudah berteman sejak sebelum masuk sekolah dasar. Dia mengerti dengan keadaan temannya itu dan tidak menjauhinya malah berteman akrab.

Temannya yang lain juga mengungkapkan hal yang sama, yakni Zainudin alias Aco beserta Safrudin dan Andi juga sudah paham dengan keadaan Andan itu. Dia malah berteman akrab dan sama sekali tidak ada masalah.

"Kami sudah paham aja, tidak ada masalah kita sudah mengerti dengan keadaannya,"ujar Fahrul bersama teman lainnya.

Sedangkan, Masniah saat ditemui dirumahnya Jalan SMPN 7 RT 4 kampung baru terlihat sedang duduk didepan rumahnya yang terbuat dari kayu itu nampak sedang santai. Ketika ditanya tentang keadaan Andan, dia mengatakan pada saat dia melahirkan anaknya itu dalam keadaan putih dan belum bersisik seperti terkelupas seperti sekarang ini.

Namun, kulitnya puliah terlihat terkelupas setelah berumur lebih dari satu tahun karena terkena panas. Karena hawa panas itu lah yang membuat kulitnya terkelupas seperti bersisik. Bahkan bila dia kepanasan harus berendam dalam baskom.

Dia juga mengatakan, beberapa tahun silam pernah di bawa ke rumah sakit Ulin dan rawat inap selama 3 malam. Namun hanya diberi salep untuk pengobatannya. Hal itu juga tak ada perubahan.

"Dulu pernah dibawa ke RSUD ulin banjarmasin dan diobati dokter tapi cuma dikasih salep, itu juga tidak ada perubahan,"terangnya.

Dia mengatakan, Andan seperti anak lainnya suka main bola tapi seketika kakinya bisa sakit juga. Ketika ditanya saat mengandung mengidam apa? Dia mengatakan sama seperti ibu hamil lainnya dan tidak macam-macam, dan tidak juga bermimpi aneh-aneh. Selai itu, dia juga tak mempunyai perasaan yang aneh saat itu. Entah kenapa Andan jadi terkena penyakit tersebut.

Dia berharap, ada bantuan untuk pengobatan terhadap Andan oleh pemerintah daerah. Sesuai dengan pernyataan Bupati Tanahbumbu yang akan melakukan perwatan dan membiaya pengobatan tersebut sampai selesai.

"Tadi malam kami dari rumah Bupati, kata Bupati akan membawa ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatannya. Saya berharap dari Pemda bisa membantu pengobatannya dan Andam bisa disembuhkan,"katanya.
Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, ketika melihat Penyakit yang diderita warganya langsung berinesiatif untuk meminta Dinas Kesehatan merujuknya ke Rumah Sakit Dokter Sutomo untuk segera ditangani, sehingga diharapkan, Hamdani bisa pulih dari derita penyakit yang dialaminya.
"Untuk lebih jauh penanganannya seperti apa, kita akan lakukan pemeriksaan dulu, kemudian baru langkah penyembuhan. Kita harus tahu penyakitnya apa, dan bagaimana penanganannya. Semua biaya berobat ditanggung semua, Insya Allah tanggal 8 kita akan bawa ke Surabaya" ujar Bupati Tanbu, Mardani H Maming. (Ley)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bupati Poling Calon Sekda, Di Kira Sidak, Kepala SKPD Kalimpungan

Batulicin / fokusbatulicin.com - 23 Dinas dan Badan, dan 43 SKPD akan didatangi oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming untuk membimbing pelaksanaan poling persiapan pencalonan Sekda Kab. Tanah Bumbu. Poling dilakukan dengan mengisi nama pilihan calon sekda, dan kemudian dimasukkan ke dalam amplop.

Nantinya kertas suara akan dibuka oleh bupati sebagai bahan pertimbangan, untuk diajukan ke meja Gubernur.

Kegiatan Polling itu dilaksanakan sejak Hari Selasa (27/8) pagi, hingga selesai dilakukan satu hari penuh. Diantaranya di start dari gedung Sekretariat Pemkab Tanah Bumbu, Dinas Pendidikan, Kesehatan, Tanaman Pangan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa,.Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Inspektorat, Ketahanan Pangan, Penyuluh Lapangan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Tata Kota, Dinas Kehutanan, BLHD, Dinas Pertambangan,

Begitu tiba dikantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Darmiadi selaku kepala Kantor langsung saja menyodorkan daftar hadir stafnya, ia mengira hari ini bupati melaksanakan Sidak. " Ini pak absen hari ini" ujar Darmiadi. Padahal kedatangan Bupati tersebut untuk melaksanakan polling calon Sekda.

Silaturrahmi dan sekaligus polling 11 Calon sekda Kab Tanah Bumbu. Yang secara langsung di pimpin oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, bersama sejumlah team pelaksana Polling, mendatangi satu persatu Dinas dan Badan, dengan dimulai dari lingkungan sekretariat daerah, Perkantoran Bupati Tanah Bumbu serta dinas lainnya.

Poling yang dilakukan secara langsung dengan cara membagikan kertas kosong bagi seluruh staf, pegawai dan kepala dinas, terhadap calon sekda yang dipilih dan diserahkan ke Bupati Tanah Bumbu, melalui staf Ahlinya, Abdul Hakim.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, ditengah kesibukannya melaksanakan kegiatan Poling langsung keliling ke dinas dinas ini, mengatakan, hal ini bertujuan untuk memperkuat sekaligus sebagai bahan pertimbangan pihaknya untuk menentukan calon sekda yang banyak diketahui dan dipilih langsung oleh pegawai di lingkup pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu, nantinya calon sekda "terkuat" tiga orang nantinya akan diajukan ke Meja Gubernur Kalsel, untuk dipilih menjadi Sekda Tanbu defenitiv. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®


Pemkab Tanbu Sosialisasikan Kemetrologian

Batulicin / fokusbatulicin.com – Dalam upaya memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pelaku usaha dalam mengenal alat ukur timbang dan memberikan perlindungan terhadap konsumen, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Tanbu melaksanakan Sosialisasi Kemetrologian.
 
Sosialisasi Kemetrologian yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 20 – 22 Agustus 2013 tersebut dilaksanakan di tiga tempat.
 
Kepala Disperindagkop dan UKM Tanbu H. Nooryakin melalui Kepala Bidang Perdagangan Kaswan, S.Sos,MM mengatakan sosialisasi dilaksanakan ditiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kuranji pada tanggal 20 Agustus 2013, Kecamatan Kusan Hulu tanggal 21 Agustus 2013, dan Kecamatan Karang Bintang tanggal 22 Agustus 2013.
 
Sosialisasi kemetrologian tersebut dihadiri oleh 30 pelaku usaha serta aparat desa dimasing-masing Kecamatan yang menggunakan alat ukur timbang dan alat ukur lainnya.
 
Kegiatan Sosialisasi kemetrologian ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Metrologi Legal kepada masyarakat atau hal yang biasa dikenal dengan penggunaan Alat-alat Ukur dan Timbang.
 
Harapannya melalui kegiatan ini pelaku usaha dapat melakukan transaksi usaha dengan benar dan para konsumen pun dapat terlindungi sesuai dengan yang diamanatkan dalam UU Kemetrologi dan UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
 
Kegiatan Sosialisasi Kemetrologian yang dilaksanakan sekarang ini akan berlanjut dengan kegiatan Tera pada Peralatan yang digunakan oleh pelaku usaha di 3 kecamatan pada bulan Desember 2013 nanti.
 
Adapun nara sumber pada Sosialisasi Metrologi yakni Gatot Suryansyah, S.Sos dan Hendry Satrya Ardi, A.Md dari Balai Standardisasi Metrologi Legal Reg. III  Kalimantan dan Wakil Bupati Tanbu H. Difriadi Darjat. (Dd)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Akibat Arus Pendek, Rumah Kosong Terbakar

Pagatan / fokusbatulicin.com - Sekitar pukul 17:00 wita, terbakar sebuah rumah kosong. Yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, H. Sakim warga Rt.3 desa Pakatelu kec Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (26/8) kemarin.

Salah seorang saksi mata H Marside, menuturkan ketika ia berada persisis di tikungan jalan raya provensi di desa tersebut, langsung melihat kobaran api, yang sudah membesar. Meski sempat panit, iapun berusaha memadamkan api, namun karena pai yang terlanjur sudah sangat besar iapun akhirnya tak bisa berbuat apa apa lagi. Beruntungnya, tak lama kejadian akhirnya pemadam kebakaran yang berada di posko Kusan Hilir segera merapat melakukan tindakan, hingga akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke permukiman penduduk lainnya yang tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut.

"Menurut Informasi yang berhasil dihimpun, pemilik rumah tersebut tidak berada dirumah. Api tiba-tiba muncul dan membesar menghanguskan rumah tinggi itu" ujar H. Maside. Seraya menambahkan, beruntungnya rumah yang pondasinya lumayan tinggi itu tidak terlalu padat dan tidak berdempetan dengan rumah yang lain. Sehingga tidak terjadi perembetan kerumah yang lainnya.

Sementara Kapolsek Pagatan Iptu Ginting, Kebakaran yang menghanguskan 1 unit rumah penduduk, itu diketahui milik Sakim (40), pekerjaan swasta, beralamat di Rt.3 desa Pakatelu kec Kusan Hilir. Diduga kebakaran itu akibat arus pendek (konsletting listrik) dari ruang tengah, dari kabel listrik yang berada di belakang tv. Dari kejadian ini ditaksir kerugian 1 unit rumah dengan ukuran 5 x 12 m berbahan dasar material kayu dan isinya kerugian sekitar 15 juta Rupiah. Kejadian sekitar jam 17: 00. Wita (Ley)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Test CPNS Tanbu, 3 November 2013 Mendatang

Written By Fokus Batulicin on Senin, 26 Agustus 2013 | 15.54

Kegembiraan Taharudin tidak bisa berlangsung lama. Betapa tidak, perasaam gembira itu hilang setelah mendengar adanya penerimaan CPNS dalam waktu dekat ini jurusannya malah tidak tidak ada.
Pria yang baru lulus ini terpaksa harus menunggu tahun depan lagi. Mahasiswa yang baru lulus ini dari STKIP Kotabaru kembali berharap ada perubahan jurusan dengan formasi yang ada.

Dirinya kini hanya bisa berdoa atau mendaftar ditempat lain dengan jurusannya sebagai guru S1 Matematika. "Kalau memang tidak ada mau bagaiana lagi, yang jelas harus bersabar atau mendaftar di Kabupaten yang lain,"ujarnya.

Meskipun begitu, pria keturunan asli Tanahbumbu ini tidak pantang menyerah. Dia bahkan meyakini bila tidak ditahun ini, masih ada kesempatan ditahun depan. Apalagi saat ini umurnya masih terbilang muda dan masih mempunyai banyka kesempatan.

"Bila tidak ada rejekinya ditahun ini, mungkin ditahun depan mungkin ada, apalagi umur saya kan masih lumyan muda jadi masih ada kesempatan beberapa kali,"ujarnya, Senin (26/8).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawian Daerah (BKD) kabupaten Tanbu, HM Thaha mengatakan, untuk formasi CPNS memang masih belum ditetapkan sepenuhnya dari Menpan. Namun, untuk sepsifikasi persentasinya sesuai kebutuhan yaitu 55 persen untuk guru, 35 persen tenaga kesehatan dan 10 persen untuk tenaga teknisi. Dan rencananya, Test penerimaan CPNS tersebut akan dilaksanakan pada 3 November 2013 mendatang.
"Dari keputusan Menpan jatah untuk Tanbu, formasi yang di setujui sebanyak 125 orang, padahal yang kita usulkan ribuan. Namun kita harus bersyukur karena termasuk paling banyak di wilayah Kalsel,"ujarnya.

Dari persentasi itu adalah sebanyak 69 tenaga guru, 43 tenaga kesehatan dan 13 tenaga teknisi. Namun hal itu masih merupakan usulan dari BKD Tanbu dan menunggu persetujuan Menteri Aparatur Negara.

Untuk Guru kelas terbanyak dengan jumlah 54 guru dengan lulusan S1 PGSD, guru tuna rungu S1 PLB Tuna Rungu Wicara sebanyak 2 orang, guru Tuna laras S1 PLB Tuna laras atau Autis 1 orang, Guru Tuna grahita S1 Tuna Grahita 1org, Guru Geologi Pertambangan S1 sebanyak 2 orang, guru mesin otomotif S1 Otomotif 1 org, guru akuntansi S1 akutansi 1 orang, guru kebidanan 2 orang.

Sedangkan untuk kategori kesehatan, untu dokter spesialis Bedah Umum 1 orang, dokter spesialis anak 1 orang, dokter umum 7 orang, dokter gigi 3 orang, perawat (Ners) 2 orang, perawat 8 orang, perawat anastesi 2 orang, bidan 11 orang, radiografer 1 orang, asisten apoteker 2 dan nutrisionis sebanyak 2 orang.

"Untuk tenaga teknisi yang cari pengawasan perikanan 1 orang, pengawas mutu pakan 1 orang, pengawas benih tanaman 1 orang, penyuluh pertanian 2 orang, penyuluh perikanan 1 orang, penyuluh kehutanan 3 orang. Sedangkan untuk tenaga Mediator hubungan industrial 1 orang. Namun yang boleh mendaftar bisa S1 Administrasi Negara/ S1 Pemerintahan/ S1 Hukum, Pengawas ketenagakerjaan 1 orang boleh dari jurusan S1 Hukum/ S1 Teknik mesin/ S1 Teknik Elektro, semntara engawas lingkungan hidup sebanyak 2 orang dengan jurusan boleh S1 Kimia/ S1 Biologi/ S1 Teknik Lingkungan,"ujarnya.

Itulah usulan yang diajukan kembali ke Menpan dengan lulusan paling rendah yakni DIII. Hasil penetapannya masih belum dan masih menunggu keputusan dari Menpan. Bila ada perombakan, akan dilakukan namun kemungkinan terbesar akan tetap.

"Untuk tes CPNS untuk sementara sesuai informasi 3 November 2013 dilaksanakan tes, sedangkan untuk pendaftaran diperkirakan awal september,"terangnya Kepala BKD HM Taha.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lama Diidam Idamkan Masyarakat, Akhirnya Tanbu Memiliki Kodim

Setelah sekian lama di tunggu tunggu keberadaannya, Akhirnya di pertengahan Tahun 2013 ini Kabupaten Tanah Bumbu yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kotabaru, tepatnya di penghujung bulan Agustus ini memiliki markas Kodim tersendiri. Kodim itu diberi nama Kodim 1022/ TNB.

Rencanannya, Peresmian Kantor Kodim itu bakal dilakukan oleh Kepala Staff Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Moeldoko. Yang juga bakal dihadiri oleh Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Dicky Wainal Usman, S.IP., M.Si, Kasdam Brigjen TNI Wiyanto S.Sos. Serta petinggi TNI AD lainnya. Dan tentunya jug akan di saksikan oleh sejumlah unsur Muspida Kabupaten Tanah Bumbu, dan juga masyarakat setempat secara terbuka, langsung dari halaman Makodim 1022/TNB di Jalan Raya Kodeco Km 4,5 Kecamatan Simpang Empat.

Dandim 1004/TNB-KTB Letkol inf Bayu Permana mengatakan, keberadaan Kantor Kodim plus dengan sarana dan prasarana pendungnya itu, diharapkan mampu dimanfaatkan untuk mengedepankan kepentingan pelayanan publik, baik untuk kelancaran tugas pengamanan teritorial Kabupaten Tanah Bumbu, serta pelayanan sosial darma bakti, Karyabakti dan bakti sosial TNI AD kedepan. Sehingga kedekatan antara masyarakat dengan TNI AD semakin terjalin berkesinambungan sehingga kemitraan antara TNI AD dan Masyarakat turut terjalin.

"Kodim ini berdiri demi mempererat silaturrahmi antara Masyarakat dengan TNI AD. Kemudian untuk kegiatan sosial masyarakat oleh TNI bisa berjalan berkesinambungan, melihat antusias masyarakat. Sesuai tugas pokok Kodim adalah pertahanan wilayah metode Binter, bakti TNI, pembinaan ketahanan wilayah dan Komunikasi Sosial". Ujar Dandim, Bayu Permana.

Kedepan, Dengan adanya kodim penyelenggaraan pembinaan teretorial dan pembinaan kemampuan kekuatan dan gelar kekuatan untuk menyiapkan wilayah pertahanan didarat dan menjaga keamanan wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok Korem. Dengan demikian hal itu bisa dilaksanakan lebih baik lagi.

Sekedar diketahui, Bangunan yang berdiri megah di atas lahan seluas kurang lebih 3 Hektar itu, merupakan hibah dari pemilik Perusahaan Lokal Asal Tanah Bumbu Jhonlin Group, H Syamsuddin atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan H Isyam. Dengan luas Tanah 2,8 hektar, Bangunan Kantor Makodim 2 Lantai, Perumahan Dandim, rumah jaga/piket, Mushalla, kantor Intel Kodim, Rumdis F-120/1KK, Rumdis G-90/1KK, Rumdis H-70/4KK, Rumdis K-45/ 17KK, Pos Jaga 2 buah, Gudang dan Aula.
"Direncanakan pelaksanaan, awalnya 8 bulan, namun begitu dikerjakan hanya menghabiskan waktu 4 bulan lamanya sampai dengan saat ini. Dengan tenaga kerja Kodam VI/ MLW 150 Orang, dan PT. Jhonlin Group 250 Orang. Sampai saat ini bangunan sudah mencapai lebih dari 90 persen, tinggal penyelesaian bangunan perumahan dan infrastruktur pendukung lainnya" ujar Dandim mengakhiri wawancara dengan fokus batulicin.com seraya menjelaskan, bahwa peresmian itu bakal dilaksanakan pada Tanggal 29 Agustus 2013 mendatang.

Kemudian, sekedar menjadi catatan Korem 101/ Antasari berdiri 20 Desember 1961 bermarkas komando di Kota Banjarmasin dan wilayah teritorial mencakup Kalsel. Memiliki pasukan Yonif 621/manuntung di Kandangan Kalimantan Selatan, Yonif 623/ Bhakti Wira Utama di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dengan Kodim yang berada dibawah Komando adalah : Kodim 1001 Amuntai, Kodim 1002/Barabai, 1003/ Kandangan, 1004/ Kotabaru, 1005/ Marabahan, Kodim 1006/martapura, 1007 Banjarmasin, 1008/ Tanjung, 1009/Plaihari, 1010/ Rantau. Ditambah dengan Kodim 1022/TNB. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®






Tingkatkan Kulitas SDM, demi Masa Depan Tenun Pagatan Yang Berseri

Pagatan / Fokusbatulicin.com, Senin (26/8) Disperindag Kab.Tanah Bumbu kembali mengadakan pelatihan tenun di Koperasi Pertiwi Desa Manurung Kec.Kusan Hilir, yang dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 4 September mendatang. Jumlah peserta pelatihan sampai saat ini ada sekitar 30 orang yang terdiri dari beberapa desa di Kec.Kusan Hilir.

Kepala Koperasi Pertiwi, Salmah mengatakan," ibu-ibu yang ikut pelatihan disini ada yang berasal dari Desa Mudalang, Desa Manurung, Desa Sebuhur, Desa Kampung Baru, dan Desa Pataran, "ujarnya.
Ibu-ibu peserta pelatihan merasa kesulitan membuat kain tenun dikarenakan alat tenun hanya tersedia di Koperasi Pertiwi ini hanya ada 5 buah saja, sehingga mereka harus menuju ke Koperasi dulu untuk menenun kain.

Terpisah Kep.Disperindag Kab.Tanah Bumbu, Nuryakin, MM mengatakan antusias para pengrajin kain tenun khususnya kain tenun khas Pagatan di Kab.Tanah Bumbu selama ini dinilai sudah mulai meredup, maka dari itu diadakan kembali pelatihan tenun ini, yang kemudian diambil pelatih tenun dari kota Jepara, pelatihan ini akan dilaksanakan selama 10 hari, yang diadakan di Koperasi Pertiwi Desa Manurung.
"Atas dasar itulah, kita mengadakan lembali pelatihan peningkatan SDM ini dimaksudkan, sehingga kedepan, kerajinan tenun pagatan ini dapat terus dilestarikan" ujar M.Nooryakin.

Untuk mengatasi masalah yang dirasakan ibu-ibu peserta pelatihan, Disperindag Tanah Bumbu akan memesan lagi 10 alat tenun, yang nantinya akan Diserahkan kepada ibu-ibu yang berminat, tambahnya lagi.




"Selama ini karya karya tenun Kalimantan Selatan selalu mendapat tempat dihati para desainer perancang busana nasional maupun Internasional untuk mengolahnya lagi dari bahan dasar tenun menjadi pakaian jadi. Harapan kita, kain tenun pagatan yang tidak kalah lebih dikenal di pasar bebas baik dalam maupun luar negeri, diharapkan mampu terus bersinar sehingga lebih dikenal lagi. Untuk itu, pemnatapan SDM perlu dilakukan " ujarnya. (Bar)

Powered by Edha Kencana Corp®






Pemkab Tanbu Galakkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Batulicin / fokusbatulicin.com - Sebagai kabupaten yang secara ekonomi mengalami kemajuan pertumbuhan ekonomi cukup signifikan. Kondisi ini dapat dilihat dari performa PAD (Pendapatan Asli Daerah) Tanbu yang terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Melalui beragam kebijakan pembangunan strategis daerah Pemkab Tanbu terus melakukan langkah sistematis untuk meningkatkan pertumbuhan dan dinamika kemajuan daerah dengan orientasi program pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejauh ini sektor pertambangan batubara dan bijih besi menjadi sektor pendapatan daerah terbesar yang berkontribusi pada PAD Tanbu. Kekayaan potensi pertambangan batubara tersebut sampai sejauh ini memberikan kontribusi dan memberikan andil yang besar dalam pembiayaan pembangunan daerah.
PAD sektor pertambangan ini, kontribusi terbesar terhimpun dari Hibah / SP3 (Sumbangan Pihak Ke 3), selanjutnya disusul PAD dari sektor-sektor lainnya seperti pajak daerah dan retribusi daerah.
Untuk tahun 2010 Hibah (SP3) Pertambangan ditarget sebesar Rp. 70 milyar sementara yang terealisasi Rp. 50.685.225.287 dan SP3 Jalan ditarget Rp. 10 milyar yang terealisasi Rp. 4.615.314.702. Sedangkan dari sektor lainnya yang menjadi penyumbang terbesar ketiga yaitu retribusi izin pertambangan dari target Rp. 3 Milyar yang terealisasi Rp. 2.504.700.000.

Tahun 2011 Hibah/SP3 Pertambangan ditarget Rp. 108.750.000.000 terealisasi Rp. 149.230.068.073 dan Hibah/SP3 Jalan ditarget Rp. 8 milyar terealisasi Rp. 9.548.589.158. Sedangkan sektor lainnya yaitu dari Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan terget capaian Rp. 1 milyar yang terealisasi Rp. 2.621.715.504.

Tahun 2012 Hibah/SP3 Pertambangan ditarget Rp. 120 milyar terealisasi Rp. 134.535.150.069 dan Hibah/SP3 Jalan ditarget Rp. 10 milyar terealisasi Rp. 11.434.747.417. Sedangkan sektor lainnya yaitu dari Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan terget capaian Rp. 17 milyar yang terealisasi Rp. 18.506.248.073.

Sedangkan penyumbang PAD lainnya diperoleh dari retribusi seperti retribusi pelayanan kesehatan, penggantian biaya KTP dan akta capil, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pelayanan pelabuhan, dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Kemudian untuk sektor pajak diperoleh dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung walet, pajak lingkungan,serta  pajak mineral bukan logam dan bebatuan.

Dari beberapa sektor PAD tentunya juga berpengaruh terhadap performa  APBD Kabupaten Tanah Bumbu. Selama tiga tahun terakhir APBD Kabupaten Tanah Bumbu terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 APBD Tanah Bumbu sebesar Rp. 755.255.286.856, tahun 2011 sebesar Rp. 735.776.667.639, dan tahun 2012 meningkat tajam hingga menembus angka sebesar Rp. 1.077.275.935.074. Dan untuk tahun anggaran 2013 ini APBD Kabupaten Tanah Bumbu naik lagi menjadi Rp.1.215.970.635.775,89,-.
Dengan proyeksi anggaran sebesar itu pemerintah daerah berupaya membangun rancangan program strategis sebagai opsi solutif untuk membangun performa ekonomi daerah yang kian tangguh, dinamis dan mampu menjadi penopang dan pendorong pembangunan daerah secara menyeluruh. Yang mana salah satu program pembangunan yang diharapkan akan mampu mendorong pergerakan dinamika perekonomian daerah kearah peningkatan yakni melalui implementasi pembangunan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.
Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming sendiri dalam berbagai kesempatan di forum-forum resmi maupun tidak resmi dalam daerah maupun di luar daerah tak henti-hentinya menggelorakan semangat visi dan misi daerah terkait komitmen Pemkab Tanah Bumbu untuk terus mendorong bergeraknya lokomotif pembangunan daerah dengan basis ekonomi kerakyatan.

Secara akumulatif, pola implementasi kebijakan pembangunan strategis daerah yang demikian sudah barang tentu tidak hanya akan memberikan progres positif bagi masyarakat yang berada dikelompok atau level sosial menengah ke bawah, namun secara nyata juga mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan jangkauan program serta terciptanya ruang-ruang dan peluang investasi bagi dunia usaha.
Sebagai contoh kebijakan bidang agro industri sebagai salah satu program pembangunan yang berbasis ekonomi kerakyatan. Saat ini, langkah program yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani karet di Bumi Persujud sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi PAD yakni dibangunnya pabrik pengolahan karet di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang.

Melalui PT. Nusantara Batulicin, Pemkab Tanbu melakukan kerja sama  dengan PT. Perkebunan Nusantara XIII  dengan membangun pabrik pengolahan karet. Dengan program itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatan kesejahteraan petani karet yang ada di Bumi Bersujud khususnya yang ada di Kecamatan Karang Bintang, Kusan Hulu dan Mantewe serta sejumlah wilayah kecamatan lainnya yang memiliki sentra pengembangan perkebunan karet.

Satu visi dan misi yang diusung Pemkab Tanbu dengan membangun pabrik pengolahan karet itu sebagai stimulan program untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Karang Bintang khususnya melalui pengembangan sektor perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat setempat. Sehingga kedepannya keberadaan pabrik pengolahan karet yang dibangun PT. Nusantara Batulicin bekerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara XIII Karang Bintang di Kecamatan Karang Bintang diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi daerah.
Sinergisitas program itu diharapkan mampu melahirkan multyplayer efek bagi daerah berupa PAD itu. Dan bagi masyarakat petani, diharapkan akan menjadi pendorong peningkatan kualitas kesejahteraan.
Realisasi program ini digagas dan digulirkan pemerintah daerah secara khusus dimaksudkan mampu menjawab beberapa persoalan kemasyarakatan yang muncul di wilayah Karang Bintang yang salah satunya adalah relatif tingginya biaya angkut dan pengiriman produksi karet petani dari para pengepul ke Banjarmasin. Dan yang tak kalah pentingnya, pembangunan pabrik karet itu juga akan memberikan dampak peluang kesempatan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dan bagi pemerintah daerah, langkah ini bisa berkontribusi untuk menekan angka pengangguran di Kecamatan Karang Bintang. Selain itu, target besar yang hendak dicapai oleh pemerintah daerah yakni terproyeksikannya Tanah Bumbu sebagai sentra produksi dan industri karet alam di Kalsel.
Tak hanya pada sektor pengembangan potensi perkebunan karet, hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah daerah pada potensi perkebunan kelapa sawit. Dimana peran Pemkab Tanbu  sebagai fasilitator telah menjembatani aspirasi masyarakat petani kelapa sawit yang menghendaki adanya pabrik pengolahan yang dikelola oleh masyarakat dengan pola kepemilikan saham yang juga oleh petani.
Selain itu, dengan pola yang demikian, masalah tingginya biaya angkut kelapa sawit ke pabrik pengolahan yang berada disejumlah wilayah diluar Kecamatan Karang Bintang akan terkurangi karena pabrik pengolahan dibangun di area yang memang menjadi titik terdekat sejumlah wilayah kecamatan dimana masyarakat petani mengembangkan potensi perkebunan kelapa sawit mereka.

Diluar konteks pembangunan bidang agro industri, pemerintah daerah juga menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan lainnya. Bahkan pada sektor ini pemerintah daerah lebih memfokuskan diri pada upaya mendorong objek-objek penggerak ekonomi kerakyatan yang secara kuantitas jumlahnya relatif kecil namun jika dikembangkan secara sistematis dengan pola pembinaan dan pendampingan secara khusus mampu berkembang dan menjelma menjadi kekuatan ekonomi makro baru bagi daerah.
Sebagai contoh pembinaan dan pendampingan pada kelompok pengrajin ukiran berbahan dasar limbah kayu ulin. Melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop dan UKM) pemerintah daerah mendatangkan instruktur ukir dari Jepara Jawa Tengah.

Dengan pelatihan itu, pemerintah daerah berharap kedepan produk kerajinan ukir Bumi Bersujud mampu bersaing dengan produk yang sama dari daerah lain, baik di pasar lokal, nasional maupun internasional. Apalagi produk kerajinan ukir Tanbu berbeda dengan daerah lain khususnya yang diolah  oleh pengrajin dari pulau Jawa yang umumnya berbahan baku kayu jati, sementara kerajinan ukir yang akan dikembangkan Tanah Bumbu berbahan dasar limbah kayu ulin.

Langkah promotif sudah pula dilakukan pemerintah daerah melalui keikutsertaannya dalam even Otonomi Expo dan Forum yang berlangsung di Jakarta pada tahun 2012 yang lalu. Upaya ini tak semata-mata untuk mempromosikan hasil kerajinan daerah berupa karya seni ukir yang dirancang dengan bentuk benda seni dan mebeler saja, namun itu juga dijadikan sebagai media penting untuk menarik invetor  nasional dan dunia internasional untuk menanamkan modalnya bagi pengembangan industri kerajinan ukiran kayu Tanbu.
Dan terbukti, dari hasil kegiatan pameran pada even Otonomi Expo dan Forum tersebut, telah ada investor nasional dari Jakarta yang melakukan kerja sama dengan pengrajin dengan difasilitasi pemerintah daerah. Dari kerja sama ini selanjutnya produk kerajinan itu akan dipasarkan di kawasan Eropa.
Tak sampai disitu, Pemkab Tanbu melalui Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasioanal Daerah) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop dan UKM) serta didukung TP. PKK setempat juga konsen terhadap usaha kerajinan dengan latarbelakang industri tradisi yang dilakukan oleh masyarakat khususnya yang ada di wilayah perdesaan. Salah satunya adalah industri anyaman ketak atau akar-akaran dari tanaman gulma.

Untuk mendorong maksimalisasi pengembangan industri kerajinan ketak tradisional itu, Pemkab Tanah Bumbu melalui Dekranasda setempat telah menyalurkan bantuan seperangkat alat produksi anyaman ketak kepada pengrajin ketak binaan Dekranasda Tanbu di Desa Sepakat Kecamatan Mantewe.
Anyaman ketak sendiri merupakan kerajinan tangan berbentuk tas, keranjang buah, tempat tisu, serta berupa desain menarik lainnya hasil kreasi warga eks transmigran asal Lombok-NTB yang dibawa ke Tanbu dan berkembang di Desa Sepakat Kecamatan Mantewe.

Selanjutnya objek kegiatan ekonomi kerakyatan yang mendapat porsi perhatian besar dari pemerintah daerah adalah kerajinan kain tenun khas Pagatan yang dikembangkan pengrajin di  Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Tak hanya melakukan pembinaan dan pendampingan, agar industri kain tenun khas Pagatan itu bisa berkembang pesat, pemerintah daerah bekerjasama dengan Dekranasda dan TP.PKK telah menyalurkan bantuan sebanyak lima unit alat tenun kepada kelompok pengrajin. Dan untuk pengembangan industrinya sendiri, pemerintah daerah menempuhnya dengan melatih 20 penenun muda setempat.   
Dalam konteks pengembangan dan dinamika sektor ekonomi kerakyatan serta menumbuhkan dan  menciptakan peluang investasi di daerah, Pemkab Tanbu senantiasa melakukan beragam inovasi dan inisiasi serta merancang terobosan program. Asumsi ekonomi yang dijadikan dasar acuan kebijakan tersebut sudah barang tentu merupakan elemen penting yang harus diformulasikan PemkabTanbu agar dalam kurun waktu yang sudah terukur akan mampu menciptakan tatanan dan performa derajat ekonomi masyarakat Bumi Bersujud yang maju dan sejahtera.

Karenanya, diluar kebijakan stragetgis bidang ekonomi kerakyatan yang telah terulas diatas, masih banyak kebijakan program yang juga sudah direalisasikan dan memberikan progres positif bagi kemajuan daerah, mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat, serta berdampak nyata bagi peningkatan PAD.

Beberapa kebijakan pembangunan bidang pengembangan ekonomi kerakyatan lainnya antara lain, pengembangan potensi budi daya ternak itik, sapi, kambing, perikanan darat dan laut, pertanian, perkebunan, kebudayaan dan pariwisata serta strategi kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan unggulan lainnya yang dalam implementasinya banyak digerakkan oleh masyarakat secara langsung sebagai pelaku usaha. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®























Delapan Pengcab HAKLI Kabupaten, Hulu Sungai Tengah, Tapin, Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu, Tabalong, Kotabaru, Tanah Laut, dan Balangan Dilantik Di Batulicin

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 24 Agustus 2013 | 09.48

Ketum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia Kalimantan Selatan (HAKLI) Kalsel Achmad Mahyuni melantik 8 Pengurus Cabang HAKLI yang berada di di ruang Mahligai Bersujud KAPET Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (24/8).

Kegiatan Pelantikan Pengurus HAKLI Kalsel serta Seminar Nasional Kesehatan Lingkungan Tahun 2013 itu, dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provensi Kalimantan Selatan yang diwakili Sukamto SKM, MKes selaku Kabid Promkes, Wakil Bupati Tanah Bumbu, H. Difriadi Darjat, Prof. Dr. Umar Fahmi Guru Besar Univ Indonesia, Ahmad Mahyuni BSC, SKM, MPH, Ketua Tim Penggerak PKK Tanbu HJ Erwinda Mardani H Maming, Sekda Kab Tanbu Drs. H Gusti Hidayat, serta Lukman Waris SKM, MMR, Mkes Kepala. Balai Litbang P2B2 Region Kalimantan.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC HAKLI Tanah Bumbu, H Ardiansyah S.KM dalam sambutannya menuturkan, agar semua anggota HAKLI Kalsel bisa mengimplimentasikan semua program HAKLI demi terbangunnya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Daerah Kalimantan Selatan. Terlebih bisa berkoordinasi dengan lintas sektor dan pemerintah daerah.
"kami sangat berharap, dengan terbentuknya HAKLI ini, adanya perhatian dan kerjasama pemerintah daerah, untuk bisa membangunkan sarana prasarana pendukung, berupa Laboratorium Kesehatan Lingkungan di Tanah Bumbu" ujar H Ardiansyah.

Sementara, Ketua Umum Hakli, Achmad Mahyuni dalam pemaparannya usai melantik para pengurus cabang HAKLI se Kalimantan Selatan dari 8 Kabupaten/ Kota, pagi itu mengatakan Angka Malaria 2000 lebih dan tertingg di Kalimantan Selatan, dan menuntut perhatian semua pihak, agar penyakit malaria ini bisa di Tekan setiap Tahun. Untuk itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kegiatan kesehatan lingkungan, dan juga menuntut perhatian seluruh SKPD, baik pengelolaan sampah, analisis dampak lingkungan hidup, baik di lokasi Pertambangan, Pekerjaan Umum, Pertanian dan Perkebunan.

Selain itu, Ketua Umum HAKLI juga sempat menyebutkan saat sekarang ini masih minim dilakukan Pengawasan kesehatan lingkungan terutama pada pengawasan kualitas Air Tanah maupun Air Minum. Seperti Air Minum Isi Ulang yang banyak dijumpai disejumlah daerah, padahal masih banyak yang belum memiliki standart uji kesehatan dan kualitas air yang diperdagangkan.

"saya menghimbau bagi yang belum memiliki laboratorium kualitas air di daerahnya, agar terus melakukan pengawasan kesehatan lingkungan di daerahnya" ujar Ahmad Mahyuni.
Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat saat berhadir mengatakan, Pelayanan Dasar Kesehatan Dasar wajib ada. Sehingga Tahun Depan Kabupaten Tanah Bumbu mendatangkan Mobil Laboratorium Kesehatan, sebagai salah satu upaya pemerintah terhadap peningkatan kesehatan lingkungan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Selain itu, sebagai pilar kesehatan lingkungan, sudah seharusnya saat ini semua sektor pembangunan harus berdasarkan pada azas kesehatan lingkungan, jika tidak dipastikan akan berdampak buruk pada kualitas kesehatan manusianya sendiri. Begitu juga dengan kegiatan perekonomian alasan peningkatan kesejahteraanpun harus berlandaskan pada azas kesehatan lingkungan, memperhatikan aspek lingkungan. Seperti dilokasi lokasi pertambangan yang ada di Kalimantan Selatan. Sehingga peningkatan perekonomian yang baik, bukan berdasarkan pada kerakusan, jika mengandalkan kerakusan semata, semua pembanguna yang dilakukan tidak akan bertahan, pasti berada pada ambang kehancuran, dan berdampak pada kerugian masyarakatnya sendiri.

" Untuk itu, dengan keberadaan HAKLI di Daerah harus mempu menjadi mitra pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan pembangunan, yang bersinggungan dengan lingkungan. Sehingga keputusan ataupun kebijakan yang diambil pemerintah tidak merusak atau mengganggu keseimbangan kesehatan lingkungan" ucap Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Difriadi Darjat. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®







30 Pengrajin, Bakal Ikut Peningkatakn Kualitas Tenun Pagatan

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 23 Agustus 2013 | 11.08

Batulicin / fokusbatulicin.com – Salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas  kain tenun khas Pagatan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu)  menggelar pelatihan peningkatan kualitas kain tenun Pagatan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Tanbu Fitriyanto mengatakan ada sebanyak 30 peserta yang akan mengikuti pelatihan peningkatan kualitas kain tenun khas pagatan. Mereka yang dilatih berasal dari enam desa di Kecamatan Kusan Hilir.

Mereka yang mengikuti pelatihan tersebut sudah memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang cara menenun. Jadi langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Pemkab Tanbu yaitu meningkatkan kualitas dari hasil tenun.

Untuk pelatih, dikatakan Fitriyanto akan didatangkan langsung dari Jepara Jawa Tengah, sedangkan materi yang diberikan nanti meliputi pembuatan motif ,pewarnaan, dan perawatan alat tenun.

"Kita akan perbanyak motif-motif kain tenun khas pagatan, sehingga lebih menarik dan tentunya dengan beraneka ragam warna," ujar Fitriyanto, Jumat (23/08) di Gunung Tinggi, Batulicin. 

Menurut rencana, pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari dimulai dari tanggal 26 Agustus 2013 bertempat di Gedung Pertiwi Desa Manurung Kecamatan Kusan Hilir.

Perlu diketahui, salah satu upaya mengembangkan kain tenun khas pagatan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah menyalurkan bantuan berupa alat tenun bukan mesin sebanyak lima unit yang diserahkan oleh Ketua Dekranasda Tanbu Hj. Erwinda Mardani untuk Koperasi Industri Kerajinan Rakyat Tenun Pertiwi Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir pada tahun lalu, serta menggelar serangkaian pelatihan-pelatihan dasar cara menenun. (Dd)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

4 Hari Pelatihan, Relawan Diharapkan Siap Tanggap

Batulicin / fokusbatulicin.com - Kamis (22/8) pelatihan penanggulangan bencana berbasis masyarakat akhirnya selesai. Kegiatan terakhir ini dilaksanakan di area Gedung Mahligai Bersujud sekitar pukul 08:00 hingga pukul 17:00 wita.

Dari pelatihan ini diharapkan lahir relawan-relawan penanggulangan bencana baru yang nantinya akan bertugas di wilayah kabupaten Tanah Bumbu. Relawan ini sebelumnya direkrut secara khusus dari dinas-dinas terkait, organisasi, dan dari LSM yang ada di Kab.Tanah Bumbu. Farhan selaku Kabid.Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanah Bumbu menerangkan, bahwa peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dinilainya cukup membanggakan. Hal ini berdasarkan pengamatan dan pantauan beliau sejak hari pertama pelatihan hingga selesai.

"Awalnya para peserta ini sebagian besar belum mengetahui tentang materi dan praktek penanggulangan bencana, namun saat acara gladi resik hari ini, peserta sudah dapat menunjukan prestasi yang luar biasa, baik dalam penguasaan materi dan prakteknya dilapangan, hanya dalam waktu 4 hari saja" ujarnya.

Pada bidang kedaruratan dan logistik, peserta diajarkan tentang proses evakuasi korban, penanganan pengungsi, pemasangan tenda-tenda darurat dan peralatan di dalamnya. Sedangkan di bidang pencegahan dan kesiapsiagaan yang di kepalai oleh Abdurrahim memiliki tanggung jawab untuk memberikan materi-materi khusus penanggulangan bencana kepada peserta pelatihan.

Setelah pelatihan ini Kepala Pelaksana pelatihan BPBD Tanah Bumbu, Drs.H.Anwar.S akan merencanakan pembentukan forum khusus agar kedepanya para relawan ini lebih terkoordinir dan lebih fokus dalam menjalan tugasnya sebagai relawan di Kab.Tanah Bumbu. (bar)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kompolnas Kunjungi Polres Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 22 Agustus 2013 | 13.34

Batulicin / fokusbatulicin.com Kunjungan Kerja Dan Tatap Muka, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dengan Elemen Masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (22/8) di Aula Makopolres Tanah Bumbu.

Kapolres Tanah Bumbu Asep Taufik mengatakan, selamat datang kepada Edi Saputera Hasibuan anggota Kompolnas yang berkunjung ke Tanah Bumbu guna melakukan evaluasi kinerja Kepolisian Resort Tanah Bumbu. Karena mana banyak kekurangan, kelemahan dan masih banyak hal yang belum bisa dilakukan pihak kepolisian guna meningkatkan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat Tanah Bumbu.

"Silahkan keritik kami, jika itu meski menjadi cambuk kami, tapi itu harus kami terima, tentunya sebagai bahan masukkan yang nantinya akan dibawa oleh beliau selaku Anggota Kompolnas, guna meningkatkan kinerja Kepolisian Republik Indonesia, khususnya yang yang bertugas di Polres Tanah Bumbu" papar Kapolres.

Edi Saputra, Anggota Kompolnas menjelaskan, Kompolnas dibentuk berada di bawah kebijakan Presiden dengan memiliki tugas dan fungsi Kompolnas adalah membantu presiden dalam membentuk arah kebijakan kepolisian republik Indonesia, serta memberikan masukan kepada Presiden terkait pengangkatan maupun pemberhentian Kapolri. Serta sebagai lembaga coversight keluhan masyarakat.

H Yusran Ketua Badan Kemitraan Kepolisian dan Masyarakat mengharapkan, ada perhatian khusus bagi sarana dan prasarana Polsek Polsek yang ada, mobi operasional yang digunakan sudah banyak yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Kemudian terhadap aparat kepolisian masih belum maksimal dalam hal penertiban pelangsir BBM, yang sampai dengan saat ini masih banyak terdapat di SPBU, SPBU yang ada di Tanah Bumbu.

Media massa yang terlibat hadir dalam kesempatan itu, mengharapkan peningkatan kinerja aparat kepolisian di imbangi dengan jumlah personil dan juga sarana dan prasarana pendukung sehingga dapat maksimal. Kemudian selain itu, kemitraan antara Polres Tanbu dengan Media Massa saat ini dibangun perlu ditingkatkan.

"Untuk SDM seharusnya untuk Polres minimal sekitar 900 persenil lebih. Namun kita sampai saat ini baru memiliki sekitar 500 anggota saja, atau sekitar baru 50 persen saja. Begitu pula untuk sarana dan prasarana, memang kami akui masih sangat terbatas. Kondisinya juga sudah banyak yang tidak layak, sehingga perlu ditingkatkan, ataupun diperbarui. Kita juga sudah ajukan permohonan penambahan SDM dan sarana dan prasarana kepolisian, namun sampai saat ini kita belum mendapatkan jawaban. Bahkan kita juga pernah meminta bantuan dari pemerintah daerah setempat. Kalau kemitraan antara Media dengan Kepolisian Resort Tanah Bumbu, memang masih kurang, karena birokrasi dan aturan yang ditetapkan Kepolisian Daerah Kalsel. Akan tetapi saya menghimbau kepada Media untuk bisa langsung konfirmasi ke satuan yang menanganinya, baik Reskrim, Satlantas, Narkoba maupun Satuan Petugas lainnya" beber Kapolres. AKBP Asep Taufik.

Dalam kegiatan itu, juga dihadiri oleh sejumlah perwira, dan anggota kepolisian Resort Tanah Bumbu, LSM, BKPRMI, Tokoh Masyarakat, dan sejumlah media massa yang bertugas di Tanah Bumbu. Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®





ADVERTORIAL: 209 Orang Terlayani KB Gratis

BATULICIN – Sebanyak 209 orang terlayani KB gratis yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Tanbu, Senin (19/8) kemarin.

Pelayanan KB gratis tersebut merupakan salah satu rangkaian pada kegiatan Karya Bhakti TNI Kodim 1004/KTB-TNB tahun 2013 di wilayah Kab. Tanbu yang dilaksanakan di Mahligai Bersujud, Kapet, Batulicin.

Selain pelayanan KB gratis pada Karya Bhakti TNI yang merupakan kerjasama Kodim 1004/KTB-TNB dengan Pemkab  Tanbu,  juga dilaksanakan pula pengobatan gratis, donor darah, serta bedah rumah.

Kepala BKBP3A Tanbu, Sri Yudawati, mengucapkan terimakasih pada TNI yang mengajak serta pemerintah Kabupaten Tanbu dalam kegiatan karya bhakti yang bersifat sosial.

Dikatakan Sri Yudawati, melalui kegiatan semacam ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di Bumi Bersujud. Kegiatan ini juga, ujar Sri Yudawati merupakan salah satu wujud komitmen dari Pemerintah Daerah dalam hal mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Diharapkan dengan kegiatan KB gratis seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Bersujud.

Adapun warga yang terlayani KB gratis tersebut, beber Sri Yudawati yaitu sebanyak 209 orang dengan rincian 39 pemasangan implan, 29 suntik, 132 pil KB, 7 kondom, dan 2 IUD.
Sementara itu, pada pembukaan pelaksanaan Karya Bhakti TNI Wilayah Korem 101/ ANT Tahun 2013 yang dipusatkan di Kabupaten Tanah Bumbu, Danrem 101 / Antasari Kol Inf Suharjono, S.IP dalam sambutannya mengatakan kegiatan Karya Bhakti TNI merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara terpadu dengan program-program pemerintah daerah dan instansi terkait yang bersifat fisik yang ditentukan dengan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karya Bhakti ini juga merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan fisik berupa pembangunan dan pemeliharaan sarana  prasarana umum yang menunjang kehidupan sosial bagi masyarakat guna meningkatkan derajat masyarakat terutama golongan menengah kebawah.

Sementara itu, Bupati Tanbu Mardani H Maming menyambut baik dengan dipusatkannya kegiatan karya bhakti  TNI di Kab. Tanah Bumbu sehingga melalui kegiatan semacam ini tentunya dampaknya sangat dirasakan secara langsung oleh masyarakat seperti pelayanan kesehatan gratis, pemasangan KB gratis, donor darah serta bedah rumah.

Pemerintah Daerah, ujar Bupati terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai program-program yang tentunya berpihak kepada masyarakat.
Selain itu pula, pemkab tanbu juga terus berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan prima untuk masyarakat. (ADV/Relhum)
Powered by Telkomsel BlackBerry®









Selamat Datang Di Portal Surat Kabar Elektronik Tanah Bumbu (Tanbu Cyber Magazine)
 
Support : Creating Website | EDHA KENCANA CORP | Batulicin
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved