Home » » PT KAM Nyaris Bentrok, Wartawan Dilarang Meliput

PT KAM Nyaris Bentrok, Wartawan Dilarang Meliput

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 20 September 2013 | 08.49

Batulicin/ fokusbatulicin.com - Masyarakat Desa Maju Bersama kecamatan Batulicin demo ke PT Kodeco Agrajaya Mandiri (KAM) terkait rencana penggusuran lahan warga, Kamis (19/9) pagi.
Padahal, sesuai informasi yang berhasil dihimpun, masyarakat belum menerima ganti rugi lahan tersebut belum ada ganti rugi oleh pihak perusahaan. Warga pun sudah ratusan yang masuk kedalam disertai jajaran pihak kemanan polres Tanbu dan TNI.

Namun ketika wartawan ini mencoba masuk, security menahan dan tidak memperbolehkan masuk dengan alasan tidak boleh masuk karena kegiatan tidak diekspose. Lebih 30 security menghalang-halangi pekerjaan wartawan ini.

"Anda tidak boleh masuk, kegiatannya tidak boleh diliput ini internal. Kami diperintahkan untuk tidak diperbolehkan masuk,"ujar Machdanil Iman Brown Security PT KAM.
Masyarakat terus menunggu, hingga ada keputusan mengoperasikan tiga alat
berat ke lapangan sekitar pukul 13.15 wita. Melihat hal itu, masyarakat tidak tinggal diam, mereka langsung saja pulang kerumah maing-masing. Kepulangan mereka bukan menyutujui untuk dilakukan penggusuran melainkan mengambil parang masing masing. Sesampainya dilapangan, mereka mengadang para security dengan operator yang mengoperasikan tiga alat berat tersebut. Mereka langsung saja mengadang dengan senjatanya masing-masing dengan dibekali parang.

Akhirnya operator tidak bekerja karena warga meminta berhenti. Terjadi perang mulut antara warga dan pihak perusahaan PT KAM. Pereseteruan terus terjadi selama beberapa jam hingga menunggu kepala Desa dan Camat Batulicin, Radja Ati.

Pasalnya, lahan tersebut merupakan lahan pinjam pakai sebanyak 1,5 hektar sehingga perlu ditinjau ulang. Mereka perlu penyelesaian dan meminta HGU untuk diperlihatkan kepada masyarakat.
"Dari dulu itu, kami hanya mempertanyakan HGU dan ganti rugi, bila semuanya jelas dari dulu warga tak pernah merasakan ada yang bertanda tangan,"terang salah seorang warga, Harmuni dengan nada keras didepan warga dan pihak perusahaan.

Namun berhasil didamaikan oleh aparat kepolisian resort Tanbu. Dan akhirnya mereka mau dengan berbicara di kantor PT KAM untuk tidak beroperasi. Dalam pertemuan tersebut, dihadiri beberapa perwakilan masyarakat dan Kepala Desa Maju Bersama, Nadi.
Camat Batulicin Rdja Ati, dan pihak perusahaan.

Dipertemuan tersebut, perwakilan rayat kembali Hasmuni meminta untuk tidak ada alat yang beroperasi disana. Dan meminta peta wilayah untuk dipelajari masyarakat. "Kami meminta peta wilayah supaya kami bisa mempelajari terlebih dahulu, nantinya bila tidak sesuai akan kembali kami seperti untuk tidak setuju,"ujarnya.

Sementara itu, pihak perusahaan Sapto mengatakan dalam pertemuan itu sekitar pukul 15.00 wita, mengatakan secara fisik itu hak milik perusahaan. Dan pihaknya punya sertifikat tanahnya.
"Jadi tidak ada alasan untuk masyarakata mengahalangi pekerjaan kami, kami akan tetap maju kita tempuh jalur masing, jalur hukum, bisa ke BPN bila perlu dituntut,"ujarnya Sapto. PT KAM

Pihaknya pun akan menyerahkan peta wilayah sesuai permintaan masyarakat. Pantauan BPost masyarakat menerima peta wilayah PT KAM namun pihak perusahaan tetap jalan untuk memberi batas dan tidak mengganggu lahan masyarakat.

Sementara masyarakat mempelajari peta wilayah tersebut bila terjadi kekeliruan akan kembali diusut dan menangambil langkah selanjutnya (Yat)
Powered by Telkomsel BlackBerry®










Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved