Home » » Tumbuhkan Kepercayaan Jual Beli, Disperindagkop dan UKM Tanbu Gelar Sosialisasi Kemetrologian

Tumbuhkan Kepercayaan Jual Beli, Disperindagkop dan UKM Tanbu Gelar Sosialisasi Kemetrologian

Written By Fokus Batulicin on Senin, 11 November 2013 | 11.47



BATULICIN – Dalam rangka meningkatkan kepercayaan terhadap transaksi yang berlangsung antara pelaku usaha dan konsumen, sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Tanbu bekerja sama dengan Balai Pelayanan Kemetrologian Banjarmasin menggelar Sosialisasi Kemetrologian.
Kepala Disperindagkop dan UKM Tanbu H. Nooryakin SE,MM melalui Kepala Seksi Perdagangan H.Heryansyah mengatakan maksud dan tujuan dari dilaksanakannya sosialisasi kemetrlogian tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat di beberapa kecamatan yang belum tersentuh kegiatan Tera & Tera Ulang tentang transaksi yang benar menurut hukum dunia dan akhirat.
Metrologi ujar H. Heryansyah merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi (the science of measurement).  Metrologi dikelompokan dalam tiga katagori utama dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda. Yaitu
Metrologi Ilmiah berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standart-standar pengukuran dan pemeliharaan, Metrologi Industri berhubungan dengan tujuan memastikan sistem pengukuran dan alat-alat ukur berfungsi dengan akurasi yang memadai. Dan Metrologi Legal berhubungan dengan pengukuran yang berdampak pada Transaksi Ekonomi, kesehatan dan keselamatan yang dipersyaratkan oleh aturan hukum.
Adapun Dasar Hukum Metrologi di Indonesia yaitu Undang-Undang RI  No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Yang mengatur hal-hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.
Peraturan Pemerintah No. 2  tahun 1989 tentang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU). Yang menjabarkan prihal penetapan, pengurusan, pemeliharaan dan pemakaian SNSU sebagai acuan tertinggi pengukuran yang berlaku di Indonesia.
Keppres No. 79 tahun 2001 tentang Komite Standar Nasional Satuan Ukuran dan Undang-Undang yang berhubungan adalah : UURI No. 8  tahun 1999 tentang  Perlindungan Konsumen.
Sosialisasi Kemetrologian ini, dikaakan H. Heryansyah sangat diperlukan agar pengukuran atau transaksi itu dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan baik dunia maupun akhirat. Dalam transaksi perdagangan yang banyak berlaku dipasar-pasar tradisional perbuatan mengurangi takaran dan timbangan masih sering terjadi. Sehingga potensi kerugian bagi  warga masyarakat sebagai konsumen cukup besar.
Kecurangan para Pelaku Usaha tersebut seperti menambahkan beban pada dacin berupa paku, timah, besi  sembrani. Menetapkan nilai timbangan pada posisi timbangan masih bergerak dan merubah program angka Nol pada timbangan elektronik.
Penerapan metrologi legal yang tepat secara konsisten adalah sebuah usaha untuk meningkatkan kepercayaan terhadap transaksi yang berlangsung antara pelaku usaha dan konsumen, sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan.
Untuk diketahui kegiatan Sosialisasi Kemetrologian dilaksanakan dilima tempat di Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu tanggal 7  Nopember di Desa Giri Mulya Kec. Kuranji, tanggal 8  Nopember di Desa Ringkit  Kec. Kuranji, tanggal 9 dan 10 Nopember di Desa Binawara Kec. Kusan Hulu, tanggal 11  Nopember di Desa Manunggal Kec. Karang bintang dan tanggal  12 Nopember di Desa Karang bintang Kec. Karang bintang.
Kegiatan Tera dan Tera Ulang ini merupakan kegiatan lanjutan dari yang telah dilaksanakan pada Bulan September tahun 2013 lalu.
Adapun peserta sosialisasi terdiri dari  masyarakat pengguna Alat Ukur, Takar, Timbang dan Peralatannya (UTTP) ditiap Kecamatan yang mana pengguna peralatan tersebut umumnya adalah Pedagang di pasar-pasar, warung/ kios sembako, pabrik RMU, petani karet/sawit dan Koperasi perkebunan.
Harapan kedepannya dengan dilaksanakannya kegiatan kemetrologian ini yaitu memiliki Petugas Tera dan Tera Ulang  sendiri, adanya Unit Pelaksana Tehnis (UPT)  UTTP, adanya  
Peralatan Tera dan Tera Ulang. (relhum)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved