Home » » Tenun Pagatan, Dibukukan "Sri"

Tenun Pagatan, Dibukukan "Sri"

Written By Fokus Batulicin on Selasa, 23 Desember 2014 | 09.52

‎Keterampilan menenun sudah menjadi bagian hidup masyarakat Pagatan, Tanahbumbu (Tanbu). Kreasi mereka sangat luar biasa meski kurang tersosialisasi ke publik.
Motif-motif tenun Pagatan sangat khas. Pewarnaannya pun alami, mengambil dari alam. Menariknya lagi, meski sejatinya tenun Pagatan dilahirkan oleh masyarakat 'berdarah' Bugis, tetapi nuansa Banjar tetap kental terlihat dari motif-motifnya.

Soal warna pun lebih 'lembut' berkat perpaduan warna tradisional dua daerah. Padahal, warna tradisional Bugis dan Banjar bertolak belakang. Warna khas Bugis dominan 'tua' sementara warna Banjar lebih cerah dan muda.

Di motif pun terjadi pembauran. Motif sasirangan seperti gigi haruan, gagatas dan halilipan dipadukan dengan motif gelombang khas Bugis. Terjalinnya dua budaya di tenun Pagatan inilah yang membuat Sri Hidayah tertarik menelitinya. Selama dua tahun sejak 2012, dia melakukannya.

"Perajin enggan kain tenun mereka disebut sebagai kain khas Bugis walaupun mereka 'berdarah' Bugis. Mereka lebih suka jika orang menyebutnya kain tenun Pagatan," paparnya dihadapan puluhan pejabat, pengusaha serta pengrajin tenun, Sabtu (20/12). Sesaat sebelum memperkenalkan karya tulis terbarunya.‎
Bagi peneliti dari Lembaga Pemerhati dan Pengembangan Ekonomi Lokal (LP2EL) ini, dari sehelai kain tenun Pagatan bisa diketahui berbagai macam kebudayaan.

 "Jika melihat tarian, kita bisa melihat kebudayaan suatu suku. Namun di tenun Pagatan, tak sekadar ada kebudayaan namun juga sejarah suatu suku dan banyak hal yang bisa dikupas dan didiskusikan di balik itu," kata Sri.

Hasil penelitian Sri itu bisa dinikmati oleh masyarakat melalui buku berjudul Eksotika Tenun Pagatan yang diterbitkan dan dicetak PT Grafika Wangi Kalimantan (BPost Group). Buku yang keberadaannya didukung Pemkab Tanbu, Bank Mandiri, Minamas dan BPost Group ini telah diluncurkan di Ballroom Hotel Mercure, Banjarmasin, Senin (22/12) malam.

HJ. Erwinda Mardani, Selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu mengaku, awalnya dirinya sama sekali tak mengetahui, kalau di Pagatan ada memiliki Tenun Khas. "Sebelum Pak Mardani menjabat sebagai Bupati, disaat beliau masih menjabat sebagai Anggota DPRD Tanah Bumbu, saya belum tau kalau ada tenun ini, setelah saya menjabat sebagai Ketua Dekranasda, dan ikut beberapa kali blusukan dengan Bapak Bupati, suami saya akhirnya saya tahu, betapa indahnya kain tenun pagatan. Sangat disayangkan kalau tidak dilestarikan. bahkan semenjak saya duduk sebagai Ketua Dekranasda, Kain tenun ini telah beberapa kali mendapat apresiasi Dunia Internasional, dengan menerima penghargaan penghargaan yang sangat luar biasa, setelah kita memperkenalkannya melalui karya karya desainer yang kami suguhkan diatas panggung model ditingkat nasional bahkan hingga ke Singapur" ujar HJ Winda,

‎Tenun tradisional Bugis Pagatan adalah tenun yang berasal dari daerah Pagatan, Kalimantan. Tenun ini merupakan hasil kerajinan orang-orang Bugis yang tinggal di Pagatan. Kain tenun tradisional Bugis Pagatan atau terkenal dengan sebutan Tenun Pagatan, hanya digeluti oleh masyarakat suku bugis pagatan secara turun temurun dengan ciri khas dan motif yang unik karena dibuat dengan cara yang sangat tradisional menggunakan alat penenun dari kayu dan hanya bisa di olah menggunakan benang sutera. Saat ini, perkembangan Tenun Pagatan mengalami perkembangan pesat. Berbagai jenis pakaian muncul kemudian menggunakan tenun jenis ini. Tenun Pagatan tidak hanya digunakan sebagai pakaian tradisional saja. Namun juga berbagai jenis pakaian yang lain. Beberapa desainer terkemuka di Jakarta, dewasa ini mulai melirik untuk menggunakan kain tenun pagatan sebagai bahan dasar membuat gaun. 

Berdasarkan cara menenun dan cara membuat motif pada kain tenun, ada beberapa jenis kain Tenun Pagatan Pagatan yang sangat terkenal. Tenun Pagatan yang berjenis songket terdapat dua macam, yaitu jenis so'be aredan jenis so'be sumelang. Ornamen pada so'be are dibuat tembus ke sebelah dalam. Caranya adalah menyisipkan benang tenun untuk membuat ornamen tersebut ketika menenunnya. Meskipun begitu, hiasan yang terlihat baik hanya bagian luarnya saja, bagian dalam tidak bagus untuk dipakai karena hanya merupakan tembusan dari benang songket tersebut. Sedangkan ornamen pada so'be sumelang hanya disisipkan pada bagian mukasaja, tidak tembus ke dalam Jenis tenun ini dibuat dengan cara mengikat benang
tenun sebelum dicelupkan ke dalam zat pewarna. 

Mengikat benangdengan kulit batang pisang ini dalam bahasa Bugis Pagatan disebut membebbe. Karena itulah nama tenun ini adalah tenun bebbe atau tenun ikat. Proses menenun benang dilakukan setelah benang tersebut dicelupkanke dalam zat pewarna. Proses menenun dilakukan dengan cara mengatur benang tenun sesuai dengan ikatan pada waktu benang dicelupkan ke dalam pewarna. Dan jadilah sebuah ornamen sesuai dengan corak yang diinginkan oleh penenun.

Hiasan pada tenun Panji tidak dibuat melalui ikat atau songket, tapi dengan motif anyaman langsung melalui benang pakan atau pasulu yang dianyamkan pada benang dirian. Hasilnya adalah ragam khusus sesuai dengan yang diinginkan melalui anyaman benang tenun yang sudah diwarnai. Jadi, motif anyaman tersebut dibuat secara langsung dan diatur sendiri oleh penenun. Jenis sarung kotak-kotak pada kain Tenun Pagatan sebenarnya bahanya merupakan dasar hiasan saja. Karena pada perkembangannya kemudian, jenis tenun sarung kotak-kotak digabungkan dengan berbagai motif hiasan yang lain. Bentuk dasar kotak-kotak dapat digabungkan dengan songket, baik sobbe are maupun sobbe sumelang. Bentuk dasar kotak-kotak menggunakan anyaman jenis panji atau jenis bebbe.

Secara umum, sebenarnyaTenun Pagatan mempunyai pola dasar yang kemudian menjadi dasar pola hiasan yang beraneka ragam. Pola-pola hiasan dasar tersebut mereka buat sebagai acuan pada kain-lain tertentu untuk dijadikan acuan dalam mereka menenun. Beberapa pola dasar hiasan Tenun Pagatan, namun yang terpenting harus ada motif pagar sasirangan dan segitiga maupun kotak sebagai ciri khas Tenun Pagatan. Sekaligus membedakan kain sasirngan khasBanjar.‎ Ley 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved