Home » » 2 Alat Berat "Siluman" Disita Polres Tanbu

2 Alat Berat "Siluman" Disita Polres Tanbu

Written By Fokus Batulicin on Senin, 02 September 2013 | 21.02

Batulicin / fokusbatulicin.com - Seperti tak henti-hentinya, di kabupaten Tanahbumbu (Tanbu) secara terus-menerus terjadi penambangan tanpa ijin (illegal mining). Namun lagi lagi, nyaris sama seperti kasus tangkapan alat berat di waktu waktu sebelumnya, Alat berat yang ditemukan selalu saja tanpa diketahui siapa dalang pelakunya. Polisi hanya mengamankan saksi dari operator alat beratnya saja, sementara pelaku dibelakangnya masih bersetatus "siluman".

Seperti sebelumnya setelah di kecamatan Satui, Polres Tanbu kembali menyita dua alat berat yang bekerja saat melakukan penambangan tanda izin yang saat ini diamankan di Maplres Tanbu. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim), AKP Ronaldo Maradona Siregar saat dikonfirmasi di Mapolres, mengatakan dua alat berat berhasil diamankan karena kedapatan beroperasi tanpa ijin.

"Diamankannya alat berat sebanyak dua unit, dimana saat itu sedang beroperasi dan kedapatan oleh security Arutmin dan anggota Pam Obvit Polda Kalsel,"ujar Ronaldo.
Dikatakannya, penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (29/8) sekitar pukul 12.00 wita dilokasi PK2B Arutmin di Jalan Kodeco kilometer 14 Kecamatan Karang Bintang Tanbu. Dari penangkapan tersebut, Polres Tanbu melakukan penyitaan terhadap dua unit alat berat tersebut dengan merek Komatsu PC300 warna kuning.

Sementara itu, untuk pelaku masih diakukan pencaraian sebab dari keterang saksi dalam hal ini adalah operatornya. Namun keterangan operator tersebut mengarah kepada dua orang dengan inisial A dan R.

"Dari pengakuan operator, dia melakukan penambanagan dari dua orang yakni kepada A dan R yang telah memerintahkannya untuk melakukan penambangan, dan dia cuma menjalankan tugasnya,"terangnya lagi.

Dikatakannya, saat ini pihak reserse masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang dianggap sebagai pelakunya. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keterangan saksi mengarah kepada kedua orang tersebut. Sedangkan untuk kepemilikan alat berat belum juga diketahui pemiliknya. Sebab operator hanyalah disuruh.

"Untuk kedua pelaku tentu dikenakan pasal 158 UU no 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,"kata Ronaldo.

Untuk selanjutnya, tambahnya, pihaknya akan terus malakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan mencari kedua orang yang diduga sebagai pelaku penambangan tanpa ijin itu. Sedangkan untuk alat berat sudah diamanakan di Mapolres.(Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved