Home » » ‎Pemkab Tanbu Bentuk Tim Gabungan Cegah Meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan

‎Pemkab Tanbu Bentuk Tim Gabungan Cegah Meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 14 Oktober 2014 | 09.28


BATULICIN – Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan  lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin parah. Akibatnya, kesehatan warga pun terganggu. Mulai dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA  hingga pada gangguan kesehatan mata. Selain itu, akibat lainnya yaitu terganggunya sektor perekonomian dikarenakan jalur transportasi baik udara maupun transportasi darat juga ikut terganggu.

Tak terkecuali di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga terjadi.  Untuk menanggulangi dan mencegah  meluasnya kebakaran hutan dan lahan tersebut, Pemkab Tanbu pun melakukan tindakan cepat dengan membentuk Tim Gabungan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 1 Oktober 2014 yang terdiri dari BPBD Tanbu, TNI, Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Tim Reaksi Cepat, dan Dinas Kesehatan Tanah Bumbu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (BPBD Kab. Tanbu) Anwar Salunjang melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Abdul Rahim, Kamis (9/10/2014) di Batulicin, mengatakan dengan terbentuknya tim gabungan tersebut maka didirikan pula posko siaga darurat bencana kebakaran hutan dan kabut asap.

Sebanyak dua posko didirikan untuk melakukan pengawasan  kebakaran hutan dan lahan. Posko tersebut ditempatkan di Polres Tanbu dan posko di Sungai Danau Kecamatan Satui. 

Setiap harinya, Tim Gabungan melakukan pengawasan kesejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu. Dan tak jarang pula tim gabungan mendapatkan informasi dari sejumlah warga jika telah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Abdul Rahim, kebakaran hutan dan lahan ada yang disengaja maupun tidak disengaja. Yang disengaja yaitu dilakukannya pembukaan lahan baru oleh warga dengan cara membakar hutan atau lahan dimusim kemarau. Sedangkan yang tidak disengaja yaitu terbakar dengan sendirinya hutan atau lahan kering akibat cuaca yang terlalu panas pada musim kemarau.

"Untuk pelaku pembakar hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja akan dikenakan sangsi hukum," tegas Abdul Rahim.

Terkait kebakaran hutan dan lahan di Tanbu, menurut Abdul Rahim, sepanjang bulan Oktober 2014 sebanyak 30 hot spot atau titik panas telah terpantau di Kabupaten Tanah Bumbu. Hot spot dibulan Oktober mengalami peningkatan dibandingkan bulan September yang hanya terpantau sebanyak 16 titik hot spot saja. Diharapkan dengan telah terbentuknya tim gabungan tersebut maka hot spot penyebab kabut asap tersebut dapat diminimalisir nantinya. (AR/Relhum09.2014)
 
Untuk konfirmasi lebih lengkapnya bisa hubungi :

---- KABID PENANGGULANGAN BENCANA, ABDUL RAHIM, HP. 085251631614 ----

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved