Home » » 40 Warga Dilatih Cara Mengolah Sampah Jadi Pupuk Organik

40 Warga Dilatih Cara Mengolah Sampah Jadi Pupuk Organik

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 26 November 2013 | 13.56


BATULICIN - Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan cara membuat pupuk organik yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Bumbu (BP4K Kab. Tanbu), Sabtu (23/11) bertempat di Gedung Sekretariat TP PKK Tanbu.
Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan nara sumber dari Fakultas Pertanian Unlam Prodi Agroeko Tekhnologi, Jumar dan Akademisi dan Praktisi Dosen Faperta Unlam Ir Anis Wahdi, M.Si.
Wakil Bupati Tanbu, H. Difriadi Darjat, saat membuka pelatihan cara membuat pupuk organik, mengatakan ide digelarnya pelatihan ini berawal dari banyaknya  produksi sampah yang dihasilkan warga setiap harinya sehingga menimbulkan permasalahan baru diwilayah perkotaan.
Sampah-sampah yang dihasilkan oleh warga tersebut ternyata dapat bernilai ekonomis dan dapat menjadi pendapatan tambahan bagi warga. Caranya yaitu dengan dikelolanya sampah tersebut dengan baik.
Warga yang mau menggeluti usaha ini sangat mudah yaitu hanya dengan memilih jenis sampah. yaitu memisahkan sampah organik dan non organik. 
Untuk sampah organik tentunya dapat diolah menjadi pupuk organik sedangkan yang non organik juga bisa diolah namun memerlukan peralatan dan mesin yang khusus.
''Sampah yang diproduksi oleh warga setiap harinya hendaknya dapat dimanfaatkan bukan dibiarkan'' ujar Wabup.
Untuk pembuatan pupuk organik dari sampah organik sangat mudah. Apalagi ditempat kita, khususnya diwilayah perkotaan memiliki bahan baku yang melimpah.
Disisi lain, dikatakan Wabup, jika warga sudah menjalani usaha pupuk organik ini maka persoalan sampah di Tanbu bisa terselesaikan.
''Saya harap pelatihan mengolah pupuk organik dapat bermanfaat dan dijadikan bisnis rumah tangga'' ujar Wabup.
Sementara itu, Kepala BP4K Kab. Tanbu H. Rahmat mengatakan di Tanbu pada sektor pertanian dan perkebunan sudah menggunakan pupuk organik. 
Rata-rata hasil kebun yang dikonsumsi oleh masyarakat kita menggunakan pupuk organik. Salah satunya yang diterapkan di Agro Wisata Pasir Hijau Pagatan seperti tanaman sawi, seledri, dan bayam. 
Saat ini, ujar H. Rahmat dari sektor palawija sayur-sayuran, Kabupaten Tanah Bumbu sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar dari para petani Tanbu sendiri.
''Saat ini petani kita sudah mampu memproduksi sendiri sawi, seledri dan bayam. Sehingga tidak mendatangkan dari luar daerah,'' ujar H. Rahmad.
Untuk pupuk, di Agro Wisata Pasir Hijau sudah menggunakan pupuk organik.
Penggunaan pupuk organik sangat baik untuk tanah sehingga dapat meningkatkan produktifitas palawija sayur sayuran. (Didi)







Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved