Home » » Harga Karet Merosot, Petani Keluhkan Tengkulak

Harga Karet Merosot, Petani Keluhkan Tengkulak

Written By Fokus Batulicin on Kamis, 12 Februari 2015 | 10.55

‎Tengkulak Karet Berkeliaran secara leluasa, ujar Samirun warga desa Sarimulya Kecamatan Sungai Loban. Dimana Calo, masih memainkan harga semena mena‎ kepada para petani. harga karet tidak bisa stabil. Demikian diungkapkan Samirun dalam sesi dialog pertemuan warga desa Sarimulya, Damar Indah, dan Desa Sungai Dua Laut Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Kamis ( 12/2), kemarin.

Ia menuturkan, saat ini masyarakat petani karet di Sungai Loban sedang mengalami keterpurukan. Harga yang hanya bertahan dengan harga Rp 7000/kg, padahal tahun tahun sebelumnya ‎sempat mencapai Rp14.000 dan bahkan sempat mencapai Rp 20.000 ditahun 2010 lalu.

"kami berharap, pemerintah turut serta memikirkan nasib petani karet yang sedang mengalami keterpurukkan seperti ini" ujar Samirun, seraya menjelaskan para petani karet masih mendominasi penjualan karetnya kepada tengkulak, meski penanganan karet petani langsung melalui Koperasi didesa, namun sebagian besar masih menjualnya ke tangan tengkulak.

Sementara Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, memaparkan Harga Karet dunia saat ini mengalami penurunan harga dan bahkan bakal merosot karena sebagian beaar  perkebunan di Cina bakal panen di Tahun 2016 dan  2017 mendatang, begitu juga dengan negara tetangga, Malaysia. jika kualitas karet Indonesia kurang baik, maka bisa dipastikan bakal kalah brrsaing di pasar global.

"Ini yang bakal kita rumuskan, bagaimana solusi terbaik buat petani kita. agar harga karet memiliki ketetapan standart minimalnya. sehingga permasalahan karet yang bukan hanya terjadi di Tanah Bumbu, akan tetapi juga masyarakat perkebunan karet di seluruh Indonesia", ujar Mardani.

Mardani, berharap agar masyarakat dan pemerintah daerah harus bekerjasama dan bergandengan tangan untuk mrmikitkan dan merumuskan bersama penanganan masalah harga jual karet di Tanah Bumbu. "Kita mempersiapkan pemanfaatan produk dari hulu hingga hilir. dimana kita akan fikirkan bagaimana cara mengatasi pluktuasi harga karet yang terus merosot, mungkin bukan hanya petani bisa menjual langsung, akan tetapi juga bisa langsung di produksi menjadi bahan setengah jadi setelah kita membangun pabriknya, atau bahkan bisa langsung kita mampu produksi menjadi ban atau produk karet lainnya" jelas Bupati.

sekedar diketahui harga karet di Tanah Bumbu mengalami penurunan yang sangat derastis. dimana pada tahun tahun sebelumnya  sempat mencai 20 ribu rupiah perkilogram, kemudian terus  turun dengab harga Rp10 ribu perkilo, dan sekarang merosot di harga 7.900 dan 7.600 rupiah perkilo gram. (ley)





Share this article :

+ komentar + 1 komentar

21 Februari 2015 19.44

http://www.dailyexpress.com.my/news.cfm?NewsID=95056
"Pemerintah mengalokasikan RM100 juta untuk dana insentif (subsidi) produksi karet di Anggaran tahun 2015 yang akan mulai pada 1 Januari tahun depan," kata Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Amar Douglas Uggah Embas.-Bernama

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | PT. MEDIA FOKUS BATULICIN | TANAH BUMBU
Copyright © 2011. FOKUS BATULICIN - All Rights Reserved