Home » » 3 Tersangka Pengadaan Lab Bahasa, Diperiksa Kejari Batulicin

3 Tersangka Pengadaan Lab Bahasa, Diperiksa Kejari Batulicin

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 26 September 2013 | 08.47

Batulicin/ fokusbatulicin.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batulicin telah menetapkan tiga nama tersangka pengadaan laboratorium Bahasa di tujuh Sekolah Menengah Pertama oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu). Hal itu diungkapkan Kajari Batulicin, H Ponco Hartanto didampingi Kasi intel Harwanto dan Kasi Pidsus Anwar saat ditemui Wartawan, Kemarin.

Ponco mengatakan sejak 9 Juli 2013 pihaknya sudah ditetapkan tiga nama tersangka. "Itu berdasarkan surat perintah penyidikan oleh Kejari batulicin No : Print - 01/Q.3.21/Fd.1/07/2013 pada tanggal 9 juli 2013, bersama ini diberitahukan bahwa jaksa penyidikan pada kejari telah melakukan penyidikan dugaan perkara tindak pidana korupsi Pengadaan Alat laboratorium bahasa SMP pada dinas pendidikan dan olahraga Tanbu tahun angggran 2011,"ujar H Ponco.

Dikatakannya, ada tiga nama dengan inisial NJ (49) selaku Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), AL (52) sebagai sekretaris Disdik pada saat itu, NS (30) sebagai rekanan atau direktur CV Nadyataman Anugerah Budi sebagai kontraktor pengadaan lab bahasa tersebut.

Saat ini, pihak Kejari sudah melakukan pemeriksaan terhadap 25 saksi yang sudah memberikan keterangan sejak ditetapkannya tiga nama tersangka. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka sebab karena pengadaan laboratorium bahasa di tujuh SMP di Tanbu oleh Disdik Tanbu tidak sesuai dan tidak bisa difungsikan.

Ketujuh SMP yang dilakukan pengadaan lab adalah di SMPN 1 kusan hilir, SMPN Muhamdaiyah, SMPN 2 Pagatan, SMPN Kusan Hulu, SMPN 1 Simpangemapat, SMPN 2 Mantewe dan SMPN 1 Angsana. Dari hasil pemeriksaan semua tidak bisa difungsikan.

"Barang bukti yang kita periksa memang tidak bisa difungsikan dan tidak sesuai sfesifikasi sehingga pengadaan tersebut sia-sia dan merugikan. Barang bukti sudah kita sita,"terang H Ponco.

Dikatakannya pula, pengadaan laboratorium tersebut dilaksanakan pada 2011 lalu. Namun dari hasilnya tidak ada yang bisa digunakan anggaran yang menghabiskan sebanyak Rp 918.289.400. "Akibatnya negara mengalami kerugian sebesar itu pula,"paparnya.

Pengerjaan yang dilaksanakan selama 45 hari itu seakan sia-sia dan malah merugikan. Sebab itu, tiga inisial nama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, yang terlibat dalam pengadaan laboratorium bahasa ini akan tersandung juga dalam kasus ini sebagai tersangka. Yang jelas kita terus mendalami siapa tau ada tersangka-tersangka lainnya,"ujarnya.

Sebab dari pengadaan kontraktor tidak langsung mengerjakan melainkan langsung mensubkontrakan pengerjaan dan hasilnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. (Yat)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved