Home » » ADVERTORIAL: Mardani Harapkan Petani Tanbu Harus Sejahtera

ADVERTORIAL: Mardani Harapkan Petani Tanbu Harus Sejahtera

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 10 Oktober 2013 | 14.14

BATULICIN – Petani sebagai bagian penting dari pendorong pembangunan daerah bidang pertanian harus sejahtera. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H. Maming dalam sambutannya usai melakukan prosesi panen raya padi di Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (8/10) lalu.

Dihadapan warga dan petani yang tergabung dalam  Kelompok Tani Berkat Do'a dan Kelompok Tani Tanjung Rawa - Rawa Desa Saring Sungai Bubu Mardani menegaskan, petani Tanbu harus sejahtera. Untuk bisa mensejahterakan petani sebut dia, semua pihak harus mendukung dan turut serta memberikan dukungan terhadap beragam program strategis yang dilakukan petani dan pemerintah daerah sebagai solusi pendorong peningkatan kesejahteran para petani Tanbu.

"Pemkab melalui  Dinas Pertanian dan Peternakan Tanbu dalam merealisasikan program strategis bidang pertanian khususnya pengembangan potensi pertanian padi harus mengutamakan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh para petani seperti peningkatan jalan usaha petani, sistem pengairan, peralatan handtraktor, penyaluran pupuk yang lancar, termasuk proses pemasaran produksi padi petani", ujar Mardani.

Pada kegiatan panen raya padi dengan tema "Melalui Perbaikan Insfrastruktur dan Ketersediaan Alat Mesin Pertanian , Penggunaan Benih Unggul, dan Pengendalian Hama Terpadu Kita Tingkatkan Produktifitas dan Kesejahteraan Petani" bupati Mardani H. Maming juga mengungkapkan, guna mengupayakan peningkatan kualitas produksi padi daerah, Dinas Pertanian dan Peternakan  harus merencanakan dan dapat  merealisasikan program bantuan alat pengering dan alat penyimpan gabah kering giling produksi patani kedepannya guna peningkatan kesejahteraan para petani.

Sehingga pada saat panen jika harga di pasaran rendah maka para petani dapat menyimpannya. Dan dengan alat pengering dan penyimpan gabah kering giling tersebut kualitas mutu dapat terjaga dengan baik. Sementara itu Kadis Pertanian dan Peternakan Tanbu Drs. Abdul Karim dalam laporannya menyebutkan, produksi pertanian Tanbu pada musim panen tahun 2013 dipredikasi akan mengalami peningkatan. Hal itu imbuh Karim dilihat dari  produksi padi petani pada panen raya pada saat ini  rata-rata 7,2 ton per hektare.

Pada tahun 2013, Tanbu menargetkan tanam padi seluas 23.900 ha dengan target produksi sebesar 100.600 ton GKG (Gabah Kering Giling). "Dari target 23.900 ha, hingga saat ini sudah terealisasi 17.632 ha tanam padi. Melihat luasaan lahan tersebut kami optimis dapat merealisasikan target tahun 2013," ujar Karim.

Disisi lain, Karim mengatakan meningkatnya produksi tersebut ujar Karim dikarenakan adanya kebijakan pemerintah yang dilaksanakan seperti upaya peningkatan dan produktifitas padi melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengelola Tanaman Terpadu (SLPTT).

Melalui kegiatan SLPTT petani diharapkan mau dan mampu menerapkan beberapa komponen tekhnologi dasar yang diantaranya seperti penggunaan varietas unggul baru bermutu dan berlabel seperti Ciherang, Mekonga, Inpari dan Inpara yang diyakini dapat meningkatkan produksi hingga 5 persen.

Produksi akan semakin maksimal dengan pemberian bahan organik atau pupuk organik untuk mengembalikan dan mempertahankan kesuburan tanah, pengaturan populasi tanaman melalui tandur jajar dan jajar legowo, pemberian pupuk berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan status hara tanah, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), beber Karim.

Selain itu, menurut Abdul Karim lagi, ada beberapa upaya lainnya yang juga dapat menunjang peningkatan produksi hasil pertanian daerah seperti peningkatan indek pertanaman sebanyak dua kali dalam satu tahun, optimalisasi lahan dan perluasan areal tanam, penangkaran benih padi, optimalisasi irigasi, serta penyediaan alat mesin pengolah lahan dan juga adanya  dukungan dana dari APBN berupa bantuan sosial sebesar Rp. 26.830.000 perkelompok tani untuk pembelian sarana produksi.

"Untuk meningkatkan produksi padi di Tanbu selain menerapkan komponen tekhnologi, juga dilakukan dengan meningkatkan frekuensi tanam dalam setahun dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dengan mengatur jadwal tanam lebih cepat diawal musim hujan (tanam bulan november – desember) seperti yang telah dilaksanakan oleh kelompok Tani Berkat Do'a dan Kelompok Tani Tanjung Rawa-Rawa yang panen raya pada hari ini," ujar Abdul Karim seraya mengatakan dengan menerapkan beberapa komponen tekhnologi yang mendasar tersebut diharapkan produski meningkat , pendapatan petani pun meningkat yang hasilnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.  (ADV/Relhum)

Powered by Telkomsel BlackBerry®











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved