Home » » Jalan Houlling PT TIA Di Gugat Lagi

Jalan Houlling PT TIA Di Gugat Lagi

Written By Fokus Batulicin on Senin, 30 September 2013 | 16.40

Batulicin/ fokusbatulicin.com - Sejumlah pemegang kuasa dari pemilik lahan KM 19 Lintas Houling PT Tunas Inti Abadi (TIA), Andi Samsul Bahri melalui Andi Iwan dan Hermanus, mengklaim dan menuntut ganti rugi kepada PT TIA lantaran lahan yang dimilikinya sejak 2005 lalu, hingga kini telah digunakan PT TIA tanpa memberikan kompensasi apapun.

Andi Iwan, dan Hermanus selaku Penerima Kuasa dari Andi Samsul Bahri, bersama sejumlah keluarga Andi Samsul Bahri Senin (30/9) mendatangi lokasi yang dimaksud, dengan difasilitasi Kepala Desa Sebamban Baru Zainal Ilmi, Camat Sungai Loban Nanang Suwignyo, Danramil Kusan Hilir Mujiono, Kapolsek Sungai Loban Aris Munandar untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan oleh PT TIA.

Meski dalam jumlah sedikit, masa yang datang, warga yang mengklaim 200X400 Meter persegi itu juga mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan koramil setempat. Beruntungnya, dari kedatangan warga pemilik lahan, dan CD PT TIA, tidak terjadi bentrok maupun adu jotos. Semua berjalan dengan aman dan lancar, hingga direncanakan bakal diadakan pertemuan selanjutnya, hari Selasa (1/10) besok di Kantor Desa Sebamban Baru.

Sementara, PT TIA melalui Fazrin yang didampingi Simon selaku legal perusahaan serta CD PT TIA, mengatakan pihak perusahaan, siap menyelesaikan perkara yang ada dengan syarat pihak yang mengklaim bisa menunjukkan bukti bukti kepemilikan lahan, kemudian uji materi dilapangan melalui pengukuran dan pemeriksaan batas batas tanah bersambitan.

"Pengennya ada kejelasan dari warga, untuk houling sendiri sudah kita Selesaikan, kita meminta pihak yang mengklaim bisa memperlihatkan bukti dan bisa memastikan kalau lahan mereka benar berada di Houling KM 19, Proses pembebasan houling dilakukan tahun 2009, kenapa baru diklaim 2013," ujar Fazrin selaku CD PT. TIA.

Sementara Hermanus, menjelaskan kepada Wartawan, sudah 8 kali pertemuan sejak bebebrapa bulan yang lalu tidak ada kejelasan, dari penjelasan PT TIA telah dibebaskan kepada para pemilik lahan, namun dari pengakuan pemilik pertama tidak pernah menerima fee, atau dana pembebasan. "Beberapa kali pertemuan katanya kepala desa tidak pernah ada ditempat, akhirnya sampai sekarang tidak bisa diselesaikan" ujar Hermanus.

Ia berharap datang kelokasi, bisa mendapat kejelasan. Dan tidak ditutup tutupi oleh pihak pihak berkepentingan. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved