Home » » Warga Pagatan, Tolak Pemberlakuan Satu Arah.

Warga Pagatan, Tolak Pemberlakuan Satu Arah.

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 08 September 2013 | 07.20

Pagatan / fokusbatulicin.com - memasuki hari ke 6 sosialisasi pemberlakuan arus lalulintas satu arah di sepanjang jalan raya Kota Pagatan, mulai menuai kritik.
Sejak Senin (2/9) awal pekan lalu, pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Polres Setempat mulai mensosialisasikan pemberlakuan satu arah, arus lalu lintas dari Batulicin menuju Banjarmasin, maupun arah sebaliknya.

Dari pantauan, sejak Senin Lalu, sejumlah petugas kepolisian lalulintas mulai berjaga jaga di sejumlah titik, agar program sosialisasi itu berjalan dengan aman dan lancar. Dimana, untuk arah Banjarmasin, pengguna arus lalulintas diwajibkan melalui ruas jalan Provensi dari depan jembatan Pagatan belok kiri kemudian mengambil poros Jalan Raya A.Yani, ke kanan dan lurus poros Polsek Kusan Hilir, baru keluar melewati depan pertigaan Jalan Raya Gusunge. Sementara dari Banjarmasin, pengguna jalan wajib melintasi poros jalan gusunge, lurus H. Hasan Basri, HM Baderi, kemudian belok kiri menuju jembatan Pagatan.

"Dengan diberlakukannya arus lalulintas satu arah di pagatan ini, kedepannya kita berharap peningkatan serta pemerataan perekonomian masyarakat disana dapat terwujud. Selama ini, yang berkembang hanya jalur HM. Baderi dan Hasan Basri saja, sementara jalur A Yani menuju tembus polsek pagatan, hingga gusunge tidak mengalami perubahan. Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakatnya juga bisa ditingkatkan" ujar Mardani H Maming Bupati Tanah Bumbu, ketika dikonfirmasi, (8/9) kemarin.
Lebih jauh dikatakan Mardani, selama ini pusat perekonomian hanya terfokus di sepanjang jalan provensi aktif saja, sehingga disana dengan cepat terbangun pertokoan, warung makan, serta harga jual tanahpun ikut bergerak naik.

Dengan diberlakukannya satu arah ini, iapun berharap, kedepan, hal yang sama juga terjadi pada poros jalan A. Yani hingga poros Polsek Pagatan sampai dengan Gusunge, bisa turut berkembang. Dengan demikian dengan sendirinya akan terbangun pusat perekonomian ang baru. Pertokoan, warung makan, ruko, serta harga jual tanah ditempat inipun agar bergerak naik.

Sayangnya, meski tujuan baik Mardani itu semata mata demi kepentingan masyarakatnya sendiri, bukan berarti rancangan program itu berjalan mulus. Belum lama tadi, mulai menuai kritik bahkan berbunyi penolakan pemberlakuan satu arah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang menolak beralasan bahwa pemberlakuan tersebut dinilai belum saatnya. Lantaran, saat ini BBM masih dinilai memiliki harga yang cukup memberatkan masyarakat. Sehingga, jika harus diberlakukan satu arah, penggunaan BBM akan ikut bertambah besar. Sementara menurut warga, pendapatan masyarakat di Pagatan saat ini sangat minim, lapangan pekerjaanpun terbilang sulit.

"Menurut informasi yang beredar, Awal penolakan itu, ada warga yang menjemput anaknya bersekolah di SD Pasar Baru, dan bertempat tinggal di Pagaruyung. Karena terbiasa bolak balik sebelumnya di jalan raya provensi jalur HM Badri, maka iapun menerobos jalur satu arah tersebut. Akhirnya ditegur petugas, dan jika tetap memaksa ia diizinkan menerobos satu arah tapi kendaraan yang ia tumpangi tidak boleh dihidupkan, alias didorong. Merasa kesal, iapun mencoba menggalang tanda tangan penolakan" ujar Avix, warga pagatan.

Bahkan menurut isyu yang beredar, rencananya, warga yang menolak akan ngeluruk ke DPRD guna menyampaikan aspirasinya tersebut, Senin awal pekan depan. (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved