Home » » Imron Terpaksa Menyeberang Dengan Ketinting

Imron Terpaksa Menyeberang Dengan Ketinting

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 29 Oktober 2013 | 07.56

BATULICIN - Imran (53), warga Desa Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir terpaksa harus menyeberangi sungai menggunakan ketinting karena pada Senin (28/10), lalu lintas di jembatan Pagatan yang membelah Sungai Kusan sedang macet total.

Macetnya lalu lintas di jembatan Pagatan disebabkan oleh satu unit truk jenis fuso PT.Karyati dengan nomor polisi DD 9765 QF yang amblas di jembatan yang sedang diperbaiki itu.

Dari pantauan media ini, lalu lintas di ruas jalan Provinsi Kalsel sudah macet sejak Senin dini hari hingga pukul 11.00 WITA. Bahkan kemacetan dari arah Banjarmasin menuju Batulicin mencapai 2 kilometer lebih.

Namun peristiwa itu memberikan berkah tersendiri bagi para pemilik ketinting karena mereka memasang tarif Rp.20 ribu untuk membawa warga menyeberang.

"Saya bersama warga lainnya terpaksa menggunakan transportasi air (ketinting,red) untuk menyeberang. Saya sendiri membayar Rp.20 ribu untuk menyeberang,"ujar Imran, kepada media ini, Senin kemarin.

Dikatakan Imran, puluhan warga lainnya juga melakukan hal yang sama dan menggunakan ketinting untuk menyeberang. Meskipun, kata dia, ada juga warga yang berbalik arah dan memutuskan untuk tidak menyeberangi Sungai Kusan dengan menggunakan ketinting.

Padahal lanjut Imran, sebagian besar warga tersebut merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja pada sejumlah dinas dan badan di lingkungan Kantor Bupati Tanbu.

"Saya lihat sebagian PNS berbalik arah dan tidak masuk kerja. Mungkin mereka takut, karena menyeberangi sungai dengan membawa kendaraan roda dua diatas ketinting juga beresiko besar,"jelas dia.

Satu hari sebelumnya, tepatnya pada Minggu (27/10) truk tangki minyak tanpa muatan dengan nomor polisi DA 9793 ZD juga amblas di jembatan tersebut. Sebagian pihak menduga ada unsur kelalaian yang menyebabkan sejumlah kendaraan berat terjebak di jembatan itu.

Hal berbeda dialami Dewi Hariani salah seorang staf di Pemkab Tanbu. Karena harus menghadiri suatu acara, Dewi mengaku nekat berjalan kaki dan merangkak di bawah truk tronton yang sedang amblas di jembatan.

Namun ia mengaku hal tersebut sangatlah berbahaya, karena tidak menutup kemungkinan truk tersebut akan menimpa tubuhnya.

"Karena saat itu saya sudah ditunggu rekan kerja diseberang. Jadi saya nekat saja,"ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Eka Safruddin mengatakan, arus lalu lintas sudah mulai stabil pada Senin siang. Dikatakannya, truk fuso juga sudah berhasil dievakuasi pada pukul 11.30 WITA.

Namun menurut dia, truk muatan berat masih belum diizinkan melintasi jembatan tersebut.

"Situasi sudah mulai stabil sejak Senin siang. Jam 11.30 ,"ujarnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selular.(pjm)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved