Home » » Pembangkit MJIS Rusak, PLN Batulicin "Byarpet" lagi

Pembangkit MJIS Rusak, PLN Batulicin "Byarpet" lagi

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 22 Agustus 2013 | 09.43

Sepertinya, sudah "ajal" listrik di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu mengalami nasib yang tidak pernah berubah. Tiap tahun, selalu saja krisis daya listriknya terjadi. Bahkan, konon kabarnya tiap tahun pula PLN Cabang Kotabaru, Ranting Batulicin ini melakukan pembenahan, dan peningkatan daya.
Meski dinilai wajar, peningkatan daya mampu awal yang hanya ditopang oleh PLTU Asam Asam, kemudian Pagatan, ditambah suplay dari pembangkit ITP Tarjun, dan bahkan tahun 2013 ini ditambah pasokan dari PT. MJIS, namun kejadian "mati lampu" di Kabupaten Pemekaran ini sudah bukan rahasia umum dan tidak pernah berhenti dari sekaratnya. Setiap hari selalu ada saja pemadaman yang terjadi.

"Secara logika, penambahan daya itu sudah barang tentu wajib dilakukan PLN untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Maklum, tiap tahun jumlah penduduk, jumlah permukiman, jumlah perkantoran, hotel dan restoran, dan bahkan tempat hiburan malam selalu bertambah. Namun yang terpenting, bukan karena adanya penambahan daya mampu tersebut, PLN menjadi terdengar hebat, akan tetapi bagaimana mengupayakan agar suplai listrik itu stabil masuk ke rumah rumah pelanggannya. Kalau tahun lalu jumlah penduduknya sedikit saja listrik kita sudah "kuput kuput" kemudian ditambah daya, menjadi normal listriknya ini akan terdengar mantap. Tapi kan setiap tahun ledakan penduduk, arus perpindahan penduduk ke tanah bumbu meningkat perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya meningkat pula secara otomatis keperluan listriknya pun juga bakal meningkat antisipasi hal ini harus di upayakan oleh PLN, jadi penambahan daya mampu tersebut seyogyanya harus melebih 20 atau 30 persen dari penambahan jumlah penduduk, maupun jumlah fasilitas hidup masyarakat lainnya, kalau hanya ditambah sedikit sedikit, ya sudah barang tentu penyakit "mati lampu" ini akan tetap terjadi" ujar tokoh pemuda masyarakat Pagatan, Emer Suaib. Kepada media ini.

Beberapa hari ini, pemadaman listrik PLN Batulicin terbilang mulai parah lagi. Pemadaman terjadi berkali kali, berulang, hingga jangka waktu yang cukup lama. Sebut saja pemadaman Rabu (21/8) kemarin. Pemadaman terjadi pada sore hari, kemudian sempat onlight sejenak, dan padam hingga pukul 23:00. Hari Kamis (22/8), sejak pukul 08:30 pemadaman dimulai lagi, dan diperkirakan akan terjadi juga cukup lama.
Pemadaman listrik, tentu saja menjadi momok yang menjengkelkan.

Sejumlah usaha rumahan, yang menggantungkan kegiatannya sehari hari pada listrik ini, juga seperti untuk keperluan perkantoran dan rumahtangga lainnya, jelas saja menjadi terbengkalai, bahkan mengalami banyak kerugian. Belum lagi dampak buruk pemadaman listrik yang kerap diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran tak pernah ada habisnya. Saat listrik padam, penghuna rumah rumah berlebel sangat sederhana kerap menggantikan alat penerangannya itu dengan lilin, lampu templok dan alat penerang menggunakan bahan bakar minyak lainnya. Lalai sedikit, lampu templok, lilin akhirnya kerap pula dianggap sebagai faktor kebakaran. Tapi, itu seperti nyanyian sumbang di tepi kali, merdu sesaat, sumbang tertiup angin.

Kepala PLN Ranting Batulicin, Sugianto saat ditanyakan terkait pemadaman ini oleh fokusbatulicin.com mengatakan Yang rusak bukan punya PLN, tapi punya swasta alias dari PT MJIS.
"PLN tentu tidak tinggal diam dengan kejadian ini, koordinasi itu sdh pasti, penyediaan jangka panjang sudah dilakukan PLN dengan pembangunan transmisi 150 KV untuk melayani Batulicin. Target 2013 yang seharusnya sudah bisa operasi ternyata ada kendala dari masyarakat karena masalah pendirian tower tidak diijinkan dan ganti rugi yang tinggi. Tapi itu sudah diselesaikan oleh PLN, tinggal menunggu penyelesaian. Penyediaan energi primer tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, pemasangan mesin pembangkit di pagatan untuk mengantisipasi pemadaman juga sempat mendapat protes masyarakat dengan alasan kebisingan yang ditimbulkan mesin pembangkit, akibatnya mesin baru yang bakal dipasang di PLTD Pagatan, tidak bisa dipasang" ujar Sugianto.

Saat ditanya apa alasan masyarakat menolak pemasangan pembangkit baru tersebut benar lantaran kebisingan atau ada permasalahan lain, Sugianto mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan masyarakat setempat yang sempat menyampaikan aspirasi penolakannya lantaran kebisingan itu melalui media masa.
"kalo itu kita kurang tau apa alasan masyarakat, sebenarnya mesin yang dipasang itu mengganti mesin sewa lama yang kontraknya habis, jadi selama proses penggantian ini tidak serta merta yang lama dicabut tapi menunggu yang baru terpasang dengan baik dan sempurna, setelah itu baru yang lama dicabut sehingga tidak ada proses pemadaman. Nah seandainya proses pemasangan mesin ini lancar maka ketika gangguan MJIS terjadi, mesin mesin baru bisa membackup daya yang hilang" kata Sugianto, seraya Menambahkan Padahal sebelum pemasangan mesin PLN di PLTD pagatan itu sudah mengundang masyarakat sekitar dan kepala desa untuk sosialisasi.

Saat ini Beban puncak PLN Batulicin mencapai 17 MW, sementara daya mampu PLTD pagatan 11.6 Mw, saat MJIS ada gangguan beban arah lasung, sebamban dan sei loban sebesar 2.2 MW dialihkan ke sistem Asam-asam. Jadi saat ini defisit daya 2.2 MW yang seharusnya di supplay oleh MJIS agar tidak terjadi pemadaman. Untuk sistem ITP Tarjun khusus untuk melayani sei kupang, pantai, hampang dan bungkukan sebesar 3.2 Mw sesuai kontrak PLN dengan ITP tarjun. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved