Home » » JK Hadiri Halaqah Ulama Kalsel di Banjarmasin

JK Hadiri Halaqah Ulama Kalsel di Banjarmasin

Written By Fokus Batulicin on Sabtu, 21 Juni 2014 | 09.40

Jika sebelumnya Capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri rangkaian safari kampanyenya dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Muayyad Mangkuyudan, Kota Solo, Jawa Tengah. Jokowi juga sempat melaksanakan salat Jumat bersama para ulama dan santri. Usai salat, Jokowi menyapa warga pondok pesantren sekaligus mengklarifikasi isu kampanye hitam yang ditujukan kepada dirinya, Jumat 20 Juni 2014.
Dari pondok pesantren, mantan Walikota Solo itu menuju Taman Bale Kambang. Di taman itu sudah menunggu ratusan anggota Asosiasi Mebel Indonesia yang mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-JK
Sementara pasangannya Jusuf Kalla berkunjung sekaligus berkampanye di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mantan Wakil Presiden RI itu sengaja diundang untuk menghadiri halaqah dengan ribuan ulama seluruh Kabupaten asal Kalimantan Selatan  di hotel Golden Tulip Banjarmasin.
Terlihat turut mendampingi JK saat itu dari seluruh petinggi Partai Pendukung Jokowi-JK serta Relawan Elit Banjarmasin H.Gt.ISkandar (PMI), H. Adriansyah (PDI-P), H. Zairullah Azhar (PKB), H. Guntur Prawira (Nasdem), H. Abdul Munasib Halike (Hanura), Suparta (PKPI) serta Ketua Tim Pemenangan Jokowi - JK Kalimantan Selatan Mardani H Maming yang juga Ketua BAPILU PDI-P Kalsel.

Dalam kegiatan halaqah tersebut, Melalui salah seorang Ulama Kharismatik Martapura membacakan surat pernyataan sikap mereka mendukung Jokowi JK yang mereka usung menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, karena mereka yakin bahwa Jokowi JK mampu menyerap aspirasi dan mengangkat kesejahteraan masyarrakat banua Kalsel, terutama para ustaz dan Ustazah yang selama ini mengajar di sejumlah Pesantren. Selama ini tingkat kesejahteraan mereka jauh dibawah standar kehidupan guru guru PNS, karena mereka tidak pernah memiliki gaji sebesar guru PNS.

JK, dalam kesempatan itu, mengatakan selama inipembangunan bangsa ditopang oleh dunia pendidikan, baik formal maupun non formal. termasuk didalamnya adalah Pondok Pesantren yang membangun mental mental anak bangsa dengan pendidikan agama berkualitas tinggi. "apalagi di era revolusi mental ini, kita harapkan pondok pesantren bisa turut menyumbang pembangunan bangsa indonesia lebih maksimal. jadi pendidikan formal dan non formal harus seimbang, pendapatan tenaga pendidiknya pun harus seimbang, sehingga kesejahteraan mereka pun lebih baik lagi" ujar JK.   

Usai memberi halaqah di depan ulama, JK pun melaksanakan shalat Jumat di Mesjid Raya Syahbilal Muhtadin, dan melanjutkan perjalanannya di banjarmasin untuk bersantap siang bersama warga pinggiran sungai Martapura,  dengan menu soto Banjar di depot soto Bang Amat yang berlokasi di pinggir Sungai Martapura. Santap siang pun tambah nikmat karena diiringi oleh musik panting, musik tradisional Suku Banjar. Di lokasi ini, JK terlihat ditemani juga oleh Gubernur Kalsel, Rudy Arifin. 
Setelah santap siang, JK mengunjungi Kampung Sasirangan, kampung tempat pembuatan batik khas Banjarmasin. Menutup kampanyenya, JK berdialog dengan perajin dan pedagang kain. JK berjanji akan membuat peraturan untuk melindungi industri tradisional jika bersama Jokowi terpilih pada Pilpres 9 Juli mendatang. "ini yang harus kita tingkatkan pergerakan ekonomi sektor industri kerjaninan semacam ini. Dimana pemerintah harus memikirkan dan mencarikan solusi yang tepat pangsa pasarnya, peningkatan kualitas SDM nya, promosi serta pemanfaatannya untuk masyarakat indonesia. Bukan sasirangan saja, tapi batik jenis apapun itu namanya, patut kita kembangkan, karena ini murni merupakan kreatifitas anak bangsa Indonesia" ujar JK.
Tak lupa, sebelum JK bertandang kembali ke Jakarta, ia dan rombongannya menyempatkan diri memborong kain dan pakaian jadi Sasirangan di tempat ini. (Ley)    
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved