Home » » Diklaim Banyak Dikerjakan Asal-Asalan, Pengawasan Proyek PL, Diminta Lebih Diperketat

Diklaim Banyak Dikerjakan Asal-Asalan, Pengawasan Proyek PL, Diminta Lebih Diperketat

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 18 Agustus 2013 | 08.50

Batulicin / fokusbatulicin.com - merasa dikerjakan asal asalan, sejumlah proyek Penunjukan Langsung (PL) dari Dinas Pekerjaan umum yang dikerjakan oleh perusahaan Kontraktor yang tidak jelas, lantaran mengerjakan proyek yang dinilai tidak memenuhi syarat sesuai bestek dan tanpa plang papan proyek, akhirnya tak sedikit tokoh masyarakat Kota Pagatan, dan Desa Mattone Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Gerah.

Gerahnya "bubuhan" dedengkot masyarakat ini bukan saja dari kalangan menengah ke bawah (grassroad) saja, melainkan juga di tingkat RT hingga aparat Desa setempat. Hal ini lantaran, proyek yang dikerjakan, kebanyakan tidak sampai berusia diatas satu tahun dikerjakan, tapi sudah banyak yang rusak. Sebut saja, seperti proyek Drainase di jalan keserasian Kelurahan Kota Pagatan, Drainase di jalan Kubah Pagatan, serta Jembatan Mattone.

Sebut saja, Firmansyah selaku ketua Rt 1 kelurahan Kota Pagatan mengakui bahwa percepatan pembangunan sarana prasana diera 3 thn kepemimpinan Mardani H Maming, saat ini telah bergerak maju cukup signifikan. Tapi sayang hal itu, menurutnya tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek proyek tersebut, sehingga banyak ditemukan kejanggalan, kerusakan maupun pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek pekerjaan.

"banyak proyek yang dikerjakan asal asalan dengan kualitas dibawah standar seperti drynase jalan keserasian, yg belum berumur 1 bln sudah runtuh. Bahkan tanpa berkordinasi dengan aparat setempat akibatnya bangunan tersebut diklaim warga ikut masuk ke lahan mereka sekitar 0,5 meter." Ujarnya.
Selain itu, dipaparkan firmansyah, Yang juga menjadi masalah adalah dari proyek baru dikerjakan sampai proyek tersebut selesai dikerjakan, pihaknya tidak mengetahui siapa atau perusahaan mana yang mengerjakannya, lantaran tanpa ada papan pelang proyek.

Hal senada juga disampaikan Ikin, salah seorang warga lainnya. sebenarnya drynase yang runtuh tidak hanya simpang jalan keserasian saja tapi juga dijalan kubah juga sdh ada yg runtuh sementara proyek tersebut sebagian belum selesai dikerjakan.

Menurut Ikin kalau kontraktor proyek proyek semacam itu terus dipelihara dan selalu diberikan setiap ada proyek PL, dan proyeknya berkualitas buruk, secara tidak langsung akan berdampak buruk terhadap kinerja pemerintah daerah yang lemah dalam melakukan pengawasan lapangan. Tidak hanya memberikan proyek, dan menerima upeti saya.

"karena saya pernah membaca dimedia bupati akan menindak tegas kontraktor nakal. Tapi sampai sekarang belum ada buktinya. Proyek nakal tetap saja bisa bekerja. Sementara masyarakat yang dirugikan. Proyek ratusan juta yang seharusnya bisa dinikmati puluhan tahun, cuma beberapa bulan saja, atau bahkan belum satu tahun sudah mulai rusak" ujar Ikin.

Andi Satria Jaya kades Mattone Kampung baru membenarkan dengan adanya kebobrokan kinerja kontraktor nakal tersebut. Diakuinya, banyak kntraktor yang bekerja asal asalan, karena kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak Dinas Pekerjaan Umum.

"Seperti bangunan jembatan yang dikerjakan CV Generasi 27, di jalan HM Nurung Rt 1, baru 1 tahun dikerjakan, urukannya sudah ada yang ambles, posisinya miring kekiri dan kekanan. Makanya ketika saya dengar khabar bahwa jembatan yang sebelah timur juga mau dibangun saya langsung telpon Roy Rizali Anwar, selaku sekretaris Dinas PU, kalau yg mengerjakan sama dengan kontraktor sebelumnya lebih baik tidak usah dikerjakan, sia sia saja. Belum berumur, sudah compang camping" beber Andi Jaya, mengomentari proyek proyek PL yang ada di desanya, yang sampai saat ini sudah banyak rusak, padahal masa pengerjaannya baru memasuki usia 1 tahun.

Sementara Roy Rizali Anwar selaku Sekretaris Dinas pekerjaan Umum saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengeluarjkan teguran kepada kontraktor nakal tersebut, sekaligus segera diminta dengan tegas untuk melakukan perbaikan, dengan kualitas yang sebenarnya. hal itu bertujuan agar kelak proyek ratusan juta rupiah yang digelontorkan oleh Pemda Tanbu itu tidak sia sia. sehingga bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat lingkungan sekitar lokasi proyek.

sekedar menjadi catatan, perusahaan Kontraktor yang berinesia CV. Rh itu milik warga kota pagatan yang diketahui kerap melakukan pekerjaan proyek asal asalan. namun, sampai sekarang perusahaan kontraktor itu tetap saja mendapat jatah proyek dari Dinas Pekerjaan Umum.(Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved