Home » » ADVERTORIAL Pelaku Usaha Diharapkan Miliki Sertifikasi Halal

ADVERTORIAL Pelaku Usaha Diharapkan Miliki Sertifikasi Halal

Written By Fokus Batulicin on Minggu, 14 Desember 2014 | 07.46


BATULICIN – Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diharapkan memiliki sertifikasi halal terhadap barang dagangan sebelum didistrusikan ke pasaran dan dikonsumsi masyarakat luas.
Kepala Dinas Perindustrian Perdangangan Koperasi (Disprindagkop) dan UKM Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Andi Hasdar, melalui Kasi UKM Abdul Gafur,  mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya memfasilitasi pelaku UKM  yang bergerak dibidang industri makanan dan minuman serta obat-obatan agar mudah mendapatkan sertifikasi halal tersebut.
"Hanya saja, mereka harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku terkait syarat-syarat untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut. ," kata Abdul Gafur menyusul telah di ikutinya acara Bincang Bisnis bersama pihak Disperindagkop Provinsi Kalimantan Selatan dan para pengusaha untuk membahas pengembangan sektor ekonomi di Kalimantan Selatan belum lama tadi.
Sertifikasi halal, katanya, merupakan salah satu pendorong meningkatnya jumlah penjualan produk-produk olahan terhadap konsumen. Setidaknya melalui pemberian label halal itu lebih meyakinkan konsumen bahwa barang-barang olahan yang mereka beli kondisinya cukup aman dan layak untuk dikonsumsi.
Gafur menambahkan, seiring meningkatnya potensi sumber daya alam di Tanbu jumlah pelaku UKM atau industri rumah tangga terus tumbuh dan berkembang. Dengan memberikan label halal terhadap produk olahan tentunya akan berdampak terhadap semakin meningkatnya jumlah penjualan produk yang dihasilkan pelaku UKM.   
Tidak menutup kemungkinan, katanya, para pengusaha besarpun lebih berminat membeli produk olahan pelaku UKM setelah diberikannya label halal tersebut. Produk-produk olahan seperti jenis bakso ikan, kerupuk ikan, dan kerupuk berbahan dasar tulang ikan hingga jenis nugget dapat mereka beli untuk dijual kembali di sejumlah swalayan.
Sertifiikasi halal, katanya, merupakan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tertulis yang melegalkan kehalalan suatu produk makanan dan obat-obatan sesuai dengan syariat islam. Lebih dari itu, sertifikasi halal juga menjadi syarat penting pelaku UKM untuk mendapatkan izin pencantuman label pada kemasan produk olahan dari instansi pemerintah yang berwenang.
Untuk proses sertifikasi halal, produsen terlebih dahulu harus mengajukan permohonan sertifikasi halal kepada MUI.  Selanjutnya harus mengisi formulir yang disediakan dengan melampirkan spesifikasi bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong (pengawet), serta rincian proses pembuatan. Baru kemudian lembaga MUI memberikan sertifikasi halal produk yang dimaksud tersebut.
Secara terpisah Bupati Tanbu Mardani H Maming, menyatakan, pemberian sertifikasi halal merupakan salah satu bentuk keseriusan pelaku usaha untuk melindungi sekaligus menjamin hak-hak para konsumen.
Dengan adanya sertifikasi halal terhadap produk olahan yang dimiliki pelaku UKM diharap dapat meminimalisir karaguan para konsumen untuk membeli produk makanan yang beredar di pasaran. "Mengingat, masyarakat kita sebagian besar beragama Islam," tegas Bupati. (Adv/relhum).   
KETERANGAN :
FOTO 1. Disperindagkop dan UKM Tanbu saat menggelar kegiatan sosialisasi sertifikasi halal dalam rangka pengembangan sektor usaha di Kab. Tanbu.
FOTO 2. Bupati Tanbu Mardani H Maming dan Ketua PKK Tanbu Hj. Erwinda Mardani saat berada dipasar tradisional. Pengembangan sektor usaha khususnya usaha kecil dan menengah menjadi focus perhatian Pemkab Tanbu.
FOTO 3. Dalam rangka menciptakan wirausaha baru dan pengembangan sektor usaha di Tanbu, Pemkab Tanbu melalui Disperindagkop dan UKM setempat menggelar berbagai pelatihan untuk warga yang berminat untuk berwirausaha.
 


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved