Home » » Pemkab Tanbu Galakkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Pemkab Tanbu Galakkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Written By Fokus Batulicin on Senin, 26 Agustus 2013 | 06.55

Batulicin / fokusbatulicin.com - Sebagai kabupaten yang secara ekonomi mengalami kemajuan pertumbuhan ekonomi cukup signifikan. Kondisi ini dapat dilihat dari performa PAD (Pendapatan Asli Daerah) Tanbu yang terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Melalui beragam kebijakan pembangunan strategis daerah Pemkab Tanbu terus melakukan langkah sistematis untuk meningkatkan pertumbuhan dan dinamika kemajuan daerah dengan orientasi program pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejauh ini sektor pertambangan batubara dan bijih besi menjadi sektor pendapatan daerah terbesar yang berkontribusi pada PAD Tanbu. Kekayaan potensi pertambangan batubara tersebut sampai sejauh ini memberikan kontribusi dan memberikan andil yang besar dalam pembiayaan pembangunan daerah.
PAD sektor pertambangan ini, kontribusi terbesar terhimpun dari Hibah / SP3 (Sumbangan Pihak Ke 3), selanjutnya disusul PAD dari sektor-sektor lainnya seperti pajak daerah dan retribusi daerah.
Untuk tahun 2010 Hibah (SP3) Pertambangan ditarget sebesar Rp. 70 milyar sementara yang terealisasi Rp. 50.685.225.287 dan SP3 Jalan ditarget Rp. 10 milyar yang terealisasi Rp. 4.615.314.702. Sedangkan dari sektor lainnya yang menjadi penyumbang terbesar ketiga yaitu retribusi izin pertambangan dari target Rp. 3 Milyar yang terealisasi Rp. 2.504.700.000.

Tahun 2011 Hibah/SP3 Pertambangan ditarget Rp. 108.750.000.000 terealisasi Rp. 149.230.068.073 dan Hibah/SP3 Jalan ditarget Rp. 8 milyar terealisasi Rp. 9.548.589.158. Sedangkan sektor lainnya yaitu dari Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan terget capaian Rp. 1 milyar yang terealisasi Rp. 2.621.715.504.

Tahun 2012 Hibah/SP3 Pertambangan ditarget Rp. 120 milyar terealisasi Rp. 134.535.150.069 dan Hibah/SP3 Jalan ditarget Rp. 10 milyar terealisasi Rp. 11.434.747.417. Sedangkan sektor lainnya yaitu dari Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan terget capaian Rp. 17 milyar yang terealisasi Rp. 18.506.248.073.

Sedangkan penyumbang PAD lainnya diperoleh dari retribusi seperti retribusi pelayanan kesehatan, penggantian biaya KTP dan akta capil, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pelayanan pelabuhan, dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Kemudian untuk sektor pajak diperoleh dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung walet, pajak lingkungan,serta  pajak mineral bukan logam dan bebatuan.

Dari beberapa sektor PAD tentunya juga berpengaruh terhadap performa  APBD Kabupaten Tanah Bumbu. Selama tiga tahun terakhir APBD Kabupaten Tanah Bumbu terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 APBD Tanah Bumbu sebesar Rp. 755.255.286.856, tahun 2011 sebesar Rp. 735.776.667.639, dan tahun 2012 meningkat tajam hingga menembus angka sebesar Rp. 1.077.275.935.074. Dan untuk tahun anggaran 2013 ini APBD Kabupaten Tanah Bumbu naik lagi menjadi Rp.1.215.970.635.775,89,-.
Dengan proyeksi anggaran sebesar itu pemerintah daerah berupaya membangun rancangan program strategis sebagai opsi solutif untuk membangun performa ekonomi daerah yang kian tangguh, dinamis dan mampu menjadi penopang dan pendorong pembangunan daerah secara menyeluruh. Yang mana salah satu program pembangunan yang diharapkan akan mampu mendorong pergerakan dinamika perekonomian daerah kearah peningkatan yakni melalui implementasi pembangunan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.
Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming sendiri dalam berbagai kesempatan di forum-forum resmi maupun tidak resmi dalam daerah maupun di luar daerah tak henti-hentinya menggelorakan semangat visi dan misi daerah terkait komitmen Pemkab Tanah Bumbu untuk terus mendorong bergeraknya lokomotif pembangunan daerah dengan basis ekonomi kerakyatan.

Secara akumulatif, pola implementasi kebijakan pembangunan strategis daerah yang demikian sudah barang tentu tidak hanya akan memberikan progres positif bagi masyarakat yang berada dikelompok atau level sosial menengah ke bawah, namun secara nyata juga mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan jangkauan program serta terciptanya ruang-ruang dan peluang investasi bagi dunia usaha.
Sebagai contoh kebijakan bidang agro industri sebagai salah satu program pembangunan yang berbasis ekonomi kerakyatan. Saat ini, langkah program yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani karet di Bumi Persujud sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi PAD yakni dibangunnya pabrik pengolahan karet di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang.

Melalui PT. Nusantara Batulicin, Pemkab Tanbu melakukan kerja sama  dengan PT. Perkebunan Nusantara XIII  dengan membangun pabrik pengolahan karet. Dengan program itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatan kesejahteraan petani karet yang ada di Bumi Bersujud khususnya yang ada di Kecamatan Karang Bintang, Kusan Hulu dan Mantewe serta sejumlah wilayah kecamatan lainnya yang memiliki sentra pengembangan perkebunan karet.

Satu visi dan misi yang diusung Pemkab Tanbu dengan membangun pabrik pengolahan karet itu sebagai stimulan program untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Karang Bintang khususnya melalui pengembangan sektor perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat setempat. Sehingga kedepannya keberadaan pabrik pengolahan karet yang dibangun PT. Nusantara Batulicin bekerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara XIII Karang Bintang di Kecamatan Karang Bintang diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi daerah.
Sinergisitas program itu diharapkan mampu melahirkan multyplayer efek bagi daerah berupa PAD itu. Dan bagi masyarakat petani, diharapkan akan menjadi pendorong peningkatan kualitas kesejahteraan.
Realisasi program ini digagas dan digulirkan pemerintah daerah secara khusus dimaksudkan mampu menjawab beberapa persoalan kemasyarakatan yang muncul di wilayah Karang Bintang yang salah satunya adalah relatif tingginya biaya angkut dan pengiriman produksi karet petani dari para pengepul ke Banjarmasin. Dan yang tak kalah pentingnya, pembangunan pabrik karet itu juga akan memberikan dampak peluang kesempatan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dan bagi pemerintah daerah, langkah ini bisa berkontribusi untuk menekan angka pengangguran di Kecamatan Karang Bintang. Selain itu, target besar yang hendak dicapai oleh pemerintah daerah yakni terproyeksikannya Tanah Bumbu sebagai sentra produksi dan industri karet alam di Kalsel.
Tak hanya pada sektor pengembangan potensi perkebunan karet, hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah daerah pada potensi perkebunan kelapa sawit. Dimana peran Pemkab Tanbu  sebagai fasilitator telah menjembatani aspirasi masyarakat petani kelapa sawit yang menghendaki adanya pabrik pengolahan yang dikelola oleh masyarakat dengan pola kepemilikan saham yang juga oleh petani.
Selain itu, dengan pola yang demikian, masalah tingginya biaya angkut kelapa sawit ke pabrik pengolahan yang berada disejumlah wilayah diluar Kecamatan Karang Bintang akan terkurangi karena pabrik pengolahan dibangun di area yang memang menjadi titik terdekat sejumlah wilayah kecamatan dimana masyarakat petani mengembangkan potensi perkebunan kelapa sawit mereka.

Diluar konteks pembangunan bidang agro industri, pemerintah daerah juga menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan lainnya. Bahkan pada sektor ini pemerintah daerah lebih memfokuskan diri pada upaya mendorong objek-objek penggerak ekonomi kerakyatan yang secara kuantitas jumlahnya relatif kecil namun jika dikembangkan secara sistematis dengan pola pembinaan dan pendampingan secara khusus mampu berkembang dan menjelma menjadi kekuatan ekonomi makro baru bagi daerah.
Sebagai contoh pembinaan dan pendampingan pada kelompok pengrajin ukiran berbahan dasar limbah kayu ulin. Melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop dan UKM) pemerintah daerah mendatangkan instruktur ukir dari Jepara Jawa Tengah.

Dengan pelatihan itu, pemerintah daerah berharap kedepan produk kerajinan ukir Bumi Bersujud mampu bersaing dengan produk yang sama dari daerah lain, baik di pasar lokal, nasional maupun internasional. Apalagi produk kerajinan ukir Tanbu berbeda dengan daerah lain khususnya yang diolah  oleh pengrajin dari pulau Jawa yang umumnya berbahan baku kayu jati, sementara kerajinan ukir yang akan dikembangkan Tanah Bumbu berbahan dasar limbah kayu ulin.

Langkah promotif sudah pula dilakukan pemerintah daerah melalui keikutsertaannya dalam even Otonomi Expo dan Forum yang berlangsung di Jakarta pada tahun 2012 yang lalu. Upaya ini tak semata-mata untuk mempromosikan hasil kerajinan daerah berupa karya seni ukir yang dirancang dengan bentuk benda seni dan mebeler saja, namun itu juga dijadikan sebagai media penting untuk menarik invetor  nasional dan dunia internasional untuk menanamkan modalnya bagi pengembangan industri kerajinan ukiran kayu Tanbu.
Dan terbukti, dari hasil kegiatan pameran pada even Otonomi Expo dan Forum tersebut, telah ada investor nasional dari Jakarta yang melakukan kerja sama dengan pengrajin dengan difasilitasi pemerintah daerah. Dari kerja sama ini selanjutnya produk kerajinan itu akan dipasarkan di kawasan Eropa.
Tak sampai disitu, Pemkab Tanbu melalui Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasioanal Daerah) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop dan UKM) serta didukung TP. PKK setempat juga konsen terhadap usaha kerajinan dengan latarbelakang industri tradisi yang dilakukan oleh masyarakat khususnya yang ada di wilayah perdesaan. Salah satunya adalah industri anyaman ketak atau akar-akaran dari tanaman gulma.

Untuk mendorong maksimalisasi pengembangan industri kerajinan ketak tradisional itu, Pemkab Tanah Bumbu melalui Dekranasda setempat telah menyalurkan bantuan seperangkat alat produksi anyaman ketak kepada pengrajin ketak binaan Dekranasda Tanbu di Desa Sepakat Kecamatan Mantewe.
Anyaman ketak sendiri merupakan kerajinan tangan berbentuk tas, keranjang buah, tempat tisu, serta berupa desain menarik lainnya hasil kreasi warga eks transmigran asal Lombok-NTB yang dibawa ke Tanbu dan berkembang di Desa Sepakat Kecamatan Mantewe.

Selanjutnya objek kegiatan ekonomi kerakyatan yang mendapat porsi perhatian besar dari pemerintah daerah adalah kerajinan kain tenun khas Pagatan yang dikembangkan pengrajin di  Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Tak hanya melakukan pembinaan dan pendampingan, agar industri kain tenun khas Pagatan itu bisa berkembang pesat, pemerintah daerah bekerjasama dengan Dekranasda dan TP.PKK telah menyalurkan bantuan sebanyak lima unit alat tenun kepada kelompok pengrajin. Dan untuk pengembangan industrinya sendiri, pemerintah daerah menempuhnya dengan melatih 20 penenun muda setempat.   
Dalam konteks pengembangan dan dinamika sektor ekonomi kerakyatan serta menumbuhkan dan  menciptakan peluang investasi di daerah, Pemkab Tanbu senantiasa melakukan beragam inovasi dan inisiasi serta merancang terobosan program. Asumsi ekonomi yang dijadikan dasar acuan kebijakan tersebut sudah barang tentu merupakan elemen penting yang harus diformulasikan PemkabTanbu agar dalam kurun waktu yang sudah terukur akan mampu menciptakan tatanan dan performa derajat ekonomi masyarakat Bumi Bersujud yang maju dan sejahtera.

Karenanya, diluar kebijakan stragetgis bidang ekonomi kerakyatan yang telah terulas diatas, masih banyak kebijakan program yang juga sudah direalisasikan dan memberikan progres positif bagi kemajuan daerah, mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat, serta berdampak nyata bagi peningkatan PAD.

Beberapa kebijakan pembangunan bidang pengembangan ekonomi kerakyatan lainnya antara lain, pengembangan potensi budi daya ternak itik, sapi, kambing, perikanan darat dan laut, pertanian, perkebunan, kebudayaan dan pariwisata serta strategi kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan unggulan lainnya yang dalam implementasinya banyak digerakkan oleh masyarakat secara langsung sebagai pelaku usaha. (Ley)

Powered by Edha Kencana Corp®























Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved