Home » » Geger, Orok Perempuan Ditemukan Depan Rumah Bidan

Geger, Orok Perempuan Ditemukan Depan Rumah Bidan

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 31 Agustus 2013 | 12.32

Pagatan / fokusbatulicin.com - Sekitar pukul 03:00 dini hari, warga pagatan geger, saat mengetahui adanya bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan, dibuang oleh orang tak bertanggung jawab di depan rumah Bidan Riska tepat dibelakanh Puskesmas Pagatan, dibilangan jalan Hasanuddin, Rt 6 desa Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir.

Warga yang Menemukan, dan melihat kondisi tubuh yang sangat lemah, bayi yang masih memiliki tali pusar itu segera ditangani di Puskesmas setempat untuk perawatan pusarnya, dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanah Bumbu, Sepunggur Kecamatan Batulicin, untuk segera mendapat perawatan lebih lanjut.

Terkait temuan bayi itu, dibenarkan oleh Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Tanbu, dr. Daru Dewa, saat dikonfirmasi oleh fokusbatulicin.com Sabtu (31/8) siang. "Bayi diantar oleh warga, ditemukan depan rumah bidan yang kebetulan tinggal di belakang puskesmas Pagatan, jam 3 pagi tadi. Kondisi bayi BBLR (berat badan lahir rendah), dengan berat hanya mencapai 1.7 kg. Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dalam kondisi Apneu", terang Daru Dewa.

Setelah ditangani, selama kurang lebih 9 jam di ruang IGD, RSUD Tanah Bumbu, sejak pagi hingga pukul 11:45 Wita, dinyatakan pihak rumah sakit, bayi perempuan yang diantar dalam kondisi lemah lantaran baru berusia tidak lebih dari 12jam itu, akhirnya meninggal dunia.
"Kami sudah melakukan upaya maksimal di IGD, namun tidak bisa tertolong" Ujar dr. Daru Dewa, Kepala Rumah Sakit Daerah Tanah Bumbu, di Sepunggur Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.
H
Sementara, saat ditemui diruang perawatan IGD, Dr. Andi petugas medis di IGD RSUD Tanah Bumbu kepada fokusbatulicin.com mengatakan, saat ditangani, bayi malang tersebut sempat kehilangan nafas empat kali, sebelum meninggal dunia
"Penangannan secara medis kita sudah maksimal, baik peamasang Pasang Infus, pemasangan oksigen, serta pemberian obat yang dianggap perlu secara medis. Dari penangannan jam 3:45 yang oleh warga dibawa ke sini, bayi tersebut masih dalam kondisi menangis, 2 jam sebelum dibawa ke RSUD. Sempat berhenti nafas 4 kali, namun tidak bisa terolong lagi dan dinyatakan positif meninggal pukul 11:20 wita" terang dr. Andi kepada media ini. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved