Home » » Tanbu Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Kritis

Tanbu Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Kritis

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 08 Oktober 2013 | 16.03

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus berupaya memperbaiki kualitas lingkungan di Bumi Bersujud. Salah satu upaya serius yang ditempuh pemerintah daerah yakni melalui program rehabilitasi hutan dan lahan kritis. Langkah program ini ditempuh pemerintah daerah sebagai antisipasi semakin meluasnya kerusakan hutan dan lahan yang kritis yang ada di Tanbu sehingga harus mendapat perhatian dan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Untuk merealisasikan program rehabilitasi hutan dan lahan kritis itu, setiap tahunnya pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran program dalam APBD Tanbu.

"Kita menyadari benar bahwa keberadaan hutan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia dan makhluk hidup. Dimana hutan merupakan paru-paru bumi yang menunjang kehidupan kita semua. Karena itulah, dengan kondisi hutan kita saat ini, langkah rehabilitasi tak lain merupakan langkah penting yang harus kita tempuh bersama,"  demikian dikatakan Bupati Tanbu Mardani H Maming, Senin (30/9) usai menyerahkan bantuan bibit pohon kepada Kelompok Desa Maju Bersama usai pelaksanaan Apel Senin rutin jajaran Pemkab Tanbu di Halaman Kantor Bupati Tanbu di Gunung Tinggi, Batulicin.

Lahan kritis di Tanbu, ujar Bupati terjadi karena sejumlah faktor, bisa disengaja maupun tak disengaja. Yang disengaja terjadi karena pembukaan lahan dan sebagainya. Sedangkan yang tidak disengaja bisa saja terjadi akibat kebakaran hutan yang kemudian menyebabkan hutan menjadi kritis.
Untuk itu, ujar Bupati peran pemerintah daerah melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tanbu untuk mengembalikan fungsi hutan tersebut sangat penting dan harus mendapat perhatian serta dukungan dari seluruh elemen daerah.

"Peranan pemerintah bersama-sama masyarakat dan elemen daerah lainnya untuk mengembalikan hutan sangat penting. Sehingga hutan-hutan yang dalam kondisi kritis bisa dikembalikan fungsinya lagi dengan pola atau metode reboisasi atau penanaman pohon baru di lahan-lahan kritis yang ada di Tanah Bumbu," ujar Mardani.

Terkait reboisasi atau penanaman kembali beragam jenis tanaman pohon di sejumlah lahan kritis di Tanbu, Bupati Mardani H. Maming mengatakan, jenis pohon yang akan ditanam dalam jangka panjang selain bermanfaat untuk mengembalikan ekosistem lahan kritis, juga diarahkan agar pohon-pohon yang ditanam kembali itu dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. seperti tanaman buah-buahan dan beragamjenis tanaman pohon dengan nilai ekonomis lainnya.

"Sehingga dengan program rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang kita lakukan itu, masyarakat bukan hanya dapat menikmati fungsi hutan sebagai pencegah bencana dan penyeimbang ekosistem namun juga mampu memberikan dampak positif berupa keuntungan ekonomis mendapat keuntungan dari hasil tanamannya", imbuh Mardani.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tanbu Ir. H. Superiadi mengatakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis merupakan salah satu program prioritas kerja dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Program ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat melalui gerakan penanaman satu milyar pohon.  

Tercatat, hutan dan lahan kritis di Tanbu, ujar Ir. H. Superiadi berdasarkan data spasial lahan kritis BPDAS Barito tahun 209 total luas lahan kritis di Tanbu  seluas 76.634,90 Ha.
Untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis tersebut, menurut Ir. H. Superiadi, pada tahun 2013, pihaknya menggelar kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis dengan melibatkan peran masyarakat berupa bantuan bibit kepada masyarakat sebanyak 98.500 batang kayu-kayuan dan buah-buahan dalam rangka meningkatkan fungsi dan daya dukung DAS serta mendukung Satu Milyar Pohon Indonesia dengan anggaran sebesar Rp. 1 milyar.

Selain rehabilitasi hutan dengan tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan, Dishutbun Tanbu juga melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan anggaran berasal Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Daya Reboisasi (DBH SDA Kehutanan DR). Adapun penerimaan DBH-DR Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2010 – 2013 Triwulan II sebesar Rp. 4.228.627.000.
Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang dilaksakan pada tahun 2013 berupa penanaman mangrove sebanyak 150.000 batang dengan luas 60 Ha di Desa Muara Pagatan dan Muara Tengah Kecamatan Kusan Hilir dengan anggaran sebesar Rp. 1.379.725.000.

Pada tahun 2014, Dishutbun Tanbu kembali menganggarkan dana untuk program rehabilitasi hutan dan lahan sebesar Rp. 400 juta untuk penanaman kayu manis, gaharu, kemiri serta alat inokulan gaharu dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. "Tahun depan ada 70.000 bibit pohon yang akan ditanam untuk merehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Tanah Bumbu," ujar Kadis Kehutanan dan Perkebunan Tanbu.

Kemudian ditahun 2014 pula, dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan kritis, Dishutbun kembali menganggarkan dana sebesar Rp. 133.500.000 untuk bantuan bibit pohon kepada masyarakat sebanyak 7.500 batang serta Rp. 200.000.000 untuk program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan dengan penanaman Murbei sebanyak 2.500 batang.  (ADV/relhum)
Powered by Telkomsel BlackBerry®














Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved