Home » » Faktor Jalan Rusak, Selama Arus Mudik/Balik Lebaran, 4 Nyawa Melayang

Faktor Jalan Rusak, Selama Arus Mudik/Balik Lebaran, 4 Nyawa Melayang

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 20 Agustus 2013 | 11.40

Batulicin / fokusbatulicin.com - Operasi Ketupat Intan 2013 telah usai, dalam operasi pengamanan arus mudik dan arus balik tersebut tingkat kecelakaan menurun dari tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Lalulintas Polres Tanah bumbu (Tanbu) Iptu Denny Catur mewakili Kapolres AKBP Asep Taufik. Pengamanan operasi Ketupat Intan yang dilakukan terhitung dari 1 Agustus sampai dengan 18 Agustus 2013 tepat pukul 00.00 wita telah berakhir.

Dikatakan Denny, dari pendataan yang dilakukan didapat hasil operasi tersebut dengan laka lantas sebanyak 4 kali. Dari keempat kejadian tersebut, meninggal dunia sebanyak 4 orang, mengalami luka berat satu orang, luka ringan 2 orang.

"Selama operasi Ketupat berlangsung ada beberapa kali kecelakaan dan sangat disayangkan dan memprihatinkan, empat diantaranya meninggal dunia, dan dalam kecelakaan tersebut kerugian material diperkirakan 25.500.000," terang Denny.

Bukan itu saja, dalam kegiatan pengamanan tersebut sejumlah penilangan turut dilakukan Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Tanbu. Sebanyak 32 pelanggaran terpaksa ditilang karena tidak mempunyai kelengkapan dalam berkendara.

"Kita juga terpaksa menilang kendaraan karena tidak lengkap seperti tidak memiliki surat-surat dan SIM. Selain itu, kita juga melakukan peneguran sebanyak 35 teguran,"terangnya, Minggu (18/8).

Sementara itu, data embarkasi pelabuhan batulicin dengan jumlah penumpang berangkat 6.574 orang, kendaraan roda dua sebanyak 107 unit, kendaraan roda empat sebanyak 38 unit.

"Sedangkan untuk penumpang yang datang sebanyak 922 orang dengan kendaran roda dua sebanyak 62 unit dan roda empat sebanyak 27 unit,"paparnya.

Menurut Denny, tingkat kecelakaan diperkirakan menurun dari tahun sebelumnya. Namun dirinya tetap mengharapkan masyarakat untuk lebih patuh dan tertib lagi dalam berlalu lintas. Dia juga mengatakan, seharusnya didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Sebagaimana,diketahui dengan lingkup wilayah yang luas,masih banyaknya di jalan-jalan yang tidak ditemui rambu lalu lintas jalan yang dapat menjadi petunjuk bagi pengguna jalan. Sebab itu, acap kali pengguna jalan terkecoh oleh kondisi jalan yang rusak ataupun berlubang dan tanpa tambahan penerangan.

"Karena kurangnya alat penerangan pada malam hari sehingga kerap terjadi insiden-insiden baik yang kealpaan oleh manusianya ataupun disebabkan oleh jalan yang rusak. Kita berharap kedepan agar segala sesuatunya seimbang baik SDM yang mengerti akan peraturan berlalu lintas dan prasarana yang baik. Sehingga meminimalisir akan terjadinya laka lantas,"terang Denny.

Hal itu tidak bisa berjalan baik apabila hanya segelintir orang yang sadar akan keselamatan jiwa manusia di jalan raya. Sebab itu, semuanya diharapkan saling waspada dan bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Kita berharap semua bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas dan sadar akan pentingnya keselamatan diri,"ucapnya. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved