Home » » Warung PSK KM8 Mulai Dapat Teguran

Warung PSK KM8 Mulai Dapat Teguran

Written By Fokus Batulicin on Jumat, 04 Oktober 2013 | 05.03

Batulicin/ fokusbatulicin.com - Banyaknya warung remang-remang yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung di Jalan Transmigrasi Kilometer 8 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat membuat keresahan baru dilingkungan setempat. Menanggapi berbagai keluhan warga akibat adanya warung plus plus itu, Satpol PP Tanbu melakukan operasi penertiban ke lokasi tersebut Kamis (3/10) siang.
Namun sayangnya, yang dilakukan Satpol PP tidak berjalan mulus. Sebab salah seorang pemilik warung yang diketahui bernama Ridwan sempat ngotot dan mengancam anggota Satpol PP.
Ridwan mengaku, bangunan yang ia jadikan semacam warung kopi di luas tanah 7.5x 20 meter itu merupakan tanah milik sendiri yang ia beli dari Abdul Majid.

"Tanah ini milik sendiri,"ujarnya.

Kepala Danki Satpol PP Tanbu Muhammad Syahril saat dikonfirmasi, Kamis (3/10) membenarkan adanya operasi penertiban tersebut. Ia juga mengakui bahwa sempat ada adu mulut antara dirinya dengan Ridwan.

Apalagi saat itu, Ridwan sempat mengancam akan memanggil wartawan.
"Saya bilang panggil saja, siapa wartawannya. Setelah saya jawab begitu, dia diam saja. Karena saya kenal baik dengan rekan-rekan wartawan disini,"kata Syahril.

Menurut dia, operasi penertiban itu saat ini masih dalam tahap memberikan teguran kepada pemilik warung tersebut. Namun dari hasil investigasi pihaknya, ia memastikan sebagian besar warung tersebut memang melakukan aktivitas terselubung dengan menjajakan PSK.

Dari hasil investigasi Satpol PP, Syahril mengatakan ada bermacam-macam modus yang digunakan para pemilik warung untuk melancarkan praktik haram di warung remang-remang tersebut.
Bahkan, si pemilik warung tidak segan-segan menawarkan jasa PSK kepada pelanggan yang datang ke warung remang-remang tersebut.

"Dari hasil investigasi kami, dari 14 warung, ada 7 warung yang memang terbukti melakukan praktik seperti itu,"katanya, seraya menambahkan, tarif yang dipasang oleh para PSK berkisar antara Rp.250 ribu sampai Rp.300 ribu,-.

Lebih jauh dikatakan Syahril, para pemilik warung tersebut telah melanggar KUHP tentang pelanggaran ketertiban umum pasal 508 yang dituntut pidana kurungan paling lama 1 tahun dan Perda No.08 tahun 2007 tentang kebersihan dan ketertiban umum di Kabupaten Tanbu.
"Untuk itu kami meminta agar menghentikan aktivitas warung remang-remang itu paling lambat 10 hari,"pungkasnya. (PjM)

Powered by Telkomsel BlackBerry®











Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved