Home » » Bupati Tanbu Mardani H Maming bersama Gubernur Kunjungi Warga Banjar Riau

Bupati Tanbu Mardani H Maming bersama Gubernur Kunjungi Warga Banjar Riau

Written By Fokus Batulicin on Rabu, 18 September 2013 | 17.52

Riau/ fokusbatulicin.com - menghadiri kegiatan Silaturrahim Masyarakat Banjar Riau Minggu (15/9) kemarin, sekaligus pelantikan Ikatan Keluarga Banjar Riau (IKABRI) membawa suasana yang tidak jauh berbeda dengan kondisi asli di Tanah Pangeran Antasari Kalimantan Selatan yang sebenarnya. Begitu tiba di Bandar Udara Pekan Baru Riau, rombongan Gubernur Kalsel H Rudy Arifin yang tiba brrsama Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, langsung disambut oleh sejumlah pengurus Ikatan Keluarga Banjar Riau dengan menyuguhkan seni beladiri kuntau.

Para penyambut yang merupakan warga Riau, keturunan Banjar itu kental masih lugas menggunakan bahasa banjar ketika berkomunikasi dengan tamu undangan. Seakan, tak ada bedanya kita berada di Riau maupun saat berada di Banjarmasin. Menurut pengakuan  Indrawansyah Sarkawi tokoh masyarakat setempat, ribuan masyarakat suku Banjar yang ada di Riau, sudah berabad abad lamanya secara turun temurun mempertahankan seni, budaya maupun adat istiadat suku Banjar. Sehingga untuk sebuah Kabupaten  yang diberi nama Indra Giri Ilir seakan menjadi basis terbesar Suku Banjar di Riau.

"Alhamdulillah semua masih sama seperti dahulu. Kami dari generasi ke generasi selalu rindu ingin menginjakkan kaki kami ke tanah kelahiran datuk kami. Kelahiran leluhur kami di Banjarmasin. Dengan kedatangan Pak Gubernur serta rombongan telah mengobati sedikit rasa kerinduan itu. Begitu juga melihat sosok Buapati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang begitu mudanya telah memimpin sebuah kabupaten yang memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa. Serta memiliki beragam prestasi sebagai kepala daerah Termuda di Indonesia. Tentunya hal ini sangat memotifasi kami generasi muda untuk membangun daerah. Sehingga orang orang Banjar yang ada di Riau lebih sejahtera, lebih bermartabat dan turut serta bersama sama masyarakat melayu Riau untuk membangu  daerah" ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu 15 September 2013 bertempat di Gedung LAM Riau Jl. Diponegoro Pekanbaru Seberang Hotel Arya Duta tersebut juga mendengarkan Ceramah Agama/ Petuah dari Tuan Guru dari Banjar KH. Rajuddin, sert petuah petuah Tetuha Gubernur Kalsel, serta mengenal lebih dekat sosok Bupati Tanbu sebagai Motifator dan Inspirator Generasi Muda Banjar Riau.Kegiatan itu juga dihadiri oleh Gubernur Riau, Walkkota dan pejabat Pemerintahan Pekan Baru, Bupati Indra Giri Ilir,  Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Tokoh Agama, dan Masyarakat Banjar Riau  serta sejumlah Bupati dan Gubernur asal Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

" Mari Generasi Muda Kita teladani akhlak Syeh Abdurrahman Siddiq sebagai cermin karakteristik urang banjar yang sesungguhnya agar terwujud Generasi banjar yang santun, agamis dan berwawasan luas" demikian pesan singkat yang tertulis di dinding tema kegiatan yang di usung saat itu.
Ketua umum Indrawansyah Sarkawi, dalam sambutannya mengatakan sebagai historis sejarah Warga Banjar Riau yang rata rata berasal dari Kalsel, dengan itu akan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat riau dan masyarakat banjar, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain terdapat puluhan ribu masyarakat Banjar Riau, saat ini juga terdapat lebih dari 1000 mahasiswa banjar yang ada di Riau. "Kerukunan ini terbentuk bermula dari rasa keprihatinan dengan melihat kondisi budaya banjar yang semakin tahun semakin menghilang di tanah Banjar di Riau, banyak kesenian tradisional, dan budaya banjar yag hilang seiring zaman" bebernya. Sehingga dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat terus menjalin silaturrahmi bubuhan banjar yang ada di riau. 

Gubernur Kalsel, H Rudy Arifin dimalam silaturrahmi, mengatakan, "mudahan bermanfaat bagi kita semua, semoga bisa memotifasi kita semua untuk berkarya memajukan bangsa, baik bergerak dibidang politik, maupun bisnis. Sebagai gamabaran dikemukakan Kalsel saat ini termasuk dalam provensi dengan jumlah warga  miskin terkecil nomer tiga, setelah jakarta 4 persen, dan Bali, 4,5 persen. Sementara Kalsel hanya memiliki urutan ke 4,8 persen. Dengan itu ia berharap kedepan dengan adanya kerukunan Banjar di Riau ini turut mengurangi angka kemiskinan. Sehingga mampu memberikan kehidupan yang layak dan lebih sejahtera lagi. Khususnya bagi masyarakat Banjar Riau.

"Kerukunan keluarga selama ini banyak nama, diharapkan usai kongres budaya banjar III dapat dirumuskan nama Banjar Sedunia dapat tercapai. Kepada lembaga adat riau kami titip bubuhan banjar supaya bersama sama mengayuh bumi Lancang Kuning ini. Sebelim berpisah izinkan saya menyuguhkan pantun..asam pauh delima pauh, jaga jangan sampai katindih ulin, pian jauh ulun jauh, jaga silaturrahmi biar tetap terjalin" ujar Rudy. (Ley)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved