Home » » PT Agro Bukit Dianggap Ingkar, Warga Ngadu Ke Bupati

PT Agro Bukit Dianggap Ingkar, Warga Ngadu Ke Bupati

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 04 Oktober 2013 | 06.51

Batulicin / fokusbatulicin.com - PT.Agro Bukit di Kecamatan Kusan Hulu dinilai hanya menebar janji kepada masyarakat Desa Mangkalapi dan Desa Hatip di Kecamatan Kusan Hulu.
Pasalnya, PT.Agro Bukit sempat melontarkan ucapan kepada warga yang notabene merupakan anggota koperasi Berkah Bersama bahwa pihak perusahaan tersebut akan segera membayarkan uang kompensasi lahan kepada warga.

Namun faktanya, hingga Januari 2013 sampai September 2013 uang kompensasi tersebut belum juga dibayarkan. Hal ini membuat warga di dua desa tersebut melakukan protes kepada pihak perusahaan. Akibatnya, sejak 23 September, warga sepakat bahwa PT. Agro Bukit tidak boleh mengangkut sawit di dua desa itu.

"Sejak 23 September aktivitas mereka kami tutup. Mereka tidak boleh mengangkut sawit. Tapi itu juga berdasarkan kesepakatan dengan pihak perusahaan,"ujar Kepala Desa Mangkalapi Sahrani, kepada sejumlah wartawan, usai acara pertemuan dengan Bupati Tanbu Mardani H Maming di ruang rapat Kantor Bupati, Kamis (3/10) kemarin.

Menurut Sahrani, warga hanya meminta kompensasi yang dijanjikan PT.Agro Bukit segera dibayarkan. Karena janji pembayaran itu datang dari perusahaan itu sendiri, bukan dari usulan atau desakan masyarakat setempat.

Namun kata dia, karena tak kunjung menemui titik temu, pihaknya berupaya untuk mengadakan pertemuan lanjutan yang dimediasi Bupati Mardani H Maming. Warga berharap, masalah pembayaran kompensasi yang jumlahnya mencapai Rp.1 Milyar itu cepat rampung.
Pembayaran kompensasi itu lanjut dia, terdiri dari pembayaran dana sebesar Rp.188 ribu per hektar yang dikalikan 601,3 hektar lahan milik warga di Desa Mangkalapi dan Desa Hatiip.

"Yang jelas masyarakat dijanjikan, tapi sampai September 2013 tidak ada realisasi,"katanya.
Saat ditemui usai pertemuan, Camat Kusan Hulu Herlambang mengatakan pihaknya hanya menengahi masalah tersebut. Karena permintaan warga tidak hanya tentang kompensasi lahan, tetapi juga warga menginginkan pihak perusahaan membayarkan 15 persen dari buah sawit muda di lahan tersebut.

"Kami disini hanya menengahi,"kata Herlambang.

Menanggapi kontra di kalangan masyarakat, Humas PT.Agro Bukit Heru mengatakan bahwa dalam pertemuan yang sudah dimediasi Bupati Tanbu Mardani H Maming, pihaknya bersama warga sudah sepakat akan melakukan pembayaran pada 12 Oktober 2013 mendatang.Terpisah, Bupati Mardani H Maming saat dikonfirmasi membenarkan bahwa PT.Agro Bukit sudah sepakat untuk membayar uang kompensasi kepada warga. Meskipun sebelumnya negoisasi antara warga dengan pihak perusahaan tidak berjalan baik. Namun menurut bupati, hal itu hanya kesalahpahaman saja.

"Saat ini semua sudah sepakat, hanya terjadi miskomunikasi saja. Jika sebelumnya masyarakat menghitung luasan tergarap semua mencapai kurang lebih 600 hektar, namun fakta dilapangan baru anya 100 hektar yang tergarap, maka kewajiban perusahaan hanya wajib membayar dengan hitungan penggunaan 100 hektar saja bukan 600 hektar. Kemudian fee Buah pasir dari 15 persen juga mereka PT Agro Bukit juga sudah siap dibayarkan. Jadi warga hanya wajib menerima dana konfensasi lahan Plasma tertanam 117 hektar dari 600 Hektar plus fee buah pasir yang angka rupiahnya total mencapai Rp 720 Juta bukan 1 Milyar lebih. Dana itu nantinya diserahkan untuk masyarakat di dua desa (Mangkalapi dan Hatiif) serta anggota Koperasi didesa tersebut" beber Mardani. (Team)

Powered by Telkomsel BlackBerry®












Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved