Home » » ADVERTORIAL Damar Indah Kembangkan Budidaya Jamur Merang

ADVERTORIAL Damar Indah Kembangkan Budidaya Jamur Merang

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 04 Desember 2014 | 12.07


BATULICIN – Warga Desa Damar Indah, Kecamatan Sungai Loban kembangkan budidaya Jamur Merang.
Pengembangan budidaya jamur merang oleh warga sendiri berkat dorongan pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi dan pelatihan oleh dinas tekhnis tersebut.
Dari pelatihan itulah selanjutnya warga berminat untuk memulai mengembangkan budidaya Jamur Merang, mengingat besarnya potensi lahan yang ada dan potensi ekonomi yang nantinya dapat dirasakan warga setempat.
"Pelatihan budidaya Jamur Merang merupakan salah satu terobosan pemerintah daerah dalam rangka menciptakan wira usaha baru di masyarakat. Khususnya, di wilayah perdesaan," kata Kepala Disperindagkop dan UKM, Andi Hasdar, melalui Kasi UKM, Abdul Gafur, belum lama tadi.
Menurut Abdul Gafur, budidaya Jamur Merang sangat mudah dilakukan. Budidaya jamur ini sebelumnya sudah dilakukan warga Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir yang hasilnya cukup untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga mereka.
" Hasil produksinya pun mudah dipasarkan. Oleh sebab itulah, pemerintah daerah mengharapkan agar budidaya Jamur Merang juga dapat dikembangkan oleh warga desa yang lain," katanya.
Sedikitnya ada sebanyak 25 orang peserta dari Desa Damar Indah yang sebelumnya mengikuti pelatihan tersebut. Mereka pun diajarkan mulai cara pembibitan jamur hingga proses pengolahannya.
Gafur menambahkan, sudah dua unit mesin atau alat pembibitan jamur yang disalurkan kepada warga untuk mengembangkan usaha tersebut. Dengan adanya alat itu diharapkan hasil pembibitan jamur menjadi lebih baik dibandingkan menggunakan alat tradisional sebagaimana pengalaman yang pernah dilakukan masyarakat pada umumnya. 
"Alat pembibitan jamur yang secara tradisional masih mengandalkan sistem pembakaran menggunakan tungku sehingga hasilnya kurang baik. Tapi yang ada sekarang menggunakan teknologi mesin yang mampu menghasilkan bibit jamur berkualitas," jelas Abdul Gafur.
Hanya dengan modal bangunan ukuran 3x3 meter saja, katanya,  sudah bisa digunakan untuk merintis usaha budidaya Jamur Merang. Bahan bakunya pun mudah didapatkan dan dalam satu bungkus bibit  sudah mampu menghasilnya jumlah produksi yang banyak.
Sementara itu Bupati Tanbu, Mardani H Maming berharap usaha budidaya Jamur Merang bisa menambah keberagaman jenis UKM dimasyarakat. Permintaan Jamur Merang  yang tidak sedikit dipasaran setidaknya akan menjadi peluang besar pelaku UKM untuk lebih meningkatkan produksi jamur tersebut. 
"Jamur Merang biasanya dijual dalam bentuk sachet atau bungkusan plastik dengan ukuran sekitar ¼ kg. Permintaan kosumen yang relatif banyak dapat menjadi peluang warga untuk mengembangkan usaha tersebut demi menambah penghasilan di rumah," jelas Bupati. (Adv/relhum)
Keterangan :
FOTO 1. Peserta pelatihan saat melihat proses pembuatan jamur merang.
FOTO 2. Proses pembuatan bibit jamur merang sudah menggunakan peralatan yang modern.
FOTO 3. Budidaya jamur merang tidak memerlukan ruangan yang besar. Hanya dengan bangunan ukuran 3x3 meter sudah bisa merintis budidaya jamur tersebut.
FOTO 4. Peserta pelatihan foto bersama usai mengikuti pelatihan budidaya jamur merang dalam rangka menciptakan wirausaha baru di Kabupaten Tanah Bumbu.
 


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved