Home » » Warga Tuntut, Kontraktor Segera Benahi Rumah Disekitar Saluran Sungai Belanak

Warga Tuntut, Kontraktor Segera Benahi Rumah Disekitar Saluran Sungai Belanak

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 13 September 2013 | 07.16

Batulicin/ fokusbatulicin.com Normalisasi Saluran Sungai Belanak, Kelurahan Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu yang dikerjakan dengan kontrak tertanggal 26 April 2013, dengan anggaran senilai Rp 1.306.804 Milyar, selama 180 hari pelaksanaan oleh CV Dua Tujuh, belum lama ini mendapat keritikan pedas dari warga sekitar saluran sungai tersebut.

Menurut warga, pembangunan yang berimbas pada pembongkaran rumah rumah warga lantaran pelebaran saluran itu, telah membuat warga kebingunan mencari tempat tinggal sementara, atau bahkan sekedar melaksanakan kegiatan rutin mencuci, mandi dan memasak akibat bagian dapur rumah mereka di bongkar. Meski pada awalnya, pembongkaran itu sudah termasuk dalam kesepakan awal antara warga dengan kontraktor, dengan difasilitasi oleh pihak kelurahan setempat. Belum lagi, imbas dari pengerukan itu, beberapa rumah warga mengalami kerusakan seperti retak retak, dan amblas.

"sesuai perjanjian, selesai dikerjakan, bangunan rumah yang disekitar saluran setelah dibongkar oleh Kontraktor seharusnya langsung dikerjakan, tapi tidak dilakukan. Kelihatannya kontraktor akan baru mengerjakan rumah yang dibongkar setelah proyek seles dikerjakan semua. Padahal kita berharap, tidak seperti itu. Jika dibagian sekitar rumah dibongkar itu, selesai dikerjakan siringnya, sebaiknya rumah juga langsung saja di perbaiki, sehingga warga yang sudah turut menyumbangkan tanahnya tidak merasa dirugikan" ujar Uji, warga setempat yang juga mengalmi pembongkaran tempat tinggal.

Menurut Uji, bahkan, gara gara pembongkaran rumah ini, ada juga yang menyewa rumah sementara selama 5 bulan, karena tidak memiliki tempat tinggal, selama pekerjaan proyek itu dilakukan.

" Warga disini sebenarnya tidak menuntut ganti rugi, hanya saja kami butuh perhatian yang serius. Kehidupan kami sehari hari sudah terganggu dengan proyek ini. komitmen awal yang dibicarakan sebelumnya masih belum bisa direalisasikan pihak kontraktor. Selain itu, warga berharap, kalau bagian atas saluran sungai itu bisa ditutup. Dengan demikian sekaligus difungsikan sebagai jalan alternatif ataupun gang baru, mengingat disekitar lokasi tergolong padat penduduk" kata Uji, lagi.

Dibeberkan Uji, lebih jauh lagi sudah sejak Ramadhan, sampai dengan sekarang kontraktor tidak kelihatan batang hidungnya lagi untuk menggarap pekerjaannya, padahal bagian ujung saluran masih belum dikerjakan sampai dengan saat ini.

Terkait arus material yang sebelumnya diisukan sempat ditahan warga, Uji membantah, menurut uji sebelumnya Kontraktor sudah diberi kesempatan memasukkan semua material ke lokasi pekerjaan, menggunakan tanah warga yang lapang sebagai jalan masuk ke lokasi tersebut, namun sebulan ini warga pemilik lahan membangun rumah, sehingga terjadi penyempitan jalan. Untuk itu disarankan oleh warga mobil material tidak bisa masuk dan cukup menggunakan alat mobilisasi yang berukuran kecil, angkong maupun mobil angkutan yang minimalis.

Roy Rizali Anwar, selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum mengatakan pihak Dinas Pekerjaan Umum, sebelumnya sempat menerima keluhan warga disekitar lokasi pembangunan siring normalisasi sungai, dari keluhan permintaan ganti rugi perombakan rumah, rumah retak, hingga keluhan banjir yang diduga akibat meluapnya sungai belanak tersebut yang sempat merendam satu unit rumah warga (ancah), yang ujung ujungnya adalah penuntutan ganti rugi.

Selain itu, ia juga sempat mendapat informasi dari kontraktor jika, belakangan material mereka distop warga, untuk masuk ke lokasi pekerjaan. Di duga lantaran belum adanya titik temu tuntutan warga dengan pihak kontraktor. Imbasnya, pekerjaan proyek yang ditargetkan bisa selesai tepat waktu akhirnya terhambat.

"Dalam waktu dekat kita akan tinjau pelaksanaannya dilapangan, kita berharap masyarakat bisa memahami adanya proyek ini, demi kelancaran arus air dari atas yang selama ini menggenangi rumah rumah warga disekitarnya. Sehingga bisa bekerjasama dengan yang baik, antara kontraktor dengan warga. Untuk pekerjaan, Insya Allah akan rampung sesuai Target" harap Roy (Ley)
Powered by Telkomsel BlackBerry®







Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved