Home » » Proyek Drainase Pelajau, Terkesan "Tertidur", PU Klaim Akhir Tahun Clear

Proyek Drainase Pelajau, Terkesan "Tertidur", PU Klaim Akhir Tahun Clear

Written By Fokus Batulicin on Senin, 02 September 2013 | 12.34

Batulicin / fokusbatulSetelah libur sejak memasuki masa lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu, ternyata, pengerjaan proyek drainase oleh Kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya itupun terkesan mangkrak, akibat tidak ada lagi tanda tanda aktifitas di sepanjang bilangan jalan raya pelajau Kecamatan Simpang Empat Kab. Tanah Bumbu itu hingga kini.
Dari pantauan, sejumlah blok beton U sebagai penutup bagian atas drainase masih banyak menumpuk di halaman Kapet. Begitu juga di sekitar galian drainase di sisi kiri arah pelajau, di beberapa titik, juga masih terlihat beberapa Blok Beton U yang belum terpasang. Lobang menganga dipenuhi air, hingga meluber ke badan jalan. Seakan tak terurus alias tertidur untuk rentang waktu yang belum pasti.
" Ini harus diperhatikan, kenapa jadi seperti itu. Kita sudah meminta agar proyek tersebut segera dilanjutkan. Jangan sampai terkesan mangkrak lah" ujar Wakil Bupati Tanah Bumbu Difriadi D, beberapa waktu lalu, saat menanyakan langsung hal itu melalui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar ST.
Sementara, Roy Rizali Anwar saat dikonfirmasi, membantah jika dikatakan proyek pengerjaan Drainase itu mangkrak. Karena sejak lebaran, sejumlah tenaga tekhnisnya memasuki masa cuti sampai pasca lebaran. Dikatakan Roy, minggu depan, proyek tersebut akan dikerjakan kembali, untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan yang harus selesai di akhir tahun 2013 ini juga.
" Untuk itu, pihak kontraktor akan menambah jumlah karyawan tekhnis serta menambah jumlah peralatan yang digunakan, jika selama ini menggunakan hanya satu heksa, maka kedepan akan dikerjakan menggunakan dua atau tiga heksa, untuk mengejar target" ujar Roy saat dikonfirmasi fokusbatulicin.com, Senin (2/9) tadi.
Saat ditanya kendala yang dihadapi, menurut Roy, saat ini masih ada sebagian dari pemilik rumah makan dan juga pemilik ruko yang belum bersedia mengijinkan pihak kontraktor melakukan penggalian di halamnya, lantaran belum ada kesepakatan terkait pemberian tali asih. Begitu juga, saat ini masih banyak tiang telpon dan listrik yang belum di pindah, sehingga menyulitkan kontraktor untuk melakukan penggalian drainase.
" Dinas Tata Kota dengan pihak PLN sudah dilakukan, begitu juga dengan Telkom, untuk segera melakukan pemindahan tiang, setelah dipindah, baru bisa kita lakukan penggalian. Insya Allah, dalam waktu dekat akan dilakukan pemindahan" tambah Roy.
Sekedar diketahui, proyek pembangunan drainase itu akan menghabiskan anggaran senilai Rp 21 Milyar. Diperkirakan akan selesai dikerjakan di penghujung tahun 2013 ini. Pembangunan itu bertujuan untuk meciptakan lingkungan bebas banjir khusunya disepanjang Jalan Pelajau - Transmigrasi Kec. Simpang Empat, yang mana menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur, di era pemerintahan Mardani H Maming dan Difriadi D, di Tahun 2013 ini. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved