Home » » Bupati : PNB Harus Turut Sejahrterakan Petani, Bukan Untuk Tengkulak Karet

Bupati : PNB Harus Turut Sejahrterakan Petani, Bukan Untuk Tengkulak Karet

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 10 Oktober 2013 | 14.06

Perusahan Daerah (Prusda) PT.Nusantara Batulicin yang bergerak di bidang perkebunan karet di kecamatan karang bintang akabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kamis (10/10) siang, telah melalukan ekspor perdanaya berupa barang stengah jadi ke singapura. Pelepasan Ekpor perdana perusahaan Daerah PT. Nusnatara batulicin ini, mengirim jumlah volume ekspor sebesar 192 Paled, atau setara dengan 1 ton Lebih dengan berat mencapai 241.920KG. (1 Kontainer) itu, dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, dengan disaksikan oleh Petinggi Direksi Perusahaan Nusantara Batulicin dan Pelindo.

Pengiriman itu melalui pelabuhan Samudera Batulicin, langsung menuju Singapur. Seperti disamapaikan oleh komisaris utama perusahaan PT.Nusantara Batulicin Gusti Hidayat serta Direktur PT PNB Sofian Nasution pada kesempatan itu, sesaat sebelum dilakukan pelepasan Kontainer.
"Ini merupakan eksport perdana kita keluar negri, setelah perusahaan Daerah ini berdiri dan beroperasi", ujar Sofian.

Sofian menambahkan, sebenarnya pihaknya juga telah melakukan hal sama sebelumnya, hanya saja jika yang sekarang tujuanya adalah keluar negri maka sebelum ke CV.MItra persada Surabaya dengan volume kirim sebesar 40.390 Kg atau sekitar 4 ton. Adapun perushaan yang nantinya akan menerima ekport dari PT. Nusantara Batulicin (PNB) di Singapura itu yaitu Welcome Tradding dan Wison Global perusahaan di Singapura.

Lebih lanjut disebutkan bahan setengah jadi yang di ekport itu ujarnya, sebesar 80 persen merupakan hasil kebun dari PTPN XIII, Karang Bintang seperti Sampanahan, Sungai Loban. Selain itu juga ada bahan baku dari daerah lain dikalimantan selatan seperti Kandangan, yang jumlahnya sebesar 20 persen dari tottal 100 persen pasokan yang ada", Terbesar bahan baku yang terbanyak adalah dari PTPN XIII sisanya 20 persen pasokan dari daerah lain", paparnya.

Menyinggung berapa kapasitas pruksi terpasang untuk di PT.Nusantara Batulicin Sofian menerangkan, Untuk kapasitas pruduksi yang terpasang pada peusahaan sebesar 30 ton perjam, artinya dengankonsi deperti sekarang ini kita masih plus jam kerja kerja pruduk si karena hasil bahan baku yang amsuk belum mencapai di kapasitas pruduksi yang terpasang. Meski begitu Sofian optomis kurang nya bahan baku untuk memenuhi kapasitas priduksi terpasang akan terpenehu beberapa waktu ke kemuka karena perkebunan karet di kabupaten tanah bumbu khususnya dan kalimantan selatan umumnya akan dapat memenuhi kebutuhan itu.

Mardani H Maming saat memberikan Sambutan sempat mengkritik keberadaan PT PNB, apakah dengan keberadaan nya masyarakat sekitarnya sudah menikmati, kesejahterannya telah meningkat atau belum dengan adanya PT Nusantara Batulicin. " Saya meminta PT PNB bikin aturan bagaimana bibit terjual bukan palsu. Sehingga produksi petani tidak rugi, karena sudah beberapa tahun menanam tidak memiliki hasil" tegas Mardani.

Selanjutnya ia juga menanyakan Harga jual karet ditingkat petani. Apakah berpihak kepetani, atau tengkulak. " bagaiamana? Apa sudah menguntungkan petani apa belum? Jangan jangan hanya menguntungkan tengkulak saja. Bukan soal mahalnya ditingkat PNB, tapi kalau masih bisa tengkulak lebih berani memberikan harga. Ini juga perlu difikirkan" beber Mardani. Ditambahkannya, sangat ironis kalau selama ini PNB belum memiliki tempat dihati masyarakatnya, ia memnita PT Nusantara Batulicin kembali melakukan sosialisasi terkait keberadaan PNB. "Inilah tugas dan fungsi saya mensejahterakan masyarakat. Jangan sampai PT PNB Gemuk, masyarakat saya masih belum sejahtera. Kalau ini terjadi tentu sangat ironis". Ucap Mardani.

Selain itu Mardani juga meminta PNB segera merealisasikan pembelian karet menggunakan Surat Jalan Dari Desa. Karena pinta Mardani, jika tidak memiliki surat jalan, karet karet mentah itu tidak boleh dibeli oleh PNB, karena hanya akan memberi peluang bagi tengkulak. "Surat Jalan dari Desa, diperlukan untuk pembelian karet dipabrik. Ini untuk menekan jual tengkulak. Petani masih dibeli dengan harga rendah. Jangan jangan Tengkulaknya saja menikmati pabrik karet bukan masyarakat. Karena kenapa? Kalau dulu menjual ke Banjarmasin, tapi tengkulak lebih untung menjual ke PNB karena ongkos lebih ringan. Untungnya hanya dinikmati para tengkulak saja, Saya pernah mencoba menanyakan langsung ke petani menggunakan motor trail ke Karang Bintang, masih banyak petani yang tidak mengetahui adanya PT PNB, mereka mengaku tengkulak masih berani membeli dengan harga tinggi, ketimbang PT PNB. Ini ada apa? Seharusnya Keberadaan PNB ini dinikmati petani bukan tengkulak" kata Mardani. (Ley)

Powered by Telkomsel BlackBerry®











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved