Home » » ADVERTORIAL Pemkab Sosialisasikan Bahaya Pengawet Makanan

ADVERTORIAL Pemkab Sosialisasikan Bahaya Pengawet Makanan

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 08 Juni 2014 | 16.34


BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya pengawet makanan kepada pelaku usaha kecil dan ibu ramah tangga.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pangan masyarakat khususnya yang diproduksi atau diolah pelaku usaha kecil, termasuk para ibu rumah tangga, sehingga mereka lebih memahami keamanan hasil produksi yang akan dikonsumsi sendiri dan keluarga atau dipasarkan kepada masyarakat, sekaligus sebagai upaya antisipasi sebelum jatuhnya korban.
"Ini penting dilakukan. Karena saat ini masih banyak masyarakat yang kurang memahami bahayanya pengawet makanan tertentu jika dikonsumsi. Sebelum jatuhnya korban, langkah antisipatif harus kita lakukan secara terus menerus," kata Bupati Tanbu, Mardani H Maming dalam berbagai kesempatan kepada warga.
Bupati berharap, dengan adanya gerakan pemerintah berupa sosialisasi bahaya pengawet makanan bagi masyarakat akan muncul kesadaran dan pemahaman terkait bahaya penggunaan zat kimia seperti formalin, borax dan zat pewarna berbahaya pada makanan.
"Para orang tua dan tenaga pendidik juga harus berperan aktif untuk menjaga kualitas jajanan anak-anaknya baik disekolah maupun dirumah. Sebab kandungan zat kimia berbahaya dalam makanan ini jika dikonsusmsi secara terus menerus dapat menjadi ancaman kesehatan bagi generasi kita dimasa mendatang," tegas bupati.
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh  Kepala Kantor Ketahanan Pangan Tanbu, Akhmad Fauzi, melalui Kepala Seksi Konsumsi Keamanan dan Gizi Pangan, Erna Kalsum.  Menurutnya masyarakat dewasa ini sudah sepatutnya bisa memahami bahayanya zat kimia yang terkandung dalam makanan tertentu agar mereka dapat terhindar dari penyakit yang membahayakan. 
Kandungan zat kimia atau pengawet makanan berbahaya dapat menyebabkan penyakit kanker, tumor, dan penyakit berbahaya lainnya. Penyakit ini dapat muncul disetiap tubuh manusia jika mereka mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kimia atau pengawet berbahaya dalam waktu yang lama. 
"Jangan sampai ini terjadi di kalangan masyarakat kita. Untuk itulah sosialisasi secara terus- menerus perlu kita lakukan," ucap Erna Kalsum saat menggelar sosialisasi bahaya pengawet makanan di Kecamatan Kusan Hilir belum lama tadi.
Sosialisasi dilakukan dari hasil kerjasama dengan  Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Selatan. Rangkaian sosialisasi juga dilanjutkan ketahap pembinaan terhadap pelaku usaha makanan agar mereka lebih memilih bahan produksi yang aman dibandingkan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Pihaknya mengaku sudah sering melakukan survey, investigasi dan pemeriksaan sampel makanan berbahaya saat menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadhan, menjelang lebaran, dan tahun baru. Pemeriksaan sampel makanan kerap dilakukan bersama instansi Kantor Ketahanan Pangan Daerah, Disperindagkop, dan Dinas Kesehatan.
Tak sedikit jajanan dan makanan yang kerap ditemukan dari hasil pengecekan makanan dan jajanan yang dijual bebas di masyarakat ternyata terindikasi banyak mengandung zat pengawet berbahaya seperti jenis borax dan formalin. Jajanan itu antara lain berupa kerupuk, pentol, tahu, tempe, dan jenis makanan ringan lainnya.  
Erna mengakui, penggunaan zat kimia berbahaya pada sejumlah makanan yang beredar di tengah masyarakat tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan terkait pemilihan bahan makanan yang digunakan oleh masyarakat, khususnya menyangkut pengetahuan tentang kandungan zat kimia yang dapat merusak kesehatan dari sejumlah jenis makanan.
"Untuk itulah kami secara rutin melakukan sosialisasi dan upaya pembinaan. Kami juga menghimbau kepada pelaku usaha makanan agar lebih mengutamakan kesehatan para konsumen selain memikirkan kuntungan besar dari hasil daganganya", pungkasnya. (adv/relhum)
Keterangan :

FOTO 1. Sosialisasi Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan terkait bahaya penggunaan zat kimia berbahaya pada makanan yang dilaksanakan oleh Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.

FOTO 2. Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani dalam kunjungannya sering mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan zat kimia berbahaya pada makanan.

FOTO 3. Bupati Tanbu Mardani H Maming saat berada dipasar tradisional. Bupati menghimbau agar pelaku usaha untuk lebih mementingkan kesehatan para konsumen dengan lebih mengutamakan bahan alami dalam pengolahan makanan.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved